(fanfic) Hate Me Part 2

halow aku kembali dengan fanfic hate me ^^ karena hari ini my hubby ultah jadi SAENGIL CHUKAHAMNIDA CHO KYUHYUN❤

dan untuk Kyuhyun, nanti ada kok fanfic spesial birthday nya tp ntar yakkk aku belum buat *plakkkk*

tapi sekarang baca yang ini aja okeh?

yang ga suka sama cast nya ga usa baca! daripada nge bashing ga jelas dan yang ga mau comment jangan baca yahhhh? okeh, udah baca ga komen dosa! buat author kesel huhu

langsung aja, happy reding ^^

HATE ME Part 2


Author: Han Yoorim

Cast:

–          Choi Sooyoung

–          Shim Changmin

–          Cho Kyuhyun

–          Kwon Yuri

–          And maybe many other in next part

Kalau mengingat kejadian tadi itu membuatku sangat muak. Benar benar muak. Selain itu… aku membenci tatapan nya. Tatapan seorang laki laki yang baru ku kenal tadi, Cho Kyuhyun?

Sebenarnya tak usah di jelaskan lagi, aku memang sering kali mendapat pandangan seperti itu. tapi kenapa? Untuk seorang laki laki yang baru ku kenal hari ini juga memandangku seperti ini? Oh Tuhan… berhentilah membuat beban dalam hidupku. Aku sangat lelah di pandang sebelah mata hanya karena hal itu.

Aku berjalan menyusuri sungai Han, sungai yang sangat nyaman untukku. Aku sering berjalan ke sini hanya untuk menenangkan pikiranku. Sebenarnya, aku masih ada jam pelajaran, namun karena sudah di putuskan aku akan di skors untuk 3 hari ke depan maka lebih baik aku meng-skors-kan diri dari sekarang. Menjauh dari sekolah yang benar benar aku benci.

“Sooyoung..”

Seseorang memanggilku? Dengan suaranya yang sok merdu? Aih aku sangat hafal dengan suaranya yang menjijikkan, aku tak menoleh sedikitpun. Seolah olah aku tidak mendengar apapun. Yeah, inginnya begitu.

“Sooyoung…”

Dia menarik lenganku kasar, dan mau tak mau aku harus memandangnya, “mwo?” tanyaku.

“kau harus meminta maaf padaku Soo,”

“untuk?”

Dia menarik nafas panjang, “yeah… kau melupakan hal yang terpenting lagi. Kau melupakan aku. Kemudian mengambil Changmin dari sisiku.”

Cih, WHAT THE H*LL? Setidaknya walaupun aku buruk aku tidak seburuk gadis di hadapanku ini.

“kau yang memulai, kau yang merasakan akibatnya,” jawabku.

“aku, Yuri, adalah sahabatmu bukan?”

Yeah sekali lagi aku membenci cara bicaranya yang di buat buat yang seolah mengatakan ‘aku-tidak-salah-apa-apa’

Aku menatapnya tajam,  “sa-ha-bat? Apa kata itu berlaku untuk seseorang yang saling menyakiti satu sama lain? dan berlaku untuk seseorang yang telah membuat orang lain merasa the bad female, hah?

Yuri tertawa, “bersikaplah dewasa Soo. Bukankah kau tau? Manusia hidup hanya untuk saling menyayangi dan saling menyakiti. Kalau kau tidak ingin menyayangi, kau pasti hidup dengan menyakiti orang lain. percayalah hal itu. bukankah Changmin selalu memberitahu hal itu kepada kita berdua Soo? Dan mungkin seorang Changmin juga tidak akan percaya kau memilih ‘menyakiti’ ketimbang menyayangi, hahaha”

Aku menunduk dan meremas tanganku dengan kasar, Yuri seolah menjelek-jelekkan diriku dengan mengatakan aku ‘hanya bisa menyakiti’ dan tidak bisa untuk menyayangi.

Kalau di pikir memang benar, aku hanya hidup untuk itu. sekarang. Tidak untuk dulu. Tapi tetap saja… seorang Sooyoung tidak…. ingin seperti itu.

“Sooyoung, bukankah kau masih mencintai Changmin? Padahal kau telah hampir membunuhnya, bukan?”

Aku kembali menatapnya tajam. Sebenarnya susah untuk mengakui perasaanku saat ini, tapi aku hanya ingin bilang aku ingin menangis. Aku membencinya, sangat membenci Kwon Yuri.

“Yuri, berhentilah berbicara seperti itu!! kau ingin ku bunuh hah?!” bentakku kasar sambil menjambak rambutnya,

“kalau kau ingin, kau boleh. Tapi apa kau tak ingat siapa yang telah membuatmu merasakan kebahagiaan di cintai keluarga, Soo?”

Aku terdiam. Jantungku seolah berhenti berdetak untuk saat itu. kenapa? Kenapa aku harus mengingat hal ini di saat seperti ini?

“kalau kau mau aku akan membuat kedua orang tuamu memperdulikan kamu Soo, aku janji. Aku akan melakukan apapun untukmu. Karena kau adalah sahabatku,”

“benarkah? Ahhh saranghae chingudeul. Aku sayang kamu, Yuri,”

“ne, na do Sooyoungie. Berjanjilah setelah ini kau tidak akan menangis lagi, oke?,”

“ne, aku janji”

v^v^v^v^

aku memandang sekeliling, memandang pemandangan yang selalu ku lihat selama 3 tahun terakhir. Semenjak kejadian itu, aku selalu memandang Rumah Sakit ini.

Di sini, tempat Changmin di rawat. Seperi rumahku saja. Aku selalu di sini kapanpun aku mau. Karena aku bahkan tidak mempunyai tempat tinggal lagi untuk aku tempati.

Aku memandang ambang pintu yang sangat aku kenal. Kamar bertuliskan 388 adalah kamar tempat Changmin di rawat terus menerus selama 3 tahun terakhir. Miris sekali, ini bahkan juga menjadi tempat tinggal Changmin selama ini. Penyakitnya yang terlalu parah membuatnya harus kembali terus ke Rumah Sakit. Namun karena terlalu lelah untuk bolak balik, makanya orang tuanya memutuskan untuk membiarkannya tinggal di sini sampai suatu saat keajaiban yang membuatnya sembuh datang.

Apa yang akan di lakukan Shim Ahjumma bila mengetahui aku ini yang telah membuat Changmin tinggal di sini? Merasakan tajamnya suntik jarum yang berkali kali masuk ke dalam tubuhnya tanpa menggunakan obat bius? Ya, Changmin sering bercerita kepadaku bagaimana jarum suntik itu masuk ke dalam tubuhnya dan menancap ke dalam hatinya dengan tersadar. Tanpa di bius sama sekali. Aku sering bersalah mendengarnya. Karena propokator awal dari semuanya adalah aku.

Aku memasuki kamar bernomorkan 388 itu, menyambut tubuh seorang laki laki lemah yang terbaring di atas kasur lapuk. Aku tersenyum. Hanya bisa melakukan itu berkali kali untuk membuatnya setidaknya merasakan kehadiranku.

Aku melihatnya kali ini dia tidak menyambutku, matanya sedang terpejam. Laki laki ini kalau sedang tertidur memang sangat tenang. Dan aku bisa merasakan sosoknya yang kuat seolah tidak ada beban dalam hidupnya,

“Shim Changmin…”

Aku memanggil namanya perlahan, tidak mau menganggunya yang telah tertidur pulas.

Aku mengelus kepalanya pelan dengan tangan kananku, tanpa ku sadari aku tersenyum melihatnya. Memang kuakui aku menyukainya belakangan ini. Aku menyukai caranya menikmati hidup, aku menyukai caranya menghadapi hal yang sulit, menyembunyikan rahasia, dan caranya memandangku yang berbeda dengan manusia lainnya.. dia menganggapku sesuatu yang berbeda, yang terkadang membuatku merasakan aku adalah orang yang berharga.

Dan mungkin…. “aku berjanji untuk membuatmu bahagia…” Walaupun bukan denganku, aku harap…. “sampai kapanpun,” kau akan bahagia suatu saat nanti… “selamanya.” Berjanjilahhh padaku..

CEKLEK

Suara pintu terbuka dan ah, Shim Ahjumma! Aku segera melapaskan tanganku dari kening Changmin,

“ah ada Sooyoung, kau sudah makan sayang? Ahjumma bawakan makanan banyak nih hehe,”

Aku tersenyum, “gomawo Ahjumma. Aku lapar, tapi sebaiknya menunggu Changmin terbangun dulu hehe,”

“ne ne, kau baik sekali Soo. Pasti Changmin menyukaimu hahaha. Ahjumma ambil obat dulu ya, kamu jaga Changmin saja oke?”

Aku mengangguk mengiyakan, kemudian Shim Ahjumma pergi meninggalkan aku kembali berdua dengan Changmin.

Dan saat aku menoleh ke arah Changmin, “ya! Sejak kapan kau bangun?” teriaku kaget,

Ku lihat Changmin hanya cekikkikan tidak jelas, “semenjak kau mengatakan padaku kau berjanji untuk membuatku bahagia,”

“MWO? Huweeeeeeeeeeeeee kau pura pura tertidur ya? YA Shim Changmin kau jahat!!! Hwaaaa hwaaaaaaa” aku merengek pura pura menangis sambil memukul mukul badannya pelan. Jujur, aku sangat malu hwaaaaaaaaaaaa T.T

Ku lihat Changmin masih tertawa, “habis tadinya aku ingin bangun, tapi wajahmu serius sekali, jadi aku tidak bangun daripada aku menyiakan moment itu. hehehe”

Aku kembali memukul badannya pelan, sampai Shim Ahjumma datang dan menanyakan ada apa. Aku hanya cemberut dan tidak ingin menjelaskan apa-apa. Sedangkan Changmin masih tertawa terbahak bahak dan bersikeras untuk menceritakan hal itu kepada Shim Ahjumma, tapi bagaimanapun aku melarangnya keras!

Sebenarnya, aku sangat senang sekali mendapat kejadian hal seperti ini. Tapi bagaimanapun… kejadian seperti ini hanya akan jarang terjadi. Mengingat kenyataan yang sesungguhnya. Thanks God for Today❤

 

TBC

 

jangan lupa komen!!!!!! kritik dan saran di tunggu. gomawo ^^

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on February 3, 2011, in fanfic and tagged , , , . Bookmark the permalink. 19 Comments.

  1. hahaha
    sooyoung pake malu malu lagi,,hehe

    changsoo lucu lucu,,

    lanjoot author..

  2. ya ampun lucu banget eon😀
    lanjut terus ya~
    you and him nya kutunggu loh

  3. ih soo udah deh kau memang dtakdirkan ama minnie, jagalah dia. ayo sesuaikan janjimu..hehehe

    cintanya aku ada changsoo lagi,
    dan kenapa akhi-akhir ini minnie lagi dapet peran penyakitan kyu peran patah hati ? *plakkk*

    ayo, mau lanjutannya Y.Y

    minnie jaga soo, soo jaga minnie yah~

  4. RyuMatsumoTo ^^

    ahahaha *cumaketawadoang*

  5. ChangSoo❤
    akhirnya di post juga lanjutan yang ini hehe
    nice part saeng
    hwaiting^^

  6. nurlytareeskyblog

    Yorim,critax Bguz kok…
    Chang Pa kalo gak ada Sooyoung un aq jga rela kok ngerawat kamu*plak
    lanjut ! Btw gak ada scenex Kyu yea?

  7. changsoo changsoo changsoo……
    Parade ke t4 yoorim……

    changsoo changsoo changsoo……

    ayo yoorim, fighting……
    selanjutnya2……😀

  8. lucu unnie..ini masih ada lanjutannya nggak unn??

  9. TasyaELFEunSiHae+kyu

    aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…..
    rame…. ak rada bgung… s sooyoung knp bnuh ortunya??? o.o ( ah sudahlah abaikan…)
    hehe.. lanjutkan nyok author…
    jebal..*mode on muka aegyo…*

  10. Wah……………… ceritanya bagus bagetnya like like like !!!!!!!!!!!😀😀😀 lanjutin part 3 nya oke oke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: