(fanfic) Hate Me

Astaga >.< aku rasa ini adalah karyaku yang masuk ke dalam kategori buruk huhu. Entah kenapa aku ga suka bacanya ulang~ jadi maaf bgt kalo jelek🙂 sebenarnya jalan ceritanya sih aku suka, tapi pilihan kata kata yang aku gunain ga bagus L jadi untuk part selanjutnya ada kemungkinan ga di lanjutin~ tapi tergantung yang komen juga si ^^ hehe.

Lagipula aku ini bodoh atau apa? Udah tau yang You and Him aja belum selese eh buat ff yang berpart lagi hiks T.T

Dan satu lagi aku mau minta maaf~ maaf bgt kalo cast nya aku buat sifatnya aneh ato apa, bukan maksudku, tapi jalan cerita di pikiran aku si begitu :O maaf maaf bgt L apalagi karakter Soo nya~ hwaaaaaaaaaaa😥 *nangis nangis minta maaf*

Okeh, author bacot lupakan. Ini ff nya, semoga suka reader tercinta😀

HATE ME

Author: Han Yoorim

Cast:

–          Choi Sooyoung

–          Shim Changmin

–          Cho Kyuhyun

–          And maybe many other in next part

Aku memandangnya. Memandang pemandangan yang sebenarnya tak perlu aku cari di tempat lain. Pemandangan yang akan membuatmu merasakan apa yang di rasakannya. Pemandangan yang sesungguhnya tak ingin ku lihat. Pemandangan yang membuatku sakit saat aku melihatnya.

Aku menangis. Ya, pasti. Bagaimana tidak? semua akan menangis kalau berada di posisi yang sama denganku.

Aku bisa melihatnya. Dia tersenyum ke arahku. Senyum yang sama. Senyum yang tulus, di balik kesedihan hidupnya. Aku memandang nya sama, sangat hangat. Bibirku selalu menyunggingkan senyuman untukku. Aku mencobanya hanya untuknya. Karena tak ada alasan lain untuk aku bisa tersenyum bahagia.

Sudah berapa kali aku memohon pada Tuhan untuk mengabulkan doaku yang ini, hanya yang ini. Tapi kenapa tak pernah terkabul? Memang benar aku ini bukan manusia yang baik. Aku buruk. Melebihi itu.

Seseorang yang terbaring di hadapanku adalah seseorang yang membuatku sadar atas kesalahanku. Tapi itu sudah terlambat untuk membuatku sadar. Dia tak pernah membenciku sabagai manusia terburuk seperti yang lain. Dia, adalah alasan aku bisa bertahan sampai saat ini.

“sooyoung, kau sedang memikirkan apa?”

Aku tersadar, dan segera menoleh ke arahnya, Shim Changmin.

“ahh aniyo. Kau sudah makan Changmin?”

Changmin tersenyum dan mengangguk. Senyumnya adalah senyum yang sama seperti dulu. Senyuman yang akan dia ukir di bibirnya, bagaimanapun dia merasakan sesuatu. Sakit, senang, sedih, maupun yang lain, senyum itu senantiasa ada, senyum yang tulus.

Alasan yang membuatnya terbaring lemah di hadapanku seperti ini adalah aku. Aku yang telah hampir membunuhnya dengan tanganku sendiri. Aku yang sudah gila dan membunuh beberapa anggota keluargaku juga dengan tanganku sendiri.

Tapi saat aku ingin membunuhnya Changmin tersenyum ke arahku. Senyuman seperti ini. Yang membuatku mengurungkan niat bodohku.

“ya! Bukankah kau harus sekolah Soo?” Changmin mengayunkan tangannya di hadapanku.

Aku tersenyum, “aniyo, aku malas sekolah. Aku mau di sini”

Changmin menaikkan alisnya, “mwo? Kau ini bolos terus Soo,”

Aku menunduk, “karena bukankah kalau aku masuk sekolah aku harus merasakan hal yang sama? Yang menyakitkan. Maka aku lebih pilih di sini,”

Laki laki itu bangun dari tidurnya, mendekatkan bibirnya ke telingaku dan membisikkan sesuatu, “tapi aku tidak mau ke kau di sini,”

Aku menunduk makin dalam, tanganku meremas kuat. Dia selalu punya cara agar aku masuk sekolah, dan dengan bodohnya aku selalu menuruti apa perkataannya.

Aku pergi keluar, membanting pintu rumah sakit itu, ku dengar sebelum aku pergi laki laki itu tertawa. Huh.

#

Aku memandang sekolah dari kejauhan, bukankah sama aja aku masuk atau tidak? tak akan ada yang menganggapku. Tak akan peduli aku mau masuk atau tidak. dan lagi, aku tidak akan mengikuti pelajaran, karena lebih baik tidur di atap gedung sekolah.

Aku memasuki gerbang sekolah. Sekolah yang benar benar terlalu mewah untuk manusia buruk sepertiku. Sekolah yang hanya di penuhi oleh gadis gadis centil yang sekedar untuk mendapatkan teman banyak atau kekasih. Sekolah yang benar benar tak pantas untuk di masuki.

Sebenarnya, aku masuk di sekolah ini karena aku di biaya kan oleh orang tua Changmin. Tentu saja orang tua Changmin tidak tau aku telah membunuh orang tuaku. Sehingga aku sampai di biaya kan olehnya. Dan Changmin adalah orang yang menutupi itu semua kepada orang tuanya sendiri.

Begitu masuk aku langsung menuju atap sekolah, tempat yang bebas. Karena tak ada siapapun.

“ya! Kau tak masuk kelas? Jam pelajaran sudah di mulai,”

Aku menolehnya, laki laki itu berbicara pada siapa? “kau bicara denganku?” tanyaku ragu.

“iya lah bodoh! Mana ada orang lain di sini selain aku dan kau,” katanya kasar.

Aku tertawa. Ku pikir tak akan ada yang mengajakku bicara, itu alasan aku bertanya hal aneh padanya.

Aku berjalan mendekatinya, “aku.. tak perlu belajar lagi ku pikir. Untuk apa? Masa depanku suram,”

Laki laki berwajah tampan itu menjitak kepalaku, “bodoh! Belum tentu. Kau kan belum lihat itu, seenaknya aja berbicara,”

Aih.. aku ingin marah kepadanya. Tapi seolah pikiranku melayang memikirkan perkataannya.

“kau juga, kenapa di sini?” tanyaku dingin.

Dia hanya tersenyum ga jelas, “aku belum mengerjakan PR haha. Daripada di hukum lebih baik bolos”

“alasan bodoh,” pekikku

Wajahnya terlihat kesal saat itu, dan aku hanya bisa menahan tertawa melihat tampangnya yang sangat bodoh itu saat kesal.

Seketika suasana hening. Aku memandang langit yang sangat cerah pagi itu. Aku memikirkan banyak hal. Sedangkan laki laki di samping, entah sedang memikirkan apa dan memperhatikan apa, yang ku tau dia melihat ke arahku.

“siapa namamu?” tanyanya.

Aku menoleh kasar, “Sooyoung. Choi Sooyoung,”

“ah! Nama yang indah, Sooyoung berarti kelopak bunga mawar yang mewah kan?” tanyanya.

Aku tertawa di paksakan. Laki laki ini, adalah orang ke dua yang telah sadar arti namaku. Tentu saja yang pertama itu Changmin.

“ne, tapi mungkin nama itu tak cocok untukku,” aku menunduk. Memperhatikan sepatu yang ku kenakan. Sepatu hadiah dari orang tuaku, hadiah pertama yang ku terima dari mereka.

“waeyo?” tanyanya.

Aku menaikkan alisku, “ah aniyo. Lupakan. Oh iya namamu?” tanyaku yang sekarang sudah memandang wajahnya, yang benar benar terlihat sangat tampan.

“Cho Kyuhyun imnida,”

Dia tersenyum. Aku membalasnya.

Bukankah laki laki bernama Kyuhyun ini aneh? Dia tidak mengenalku, atau setidaknya menjauhiku. Semua orang di sekolah ini tau bukan aku anak bermasalah?

“apa yang kau pikirkan?”

Kyuhyun bertanya seolah olah tau kalau aku sedang memikirkan sesuatu, “ya~ kau tak mengenalku?” tanyaku penasaran.

Kyuhyun tertawa, “kau pikir kau selebritis hah? Dasar”

Berbicara dengannya memang sangat tak nyambung, dan membuatku benci harus berkata apa, ugh!

“ne ne, jangan marah Sooyoung, kalau kau memang gadis populer di sekolah ini, aku tak akan tau. Aku baru seminggu di sekolah ini, jadi jangan salahkan aku karena tidak mengenalmu,”

Perkataanya salah. Sangat salah. Aku bukan populer. Aku di benci. Tapi entah kenapa perasaanku bahagia saat dia belum mengetahui aku ini siapa yang sesungguhnya. Aku tidak ingin dia tau, aku manusia terburuk yang ada. Aku tidak ingin makin banyak orang yang membenciku.

Aku menatapnya, “aku… bukan gadis populer bodoh.”

“lalu?” tanyanya seraya mendekat ke arahku.

Aku menghela nafas panjang, haruskah aku berkata jujur pada laki laki ini? “aku…. Mungkin bukan seperti orang yang kau bayangkan.”

Aku berdiri dan tersenyum lirih. Kemudian merentangkan tanganku. Andai seluruh dunia ini milikku… andai saja..

“tidak seperti… yang aku bayangkan? Memang kau tau aku membayangkan apa?” tanyanya seraya berdiri di sampingku.

“tak tau. Tapi pasti tidak.”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, mungkin bingung dengan perkataan ku.

Aku menengadah ke arah langit, langit masih sama. Tapi aku tidak. aku tak pernah menangis sesering dulu lagi. Aku tak pernah merasakan kebahagiaan lagi. Aku tak pernah memberikan senyum yang tulus seperti dulu. Kenapa? Aku pun tak tau.

BRAKKKKK

Aku mendengar suara pintu yang ada di dekat tangga terbuka. Seorang guru terlihat di sana. Memandangku dan Kyuhyun dengan wajah marah. Ah salah, dia memandang dengan cara seperti itu hanya kepadaku.

Aku menaikkan salah satu alis ku, menganggap remeh tampang bodoh guru itu. Dia mendekat dan menarik ke dua tanganku,

“waeyo???” teriakku.

Guru itu tetap menyeretku, “ya! Aku bertanya. Kenapa? Membawaku pergi hah?!” aku berteriak lebih keras. Aku tau, Kyuhyun memperhatikanku. Apa yang kau pikirkan hah setelah melihatku yang gila ini?

“kau mencuri cincin adik kelasmu kan?!” kata guru itu.

Cih? Aku? Mencuri? Untuk apa? Aku ga butuh harta!!!

Guru itu tetap menyeretku, rambutku berantakan. Lagi lagi aku di fitnah, percuma aku datang ke tempat ini bukan? Karena itu akan membuatku semakin membenci hidup.

“yang aku tanya kenapa kau menuduhku yang melakukan tindakan kriminal itu HAH?!! Bukan kenapa kau menyeretku!!” lagi lagi aku berteriak. Yang membuatku mungkin di kira makin stres. Apalagi aku sudah sampai di lantai dua. Jadi semua murid memperhatikanku.

Guru itu menatapku tajam, “masih bertanya hal itu? Sudah jelas karena kau satu satu nya murid TERBURUK” pekiknya.

Aku hanya bisa menggeram dalam hati. Aku benci. Sangat benci sekolah ini.

Saat aku hendak masuk ke ruangan kepala sekolah, aku melihat Kyuhyun. Pandangan itu… kenapa memandangku seperti itu?

TBC

 

yahh gimana? mungkin kalian ga suka pasti kan? huhu. tapi hargain autthor yang memelas ini ya *loh?* wkwkw

makasi🙂 yang udah baca jangan lupa tinggalin jejak dengan cara komen. okeh? sekali lagi Kamsahamnida😀

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on January 17, 2011, in fanfic and tagged , , . Bookmark the permalink. 19 Comments.

  1. waaaa onnie suka banget ceritanya saeng, baru pertama kali nemu sooyoung onnie karakternya gini
    itu kenapa deh kok sooyoung onnie ngebunuh orang tuanya ?
    penasaran u,u
    lanjutin ya saeng *harus* *maksa banget* haha

  2. CocoDevilKyuYoung

    sooyoung kasian ;_; *peluk Soo*
    Walaupun Kasar aku suka karakter soo =))
    Changmin Baik bgt😉

    Lanjott ya :DDD

  3. aigoo……
    sooyoung onnie, kenapa kamu bisa membunuh org tuamu??
    tp aku suka karena changmin oppa-ku mungkin bisa merubah sooyoung ke arah yg lebih baik……
    org yg baik akan dpt jodoh yg baik juga
    *haha curcol*

    lanjut yoorim…..
    lanjutin aja, walaupun yoorim gak suka……
    hahaha😀
    *SARAP*

  4. sooyoungnya aneh nian!! *jadi orang sumatra*
    kenapa dia pake bunuh orang tuanya segala? apa dia psycho ya *plakk
    dan itu gurunya kejam sekali >.<

    lanjutin ya Yoorim-ah!!! *puppy eyes*

  5. DIKIRAIN ONE SHOOT!!!
    *ga nyantai bet*

    iah, changmin aku napa itu. diapain ama soo?huhu
    *dipoppo key*

    udah soo kalo benci skolah, ga usah skolah aja. kabur aja kawin lari ama changmin ke busan
    *plakk*

    ayo dilanjut

  6. RyuMatsumoTo ^^

    kkkkkkyyyyyyaaaaaaaaaaa *njerit pake toa mesjid*
    yoorim ..!!
    ihh,,gregetan sama ni ff ,
    tu guru rese banget sih ??
    ga suka w liat.a ,, hajar saja *bak buk bik buk*

    kwkwkwkwk..seru nih ff ,,
    ayog lanjutt *kedip” geje ke yoorim*

    • aduh aku ame budek nih Ryu –”
      haha sabar sabar yaaa😀
      ayo hajar bareng bareng!!! wkwkw

      serius? bagus deh😀 hehe
      oke tunggu aja ya🙂 makasi Ryu udah mau baca n komen😀

  7. waaahhh…
    seru bgt ni ff,,
    penasaran bgt ma kelanjutannya,,
    lanjutkan chingu..

  8. yoayo dibuat nikah lari ama changmin. wkwkwk
    aish, minnie lucu bgt.
    *gajelas*

  9. lanjutan ,, gag sbar nieh klanjutannya .. jadi penasaran ..

  10. TasyaELFEunSiHae+kyu

    lanjutkan!

  11. ngeri deh klo Soo unnie kaya gitu…wkwk
    tp bagus kok apalagi ada si Evil Kyu…Laaannjjjuuutt….
    wkwkwk..

    #mian, reader baru disini jd maklum klo bru komen. bru tau ada ff di sini.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: