(fanfic) You and Him part 4

sebelumnya yang belum baca part sebelumnya ini link nya –>

part 1
part 2
part 3

YOU AND HIM Part 4

Author: Han Yoorim

Cast:

-Choi Sooyoung

-Cho Kyuhyun

-Im Yoona

-Choi Minho

-Seo Joo Hyun

Length: ber-part

Genre: sadness, and other I don’t know

Happy reading~ ^^ semoga suka😀

 

Hari itu sangat sepi bagi laki laki itu. Karena gadis yang dia suka tak terlihat hari itu. Mungkin kah sakit karena hujan hujanan kemarin? Atau karena perasaannya sakit? Atau mungkin karena batinnya yang tertekan karena sahabatnya yang meninggalkannya dan karena dirinya? Choi Minho sendiri tak tau apa yang terjadi. Dia hanya termenung duduk di lapangan basket memikirkan gadis yang di sukainya sekaligus Sunbae nya dalam basket, Choi Sooyoung.

Cuaca sangat buruk. Matahari tampak murung untuk menampakkan dirinya. Dan langit terlihat benar benar akan badai hari itu. Sekolah telah sepi. Hanya laki laki itu dan mungkin sosok yang tidak di ketahuinya yang berada di sekolah itu. Dan Minho tidak ingin pulang, walau langit tampak sangat gelap.

Tanpa di sadarinya seorang gadis telah duduk di sampingnya,

“kau memikirkan Soo?”

Minho menoleh saat mendengar suara khas milik Yoona. Dan Minho hanya mengangguk.

Sekilas wajah Yoona terlihat sedih, bagaimana tidak, Minho adalah laki laki yang dia suka, dan laki laki itu menyukai Sooyoung, sahabatnya sendiri. Tapi wajah sedih Yoona segera hilang dan dia tersenyum,

“kalau kau memikirkannya, begitu pun aku. Aku.. merasa sangat bersalah padanya,” Yoona memandang langit langit Sekolahnya, di perhatikannya dengan sangat detail, “aku, adalah orang yang telah menyebabkannya seperti ini. Dan aku sendiri bingung.. apa yang harus aku lakukan. Bodoh kan aku?”

Minho memperhatikan sosok Yoona yang sedang memandang langit langit bangunan sekolahnya, dia ingin menjawab. Tapi lidah nya kelu untuk berkata kata.

“Minho, kalau sudah begini aku harusnya mati saja kan??! Iya kan?!”

Yoona menutup kedua wajahnya dengan tangan mungilnya. Minho tak tau, apa Noona di sebelahnya menangis atau tidak. Minho hanya diam. Bingung ingin berkata dan melakukan apa.

“Minho… aku rasa aku tau alasan kau menyukai Sooyoung..” Yoona menoleh ke arah Minho, “dan aku sadar betul.. apa kekuranganku di banding dia,”

Minho masih diam dalam hening, sekarang dia hanya bisa menunduk.

“aku tau Minho.. aku memang menyukaimu. Tapi aku tau.. perasaanmu ke Sooyoung lebih besar”

“…”

“kalau harus jujur, aku mau bilang, bahwa aku membencinya. Sangat membenci Sooyoung dan mungkin sampai kapanpun tetap membencinya,”

Minho membelalakkan matanya, dia sangat kaget mendengar kenyataan itu,

“tapi Minho… percayalah. Bagaimanapun.. aku tetap sayang padanya..”

Yoona berusaha mencegah air matanya turun, tapi gagal. Dia menangis, tapi berusaha menyembunyikan tangisan itu dari Minho.

Yoona hendak pergi dengan jalannya yang sedikit lunglai, tapi dia berhenti dan membalikkan badannya menghadap Minho,

“besok adalah hari ulang tahun Sooyoung. Aku harap kau adalah orang pertama yang mengucapkan selamat kepadanya..” Yoona tersenyum sangat manis. Tapi mungkin hatinya sangat terluka.

“noona!!!!” Minho berteriak sangat keras sebelum Yoona meninggalkannya terlalu jauh. Yoona memberhentikan jalannya dan menengok ke arah Minho,

“ne?” Tanya dengan suara yang penuh dengan isakan tangisan.

“kenapa… kenapa kau memberitahukan aku hal seperti itu noona? Bukankah kau juga menyukaiku?” Tanya Minho sambil menunduk dan terlihat ragu.

Yoona menengadah menghadap langit dan memperhatikan langit yang sudah sangat gelap, “karena… karena aku ingin kau bahagia. Bagiku itu sudah sangat cukup,”

##

Hari ini adalah hari Minggu. Dan hari ini pula gadis itu berulang tahun tepat di usianya yang menginjak 17 tahun. Sooyoung tersenyum, tubuhnya sangat lemah karena beberapa hari belakangan ini dia sakit. Tapi baginya, untuk hari ini saja, dia ingin ceria. Menjadi dirinya yang dulu kembali.

Sooyoung memasuki toko kue di pinggir kota Seoul. Dia ingin memilih kue ulang tahunnya untuk di rayakannya bersama keluarganya yang akan tiba dari Jepang sore nanti. Dan dia juga telah mempersiapkan dress yang akan di kenakan nya nanti.

Black Forest cake, kue yang telah di pilih nya sebagai kue yang akan menjadi saksi ulang tahunnya yang ke 17 sore nanti. Kue sederhana yang sangat Sooyoung suka karena rasa manisnya yang luar biasa.

Setelah selesai membeli kue ulang tahun, Sooyoung hendak kembali ke rumahnya dengan sepeda yang tadi dia gunakan untuk datang ke toko kue itu. Dia mengendarainya di dinginnya jalanan kota. Tapi gadis itu tetap tersenyum. Semilir angin yang menerpa tubuhnya adalah anugrah terindah baginya.

Gadis itu ingin selalu tersenyum. Seperti saat ini. Sooyoung tak ingin mengingat masalah di sekolahnya, karena akan membuat dirinya tersiksa dalam kepedihan.

Sooyoung POV

Aku sampai di rumahku, dan saat aku memarkirkan sepedaku, aku melihat sosok laki laki berdiri di ambang pintu rumahku. Dan dengan segera aku menghampirinya. Ah itu kan Choi Minho? kenapa dia ada di sini?

Beribu pertanyaan mencuap dalam hatiku saat ini juga. kenapa? Apa Minho tidak mengerti aku tidak ingin bertemu dengannya?

Aku menghampirinya yang masih berdiri di ambang pintu. Tangannya memeluk sebuah bingkisan berwarna biru muda dengan pita berwarna biru tua. Bingkisan yang sangat besar.

“Minho?”

Dia menoleh dan menyunggingkan sebuah senyuman tulus di bibirnya.

“ah noona.. saengil chukae hamnida” teriaknya.

Aku terpana sebentar, memandangi wajahnya yang ceria itu. Dia adalah orang pertama yang mengucapkan kalimat itu padaku. Mendahului semua orang yang mengenalku. Bahkan mendahului keluargaku.

Rasa bahagia tak mungkin aku cegah. Aku senang melihat kenyataan bahwa dia adalah orang yang pertama mengucapkannya. Aku tersenyum. Senyum yang menurutku adalah senyum yang sangat tulus.

Minho mendekatiku, menyodorkan bingkisannya tepat di hadapanku, “untukmu,” katanya.

Dan tiba tiba Minho menarikku ke dalam pelukannya. Aku hanya bisa bergeming dalam hati. Aku merasakan nafasku sesak. Minho memelukku dengan sangat erat.

“Minho, lepaskan~”

Minho segera melepaskan pelukannya dan aku meninggalkannya sendirian di halaman rumahku. Aku lupa, walaupun bukan di dalam lingkungan sekolah, aku tetap harus menjauhi Minho. karena aku tidak mau membuatnya berharap padaku.

Sebelum aku menutup pintuku, aku melihat wajahnya berubah menjadi kecewa. Sebenarnya bukan ini yang mau ku lakukan, tapi aku tidak ingin dia berharap padaku terlalu jauh. Mungkin aku salah melakukan ini, karena tadi aku pun merasa senang menerima kenyataan bahwa dialah yang mengucapkan saengil chukae hamnida untuk yang pertama kalinya. Tapi kalau mengingat kejadian yang menimpaku akhir akhir ini akan membuatku sadar akan hal itu.

Tiba tiba ponsel di sakuku bergetar, dan aku segera melihatnya pesan itu. Pesan dari ibuku,

From: eomma

Kau sudah membeli kuemu? Sebelumnya mianhae, eomma dan appa tidak dapat ke Korea sekarang. Kau tau, urusan kami di sini masih banyak dan sangat sulit. Mianhae.

Aku menaikkan alisku, apa apaan ini? Ya tuhan, pastikanlah bahwa mereka sedang bercanda! Kenapa harus di hari ulang tahunku?

Entah kenapa aku jadi membenci hari ini. Bahkan sampai di kalimat terakhir pesan itupun eomma tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.

Aku memandang kue ulang tahun di hadapanku, aku benar benar merasa seperti orang yang sudah tak di butuhkan lagi. Padahal aku sangat ingin bercerita tentang sekolahku. Dan mungkin saja aku bisa di pindahkan ke sekolah lain kalau aku bercerita. Tapi kenyataannya tak begitu.

Aku menghela nafasku panjang, aku masuk ke dalam kamarku. Memandang cermin di hadapanku. Hari ini aku sudah menata rambutku dengan sangat rapi, aku memakai dress berwarna kuning cerah. Sebenarnya, warna dari dress ini aku sengaja pilih agar aku tidak merasakan kepedihan untuk hari ini saja. Tapi percuma, bahkan sekarang semuanya berantakan. Aku menatap wajah gadis di depan cermin, dia tersenyum. Sangat pahit. Dan matanya sembab, sama sepertiku.

Sooyoung POV end

Normal POV

Gadis ber dress kuning cerah itu keluar dari rumahnya, ketika dia berada di ambang pintu kakinya menabrak sesuatu, sebuah bingkisan kotak berwarna biru muda dengan di beri pita berwarna biru tua. Sama dengan bingkisan yang baru tadi pagi dia lihat. Sama dengan bingkisan yang Minho bawa untuk mengucapkan ‘saengil chukae’ kepada Sooyoung.

Sooyoung mengangkat bingkisan itu ke dalam pelukannya. Bingkisan yang cukup besar dan ringan. Sooyoung hanya memandang aneh dan memasukkan bingkisan kado itu ke dalam rumahnya.

Gadis itu menyusuri jalanan di kota besar Seoul, matanya hanya tertuju pada ponsel yang berisikan pesan dari eomma nya tadi. Kalau di bilang sakit, memang benar sakit, tak ada yang bisa di pungkiri lagi karena kenyataan itu terbukti pada sekarang.

Dia terduduk di sebuah bangku taman kota. Ada seseorang yang memperhatikannya saat itu. Mata itu.. sepasang mata seseorang yang sangat Sooyoung sayangi, Cho Kyuhyun. Laki laki itu mendekat ke arah Sooyoung,

“ya~ bukankah kau tak seharusnya berkeliaran di sini saat ini?”

Sooyoung menoleh, sekejap wajahnya berubah senang, tapi di hantui oleh perasaannya sendiri sehingga berubah menjadi seperti biasa. Sooyoung yang awalnya akan menjawab, kini memilih diam. Bukankah Kyuhyun telah menyakiti hatinya?

“ya! Sooyoung aku berbicara padamu!! Bukankah kau pernah bilang? Bahwa hari ulang tahunmu adalah hari yang sangat penting? Pulanglah~ tak seharusnya kan kau di sini seperti mayat hidup. Wajahmu pucat sekali tau!”

Sooyoung kembali menoleh. Secercah harapannya tiba tiba muncul begitu saja, dia tersenyum di balik wajah pucatnya itu,

“kau mengingat hari ulang tahunku? Dan kau tau aku sangat menunggu hari ulang tahunku?”

Wajah Kyuhyun berubah drastis menjadi malu malu, “ahhh aniyo! Aku hanya ingat karena kau mengucapkannya berkali kali saat aku bermain starcraft kau tau?! Huh” sanggah Kyuhyun.

Sooyoung tertawa pelan, dia masih lemah bahkan untuk tertawa saja.

Kyuhyun menatap Sooyoung, “ya~ aku kan bertanya kenapa kau di sini hah?”

Sooyoung memandang samar pemandangan di depannya, “aku? Di sini? Bukankah kau pernah bilang aku ini bukan urusanmu lagi hah? Ya, tapi bagus kalau kau sudah tak peduli itu lagi. Aku di sini karena aku bosan sendirian,”

Kyuhyun melongo, “ne! memangnya kenapa kalau sekarang aku mengurusi sedikit urusanmu hah? Kau sendirian? Biasanya hari ulang tahunmu selalu kau penuhi bersama keluarga, bukan?”

Sooyoung mengangguk cepat, “tapi hari ini mereka sibuk,”

Kyuhyun mengangkat bahunya, “benarkah? Kalau begitu temani aku saja hari ini bisa? Aku akan mengganti harimu menjadi bahagia. Izinkan aku. Hm aku tau… kau tersiksa akhir akhir ini bukan?”

‘mwo? Apa katanya?’ Sooyoung mengerjap kaget sambil mencubit ke dua pipinya, berharap saat itu bukanlah mimpi.

##

Laki laki itu masih di halaman rumah Sooyoung, matanya rasanya memerah dan terasa sangat panas. Dia ingin menangis, benar. Yang benar saja, dia adalah orang yang sangat senang mendapatkan gelar ‘orang pertama yang mengucapkan saengil chukae’ ke Sooyoung, tapi dia di tinggalkan sendirian di depan halaman nya.

“ku pikir kalau aku bersembunyi saat noona keluar, dia akan mencariku, tapi ternyata tidak. bahkan hadiah yang ku berikan kepadamu hanya kau simpan. Kenapa? Apa aku masih orang yang kau anggap seperti anak kecil seperti yang kau bilang saat itu?”

Minho berbicara sendiri, seolah di sampingnya ada orang yang akan mendengarnya berbicara.

“aku… bagaimanapun tak bisa berhenti untuk tidak mencintaimu noona…”

Minho menatap langit yang mulai di selimuti salju, “karena hari itu adalah hari terindahku. Saat aku menemukan mu. Saat hatiku mulai bergerak dan menyatakan bahwa aku mencintaimu..”

Udara sangat dingin. Salju seolah tak mau berhenti turun. Saat laki laki itu mulai merasakan tangannya yang kedinginan dan tubuhnya menggigil, dia berdiri dan tersenyum nanar menatap rumah gadis itu. Kemudian pergi dengan kaki lunglai.

Kalau mencintai haruskah aku merasa sesakit ini?

TBC

 

kyaaaaaaaaaa >.< maaf kalo jelek yaaaa huhu jangan lupa komen biar aku memperbaiki kesalahanku🙂

sebelumnya makasi udah mau baca😀

kansahamnida~ ^^

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on January 5, 2011, in fanfic and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 20 Comments.

  1. ceritanya bagus banget, kasian minhonya huaaaa sooyoung onnie jahat >.< kalo kaya gini ceritanya jadi pengen sooyoung sama minho aja deh haha, part selanjutnya jangan lama-lama ya, oh ya salam kenal🙂

    • ya ampun makasi banyak chingu🙂
      Soo unnie jahat ada alasannya kok😀
      hehe liat aja nanti yaa🙂

      oke oke insyaallah kalo ada ide🙂 hehe
      salam kenal juga yaa ^^ Han Yoorim imnida🙂

      • iya sama-sama🙂
        wah jadi makin penasaran deh haha
        please jangan lama-lama ya part selanjutnya *puppy eyes*
        Kim Eunhoon imnida hehe

  2. tambah seru chingu ceritanya..
    kasian minho..
    ditunggu next partnya chingu

  3. RyuMatsumoTo ^^

    kkkyyyyaaaaa *jerit pake toa*
    akhir.a yoorim update juga ni ff ,
    aku bahagia sekalii … *lebay mode n*
    aduhh,, si menong kasian banget ??? ga rela liat si menong *peluk menong , dikejar shawol pake linggis*

    wahh ..
    keren keren keren😉

    • wah makasi ada Ryu lagi😀 *ikut bahagia*
      aku juga ga rela haha ayo peluk bareng bareng😀

      makasi Ryu :*

      • RyuMatsumoTo ^^

        ayo .. berpelukan ala teletubbies *geret onew,kyu,key,jaejin,lee joon,siwon,yesung,donghae,eunhyuk,minhyuk,di pelukan ryu*

        okehh..aku masi menunggu part 5 nya ^^

  4. @eunhoon: oke tp ga janji cepet yaaa hehe
    wah salam kenal ^^ 15 y.o kamu?

  5. Ah yoorim, akhirnya posting juga. haha
    lama ni aku nunggu, ampe jadi mumi
    *dicium key*
    hehe.

    aduh. aku jadi soo aku cr itu menong ampe ketemu, kyu ngapain sih dst. hus,hus jauh-jauh!
    *dilempar onew*

    ayo lanjut. hehe

    nb: yoo, kamu 15? astaga, kirain seumur ama aku

    • kyaaaaaaa maaf ya kelamaan sebelumnya >.< huhu
      wah di cium Key ikutan dong😀 *plakkkk*
      aku juga maunya gitu haha ayo kita yg cari Minho aja xD

      iya tunggu aja ya ^^

      hm? emang umurmu berapa? haduh aku sok kenal sih langsung asal panggil Haku aja😦 mianhae yaaaa

  6. gwaenchana, santai saja. hoho

    menong kalo soo ga mau ada tetem ko tenang aja. huahaha

    Ayo dong post. lg. hehe

  7. @Ryu: aku ikut dong pelukannya xD kkkkkkk

    oke oke tunggu aja yaa Ryu🙂

  8. wah, ada kyuyoung moment!!
    ayo sooyoung terima minho aja! jangan sakiti minho…
    dan jangan berharap ke kyuhyun lagi…

    lanjut baca dulu aahh

  9. Aduh…….. CHO KYUHYUN ngapain lagi loe dateng kerumah sooyoung onnie hah (marah) bukanya ama seohyun aja mau nyakitin hatinya sooyoung onnie lagi hah & minho oppa sabar yach !!!!! atas kelakuan sooyoung onnie kpd mu minho

  10. Oppa, tegarlah, ada aku kok! #plakk, di jitak kwangmin oppa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: