(fanfic) You and Him part 3

ini nih link part sebelumnya –>

part 1
part 2

YOU AND HIM Part 3


 

Author: Han Yoorim

Cast:

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

-Im Yoona

-Choi Minho

-Seo Joo Hyun

Length: ber-part

Genre: sadness, and other I don’t know

Happy reading~ ^^ semoga suka😀

 

Setiap hari kini dia merasakan kepahitan. Perasaannya telah hilang dan berubah hampa. Perih selalu di rasakannya apalagi ketika dia berada di lingkungan yang luas. Gadis itu tetap merasa sendiri dan tak ada yang menyapanya. Dia tidak pernah berfikir hari itu akan terjadi. Sosok periang tanpa seseorang yang menemaninya, apakah itu tidak akan percuma? Harusnya dia menjadi sosok itu kembali kalau tak ada yang mempedulikannya? Mungkin tidak, tapi dunia berputar dan perasaan dapat berubah. Sooyoung yakin suatu saat dunianya akan kembali menjadi semula, akan baik baik saja dan menjadi sangat bahagia lalu tersenyum menyambut hari itu.

Pandangannya hanya terpaku pada handphone di genggamannya. Sungguh itu bukan hal yang biasa di lakukannya sepagi ini. Tapi bosan membuatnya melakukan hal apapun meski dia tidak terbiasa. Ada hal lain yang pasti kenapa dia mengalihkan pandangannya ke handphone, karena pedih. Seolah semua orang menatapnya seperti seseorang yang sangat di benci. Haruskah dia menangis? Tapi baginya tak ada alasan untuk menangis. Sekalipun dia harus di pandang nanar seperti itu. Sooyoung tidak tau alasan pasti kenapa pandangan mereka di lontarkan begitu saja di hadapan Sooyoung, tapi dia yakin dia tidak melakukan hal yang salah.

Setiap orang yang Sooyoung coba sapa, dia selalu menghindar. Bahkan menoleh sedikitpun tidak. Entahlah apa karena hal kemarin? Dia tak tau, hanya semua yang bersikap begitu padanya yang tau, dan Tuhan tentunya.

“kau tahu Sooyoung adalah pengkhianat. Gadis itu telah merebut Minho dari Yoona. Padahal kan Yoona dan Minho saling menyukai. Kasian ya Yoona, teman kok makan teman. Aku mah sih ogah berteman dengan orang seperti Sooyoung,”

Lagi lagi bisikan itu, yang mungkin terdengar sangat jelas hanya di pendengaran Sooyoung. Sudah berpuluh kali dari pagi ini dia mendengar ucapan itu. Tidak dalam lingkungan kelas saja yang membicarakannnya, tapi hampir setiap penjuru sekolah membicarakannya. Hatinya selalu menyeruak saat mendengar pembicaraan itu, untuk berkata bahwa itu bukan yang sebenarnya. Tapi Sooyoung tidak pernah benar melakukannya, karena dia takut mengambil resiko yang lebih besar, tambah di benci.

Yoona adalah gadis paling di kagumi di sekolah ini. Dia di kenal karena kebaikannya, kecantikkannya sekaligus Ayahnya yang merupakan donator terbesar dalam pembangunan sekolah mereka. Yoona tidak pernah sombong, dia adalah sahabat yang sangat baik dan setia. Dia juga bahkan tak pernah di tolak soal cinta. Hanya kali ini. Tapi apakah perlu segitunya sampai menyakiti hati Sooyoung? Sooyoung memang tidak pernah tau, siapa yang membuat mereka membenci Sooyoung, Yoona ataukah mereka sendiri? Tapi dalam hati lubuk Sooyoung, Sooyoung yakin Yoona tidak mungkin melakukannya.

Beberapa hari lagi Sooyoung berulang tahun. Dia berharap hari itu dunia dapat kembali seperti semula dan apa yang dia inginkan terkabul. Hanya itu. Sekarang harapannya terhadap laki laki yang telah menyakitinya telah hilang. Dia tidak membutuhkannya lagi, meski hatinya berkata sebaliknya. Sooyoung merasa dia membutuhkan seorang sahabat saat ini. Merasakan pahit yang di deritanya.

Sooyoung POV

Aku memandang setiap orang yang berlalu lalang pulang meninggalkan gerbang sekolah. Hari ini, aku hanya bisa berdiam diri tanpa berbicara sedikitpun. Di sudut kaki kiriku terdapat bola basket. Aku ingin memainkannya. Tapi tidak sekarang, tidak saat mereka masih ada di sini. Tidak saat mereka memandang nanar ke arahku. Aku, berpuluh juta kali hari ini aku menahan air mata yang menumpuk di pelupuk mataku. Aku bahkan bertanya pada diri sendiri, kemana Sooyoung yang ku kenal. Yang tertawa dengan sangat riang. Mungkin aku ga akan mengenalnya lagi setelah ini, tapi aku berharap jangan.

Setelah yakin merasa tak ada siapapun, aku bermain basket. Berharap hanya hal ini yang bisa mengembalikan rasa bahagiaku. Mengingat indahnya bermain bersama Minho di temani Yoona. Juga saat aku melempar bola ke arah Kyuhyun oppa dan mendapati tampang bodohnya. Aku sangat rindu.

Aku tertidur lemas di lapangan yang basah akibat hujan yang mulai turun perlahan, seketika aku merasa bahagia karena bermain basket. Keringat yang mengucur menyatu dengan air hujan yang turun perlahan saat itu. Aku masih tertidur di lapangan tak peduli bila aku mesti kehujanan. Aku lelah sangat lelah. Untuk hari ini saja aku mengatakan bila aku lelah untuk hidup. Lelah menahan hati yang marah. Lelah menahan tangis yang ingin keluar. Aku menutup wajahku dengan handuk kecil dari saku bajuku. Aku menangis di bawah langit dan tertutup oleh handuk kecil.

“noona apa yang kau lakukan?”

Aku mendengar suara itu. Dengan segera aku duduk dan melihatnya. Sangat tinggi dan tampan. Choi Minho. Aku menyeka air mataku agar tak terlihat olehnya. Kenapa harus dia? Kenapa harus datang di saat yang tidak tepat? Dia berusaha membantuku berdiri, tapi aku mmengacuhkannya dan berdiri sendiri. Aku berusaha tak mempedulikannya dengan bermain basket. Aku mengalihkan pandangan agar aku tak memandang wajah itu.

“noona mianhae,”

Aku mendengarnya berkata, tapi tidak mempedulikannya. Aku tidak tau harus bersikap seperti apa. Apakah perlu kau meminta maaf padaku? Akupun tak tau. Siapa yang salah, kau, Yoona, semuanya atau bahkan diriku sendiri. Aku tak tau. Pandanganku oleng, aku melempar bola asal hingga di tangkap oleh Minho. Nafasku terpengal pengal dan badanku menggigil akibat dari capeknya bermain dan hujan yang mengguyuri tubuhku. Aku melihatnya, mengenggam bola yang baru saja ku mainkan, tatapannya, dan aku baru sadar payung yang di pegangnya untuk melindungi dia dari basah sudah tidak ada. Kini dia tanpa payung, sama sepertiku. Walaupun tertutup hujan aku masih dapat melihat tatapan hangatnya, yang akhir akhir ini baru ku sadari tatapan itu hanya untukku. Tapi Tuhan tolong… aku harap pikiran itu salah. Aku tidak mau menerima kenyataan bahwa Minho menyukaiku. Aku tak ingin tuhan…

“noona.. sampai kapan mau menyiksa diri? Aku.. tidak ingin..”

Suaranya berubah menjadi khawatir, tatapannya sendu. Aku baru menyadari, aku menangis sedari tadi. Kenapa harus menangis? Untuk apa? Aku selalu bertanya dalam hati. Aku membenci saat aku menangis, karena aku tau aku tidak selemah ini.

“Ya! Apakah kau menyukai gadis di hadapanmu hah?!”

Pertanyaan bodoh itu terlontar begitu saja dari bibirku. Sungguh aku tidak ingin membicarakannya. Tapi kenapa bibirku bergerak sendiri? Apa hatiku yang terdalam ingin mengatakan itu? Menyesalinya pun terlambat. Aku sudah berkata seperti itu.

“Minho, aku bertanya apakah kau menyukai aku??!!”

Aku sedikit membentak, lagi lagi pertanyaan konyol yang terlontar. Aku menutup telingaku. Aku tak ingin mendengarnya. Ku mohon Minho… jawablah tidak. Ku mohon…

“ne, na do saranghae”

Ternyata sekuat apapun aku menutup telingaku aku dapat mendengarnya. Mungkin suaranya terlalu kencang. Tapi aku merasakan dia berkata sangat lembut. Aku… lagi lagi tak dapat membendung tangisku. Aku mendengar pernyataan yang tidak ku harapkan. Sungguh bukan karena aku tak ingin di sukai Minho, tapi ini karena situasi yang sangat tidak pas.

Sooyoung POV end

Normal POV

Mereka diam seribu bahasa, Minho masih menatap Sooyoung lekat lekat. Sooyoung hanya menunduk sambil menutup bibirnya dengan kedua tangannya. Minho sadar, Sooyung bergetar hebat.

“Kenapa? Kenapa harus aku Minho? kenapa?”

Tak ada alasan. Jawaban itu yang sebenarnya ingin di lontarkan Minho. tapi saat dia ingin menjawab gadis itu berkata lagi,

“kenapa mesti aku yang kau suka? Kenapa bukan Yoona? Atau setidaknya Taeyeon eonni dengan suaranya yang bagus. Atau Hyoyeon eonni yang pinter nge dance? Atau Seohyun yang cantik dan baik? Kenapa.. kenapa aku Minho…?”

Suara gadis itu melemah, dia terduduk di lapangan yang sudah sangat basah. Hujan masih mengguyuri tubuh kurus gadis itu. Kalu saja bisa, Minho ingin sekali memeluk gadis itu. Sangat ingin.

Minho mendekat ke arah Sooyoung yang terduduk di lapangan, dia menunduk dan masih menatap Sooyoung, “noona.. tak ada alasan khusus untuk menyukai seseorang. Begitu juga aku,”

Kata kata itu seolah sihir bagi Sooyoung, dia mendongak, Minho tersenyum ke arahnya. Tapi gadis itu tidak merasakan senang atau setidaknya tenang. Tapi sangat sakit. Dia tak ingin melihat senyum tulus itu lagi dari bibir Minho. kenapa? Karena itu akan membuat dirinya semakin di benci Yoona dan juga teman temannya.

Lagi lagi Minho berusaha mambantu Sooyoung untuk berdiri, dan Sooyoung kembali mengacuhkan.

“itu tak masuk akal bagiku,” kata Sooyoung yang sudah dapat berdiri. Dia bergegas pergi, tapi berhenti dan menoleh sedikit ke arah Minho,

“kau bilang tak ada alasan khusus bukan? Kalau begitu mudah kan melupakan aku? Tolong, lupakan aku. Karena kau membuatku sakit, Minho… ku mohon..”

Jantung Minho berdetak lebih cepat. Dia seumur hidup tak pernah ingin mendengar kata itu dari orang yang dia suka. Sama seperti saat Kyuhyun mengatakan ke Sooyoung bahwa dia telah memiliki Seohyun. Sama sakitnya.

Minho kemudian berteriak, “aku mencintaimu noona… tak semudah itu melupakanmu !!!!”

Minho menangis, dan Sooyoung tau itu. Dia tak ingin membuat Minho terluka, tapi dia juga tak ingin melukai perasannya lebih dalam.

Tanpa menoleh Sooyoung berkata, “kau hanya anak kecil. Tolong jangan katakan hal bodoh itu lagi padaku,”

Sooyoung berlari pergi jauh meninggalkan Minho sendirian. Mereka merasakan hal yang sama. Sakit. Ada rasa menyesal yang besar dalam diri Sooyoung setelah berkata seperti itu pada Minho.

Tuhan… tolong maafkan aku…. Aku tidak benar benar ingin berkata separti itu… ku mohon Minho…. mengertilah.. mengerti bahwa tadi bukan sebenarnya yang ingin ku katakan. Ku mohon maafkan aku….

Sooyoung berlalu begitu saja. Minho masih mematung dalm keheningan. Dia masih menangis, mengingat kata kata yang baru saja Sooyoung ucapkan.

“mianhae noona… karena aku membuatmu sakit dan terluka. Dan mianhae… aku tak bisa untuk tidak mencintaimu.”

TBC

 

hwaaaaaaaaaaa maaf kalo jelek T.T

episode kali ini penuh sama Minho dan Sooyoung yaa~ hehe. nanti di part selanjutnya ada yang lain kok ^^ tunggu aja ya~

jangan lupa komen😀 kamsahamnida~

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on December 26, 2010, in fanfic and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 24 Comments.

  1. bagus chingu…
    lanjutkan…
    like like like….

  2. part 3 yg dtgu mncul jg….
    hehe…
    lanjut trs….*jgn kelamaan*😀

  3. @soolovers: makasi yaa chingu ^^ di tunggu aja😀

    @seo_young: wah di tungguin >.< makasi yaa chingu😀
    oke insyaallah kalo ada inspirasi tunggu aja🙂

  4. minho romantis banget u,u ditunggu lanjutannya ya🙂

  5. Suka minho~
    udah ama minho aja.
    *apalah ini aku selalu jadi provokator*

    uoo~ menong, kau baik sekali nak. ayo buat noona menyukaimu dan buat kyuhyun babo itu menyesal
    #ditikam kyu#

  6. Sip, sama-sama. hehe
    dimana ada kyuyoung disitu ada Haku. wkwk
    *pd*

    eh, kpn-kpn mampir di WP ku juga ya. hehe
    . Haku

  7. Aaaa… Temen* Soo Jahat bgt T.T
    “Minho Lupakan Soo , biar soo bahagia” *elus2 minho*

    Ditunggu part.4 nya😀

  8. RyuMaTSumOTo ^^

    annyeong haseyo ..
    saya reader baru disini ,, mohon bimbingan.a ^^ *kyak skolah aja*
    oya , kenalkan ryu imnida🙂
    15 y.o d kediri jatim ..😀

    saya ni reader setia dari blog summer unnie *yang ff.a kyuyoung late night worry, anda sudah membacanya kan?*
    makanya saya mampir kemari🙂 *ga nyambung*
    eheheheh …

    • annnyeong Ryu🙂 salam kenal juga~
      wah kita seumuran lohh😀
      tp aku di bekasi hehe🙂

      iya iya aku tau, aku suka bgt tuh late night woory nya summer🙂
      makasih udah mau nyempetin mampir ke blog :0
      makasih juga udah mau baca n komen🙂

  9. wahh.. seumuran ya ?? jadi malu aku panggil unnie O.O
    trus aq pnggil km siapa nih ??
    bekasi ? jauhh nyyee~~

    ekekek .. sami sami *baca:sama sama*

  10. yoorim aku datang!! maaf ya lama ga muncul

    minho kasian banget!! ayo sooyoung sadarlah nak.. terima aja minho dan lupakan kyuhyun jelek itu *dilindes mobil kyu

  11. Usually I don’t article on blogs, but I would like to say that this post quite forced me to complete so! Thanks, very nice article.

  12. Minho sabar yach !!!!!!!!!!! sooyoung onnie malakukan itu untuk tidak menyakiti onnie yoona & oppa minho . Minho jangan menyerah yach !!!!!!!!!! minho -yah facting !!!!!!😀

  13. minho oppa klo soo eonnie g’ mau ama oppa,,, oppa ama aq aj….. hehehehe… ngarep…….
    kre bgt nie ff…. aq mkin ska…

  14. Aku merasa sooyoung eonni di sini sangat sedih? #memang plakk
    Daebak chingu

  1. Pingback: (fanfic) You and Him part 4 « allkpopfanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: