(fanfic) December

annyeonghasseo ^^ ahirnya kali ini aku nge post ff hehe walaupun bukan lanjutan yang lalu, tapi ga apa apa ya?

aku buat ff ini buat Keiko yang minta couple Hara Minho hehe ^^ semoga keiko suka yaaa😀

sebelumnya, yang udah baca ff ini wajib komen!!! jangan jadi silen reader, plis hargai karya author yang udah buat ff ini. dan kalau ga suka, kasi kritik aja, jangan nge bashing, oke? buat yang ga suka sama pair nya ga usah baca ^^ gomawo, happy reading reader sayang ^^

DECEMBER


Author: Han Yoorim

Cast:

– Goo Hara

– Choi Minho

– Kim Jonghyun

Genre: sadness, separation (?), fault (?), romance, etc.

rating: PG-15

Summary: sebuah pengorbanan kecil yang tidak dapat di lupakan. Hara membenci Desember karena Desember adalah awal mula salju turun. Hara membencinya juga karena Amma meninggal sewaktu salju turun. tapi pikiran Hara tentang Desember dan salju berubah semenjak bertemu dengannya..

 

 

“Amma, ini aku buatkan syal untuk menghangatkan tubuh amma,”

Seorang gadis memasangkan syal nylon buatan tangan berwarna biru cerah. Gadis itu tersenyum manis,

“setelah ini amma tidak akan kedinginan lagi,”

Kemudian gadis itu berlari menuju kamarnya yang berada di atas. Meninggalkan Amma nya yang duduk di kursi roda.

Setelah sampai di kamarnya, gadis bernama Hara itu membuka jendela besar yang ada di sudut kiri kamarnya, dan menampilkan kamar seberang rumahnya yang juga ada jendela besar sama dengannya. Hara memandang dengan seksama kamar seberangnya lewat jendela besarnya itu, tampak seorang laki laki tampan sedang memainkan gitarnya. Jonghyun, dialah laki laki itu. ya, walaupun Hara mengetahui Jonghyun adalah laki laki yang baik dan sangat tampan, namun, Jonghyun bukan laki laki yang dapat membuat Hara merubah apa yang di bencinya menjadi di sukainya. Seperti seseorang di masa lalunya.

Hara mengalihkan pandangannya dari arah Jonghyun, kini matanya mengamati sebuah kalender yang terpampang di tembok pinknya. 13 January, hari ini tepat hari ulang tahunnya. Seperti biasa, tidak ada yang special di hari ulang tahunnya yang berusia 21 tahun. Dan lagi, hari ini turun salju, sama seperti tahun tahun yang lalunya.

Gadis itu dapat mengingatnya, salju adalah hal yang sangat di bencinya. Banyak fakta yang membuatnya semakin membenci salju. Dia tau, hari ulang tahunnya adalah di bulan musim salju dan otomatis salju akan menyelimuti hari ulang tahunnya. Makanya, Hara tidak pernah menganggap special hari hari seperti ini. Namun, semenjak 10 tahun yang lalu, pikiran Hara tentang salju berubah karenanya…

*****

10 tahun yang Lalu..

BRAKKKKKK

“AMMA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Hara menjerit histeris setelah mendapati Ammanya yang tertabrak truk. Darah berceceran di sekitar tubuh Amma Hara. Dan untuk usianya yang masih 11 tahun, Hara tidak tau apa yang harus di lakukannya. Dia hanya menangis dan tidak berani mendekati Amma nya yang telah berceceran banyak darah.

Darah bercampur salju yang putih. Warna darah yang pekat tercampur begitu saja di jalanan yang sangat sepi. Dan seolah tidak terjadi apa apa, salju tetap saja turun mengiringi darah yang berceceran. Tubuh Amma Hara seperti membeku seketika, tidak bergerak sama sekali. Dan kursi roda yang telah hancur berantakan sudah tidak dapat memopoh badan Amma Hara.

Setelah lama menangis, akhirnya pertolongan pun datang oleh warga setempat. Amma Hara segera di larikan ke rumah sakit terdekat. Hara hanya menatap tempat kejadian dengan hati yang sangat perih. Salju? Semenjak itu Hara benci menatap salju.

*****

Kabar buruk di terima Hara saat itu juga. Amma Hara yang semenjak Hara lahir tergolong cacat karena tidak bisa jalan, kini Amma Hara mengalami hal yang lebih parah. Akibat dari kecelakaan yang dahsyat, Amma Hara kehilangan sebagian fungsi organ dalamnya, sehingga Amma Hara tidak dapat melakukan apapun. Hanya diam duduk di kursi roda. Tanpa bicara, tanpa bergerak, dan melakukan aktivitas lainnya, hanya bisa mendengar dan melihat.

Hara yang mengetahui hal itu benar benar sangat terpukul, begitu pula Appa Hara yang baru saja tiba dari Seoul setelah bekerja.

*****

“Ahjussi, Hara beli satu kimbab nya ya,”

“hanya satu Hara?” tanya Ahjussi penjual kimbab kepada Hara.

Hara mengangguk dengan tatapan sedih, dia merogoh kantungnya yang hanya berisi uang recehan, “aku tidak punya uang lagi untuk membeli dua,” jawab Hara memelas.

Ahjussi itu hanya mengangguk mengerti. Kemudian menambahkan porsi kimbabnya ke dalam kimbab yang Hara beli.

“loh ahjussi, kok kimbabnya banyak banget?” tanya Hara bingung.

Ahjussi nya hanya tersenyum, “untuk Hara, Ahjussi kasih special. Jaga baik baik Amma mu ya. Nanti ahjussi akan datang berkunjung ke rumahmu.”

Hara mengangguk.

“nah ini kimbab mu,”

Hara membungkukkan tubuhnya 90 derajat sambil tersenyum dan berterimakasih. Setelah itu, Hara pergi meninggalkan tempat itu menuju rumahnya. Saat di perjalanan, tiba tiba salju turun.

“aih.. salju?”

Hara yang menyadari akan turunnya salju segera berlari karena takut. Hara sudah bertekad untuk membenci salju, karena telah menjadi saksi bisu dalam kejadian kecelakaan Amma nya. namun tiba tiba..

Brakkkkkk

Gadis kecil itu terjatuh dan terlempar agak jauh karena licinnya salju. Makanan yang di bawanya pun ikut hancur.

“sakit…” erangnya sambil memegangi lututnya yang berdarah.

“kamu tidak apa apa?”

Tiba tiba sebuah suara mengagetkan Hara yang terduduk lemah di tanah yang tandus. Dan seiring dengan suara itu, hara pun mendongakkan kepalanya, dan mendapati seorang laki laki yang terlihat seumur dengannya mengulurkan tangannya untuk membantu Hara.

Hara menerima bantuan tangannya, dan segera bangun dari duduknya.

“siapa kau?” tanya Hara, “aku tidak pernah melihatmu,”

Laki laki kecil di hadapannya tertawa kecil, “aku Minho, Choi Minho. aku pindahan dari Seoul. Aku pindah ke sini karena orang tuaku. Mungkin aku di sini hanya beberapa tahun saja, atau beberapa bulan. Ah, kau tak apa apa?”

“Minho? boleh aku memanggilnya begitu? Aku Hara, Goo Hara. Dan aku baik baik saja,” senyum Hara.

Minho lagi lagi tertawa kecil, “tentu saja boleh, Hara. Ah ya, kau kenapa lari larian begitu?”

Hara memutar balikkan badannya seperti mencari sesuatu, “mana kimbabku?” tanyanya tidak mempedulikan pertanyaan Minho. Dan setelah mendapati kimbabnya yang tidak jauh dari lokasinya berada sekarang, dia langsung mendekati kotak kimbab yang telah hancur berantakan dan tak layak di makan.

“kimbabku…”

Perlahan air mata Hara turun sambil memeluk kotak kimbabnya. Minho menghampiri Hara,

“kau ingin kimbab itu? aku belikan ya?” tanya Minho.

*****

“jadi kenapa kamu lari larian seperti itu?”

Hara menghela nafas, “aku….. takut salju…” jawabnya kaku. Dia takut apa yang di katakannya adalah hal yang sangat aneh menurut Minho. tapi ternyata salah, Minho hanya tersenyum,

“baiklah, kalau begitu, besok kita ketemu lagi, akan ku tunjukkan indahnya salju,”

Hara menatap Minho dengan sangat tidak percaya, “jangan…”

Minho memegang pundak Hara, “tenanglah… sekarang kau pulang ya. Amma mu pasti lapar menunggumu hehe,”

Gadis kecil itu tersenyum, kemudian kembali berlari melewati salju. Hingga dia sampai pada rumahnya, dan membuka pintu dengan sangat perlahan,

“Amma… aku pulang,”

Di lihatnya Amma sedang menatap bingkai foto Appa yang berada di meja kerjanya. Dan terlihat Amma sedang menangis. Hara yang menyadarinya segera mengahampiri Amma nya dan memeluknya dari belakang,

“Amma, maaf Hara telat. Tadi yang membeli kimbab banyak,” bohong Hara.

Kemudian Hara mengambil mangkuk dan sendok untuk kimbabnya, dan lalu menyuapin Ammanya dengan sangat tulus. Sesekali Hara menahan tangisnya melihat kenyataan bahwa Amma nya yang tidak bisa melakukan apapun, seperti mayat hidup. Dan Hara tau, cepat atau lambat, Amma nya pasti akan meninggalkannya. Karena mungkin sama saja hidup seperti sekarang ini, dengan tidak sama sekali memiliki seorang Amma.

*****

Hara kembali membaca sebuah surat di kamarnya. Surat yang berisikan kepergian Appanya. Di situ tertulis bahwa Appa nya meninggalkan Hara hanya berdua dengan Ammanya karena hal yang sudah pasti mudah di tebak. Appa Hara memilih tinggal di kota Seoul ketimbang kota berpenghuni sedikit seperti di sini. Karena urusan pekerjaan katanya. Dan alasan lain yang membuat hati Hara sedih adalah, karena Appa Hara capek mengurusi Amma.

Butiran air mata turun dari wajah Hara. Ini adalah kesekian kalinya Hara menangis setelah membaca surat itu. Seolah, Appa Hara tidak mempunyai rasa kekeluargaan. Hara yang masih berusia 11 tahun pun kini sudah dapat merasakan sakit yang tak tertahankan.

Hara menghapus air mata di pipinya, dia mencoba tersenyum dan memandang dirinya yang terlihat konyol di dalam cermin.

“aku masih 11 tahun, tapi kenapa aku merasa kesakitan orang dewasa? Appa, Amma, bisakah kalian membiarkanku untuk bermain seperti anak anak normal lainnya?”

Gadis itu kemudian membuka kaca jendelanya yang besar di sudut kamarnya, dan mendapati hal yang tidak biasanya.

“Choi Minho?” panggil Hara.

Minho hanya menyengir, “kita ketemu lagi. Ternyata kita tetanggaan ya hehe,”

Hara tersenyum kecil, yang awalnya sedih, kini perlahan kesedihannya hilang setelah kehadiran Minho dalam hidupnya. Minho mengajarinya banyak hal yang tidak Hara ketahui. Karena hidup bersama Amma nya yang cacat, membuat Hara tidak mengetahui banyak hal, selain itu, Hara juga tidak sekolah karena tidak adanya dana dalam hidupnya.

Minho mengenalkan keindahan desember dan salju terhadap Hara, yang membuat Hara berubah pandangan terhadap hal tersebut. Perlahan lahan, kebenciannya terhadap salju mulai sirna. Dan semakin lama, sebuah perasaan lahir dalam dirinya tanpa Hara ketahui.

*****

13 january 2002.

Sekarang, Hara dan Minho sudah berteman selama setahun. Ini adalah hal yang sangat menyenangkan yang pernah di terima oleh Hara. Dan sekarang, tepat pada usia genap Hara yang ke-12, dia akan memberitahukan sesuatu hal yang penting untuk Minho ketahui.

Gadis kecil itu memakai dress ungu dengan bordiran bunga lili di lengannya, juga renda kecil di ujung dress nya dengan aksen warna yang senada. Dia ingin, untuk kali ini saja, merasakan ulangtahun yang berbeda, yang special. Menurutnya, bersama Minho adalah hal yang akan membuatnya bahagia saat ini. Untuk itu, Hara segera datang ke rumah Minho.

Tok tok tok

Gadis itu mengetuk pintu rumah Minho. wajahnya yang ceria tidak pernah luput dari awal dirinya bangun tidur. Hari ini memang adalah hari yang sangat di tunggunya.

Sebelum seseorang membukakan pintu tersebut, salju turun. Hara tersenyum sangat senang. “aku menyukai salju,” katanya.

Beberapa saat kemudian, seseorang membukakan pintu tersebut.

“Minho ada?” tanya Hara dengan cepat.

“Minho? siapa?” orang tersebut terlihat berfikir, “oh, apa yang adik kecil maksud penghuni rumah ini sebelumnya?”

Sebelumnya? Jadi Minho telah pindah rumah? Ah, benar, Minho pernah bilang dia tinggal di sini hanya untuk sementara.

“jadi……. Sekarang di sini sudah tidak ada yang namanya Minho?” tanya Hara dengan suara yang kecil.

“ya, maaf ya,” orang tersebut langsung menutup pintunya begitu saja. Hara yang tidak dapat membendung kesedihannya langsung berlari di tengah salju. Kemudian kembali ke dalam kamarnya. Di tatapnya jendela besar di seberang kamarnya, dia baru sadar, itu bukan Minho. walaupun sama tampannya dengan Minho, tapi itu bukan Minho. Bukan Choi Minho.

Hara merebahkan tubuhnya di kasur pinknya,

“padahal aku hanya ingin mengatakan , aku sudah tidak membenci salju… di hari ulang tahunku… Bukankah kita baru 1 tahun mengenal? Kenapa begitu cepat?”

Hara membenamkan kepalanya di bantal kesayangannya. Tangis yang daritadi di tahannya keluar begitu saja. Dan sampai malam, dia terus saja menangis seperti itu. di iringi salju yang turun perlahan di kota sepi tersebut.

Salju turun di malam bulan purnama pertanda di suatu tempat seorang gadis kecil sedang menangis..

*****

“hara, hei Hara!!!” Panggil Jonghyun dari kamar seberang.

Hara yang sedari tadi melamunkan masa lalunya tersadar dan menoleh ke arah Jonghyun, “apa?” tanyanya ketus.

“hehehe jangan marah gadis manis,” godanya.

“apa sih?” jwab Hara kesal, “kau itu aneh sekali,”

Jonghyun mendekati ke arah jendelanya, sehingga bersandar di sana dan dapat menatap Hara dengan lebih jelas, “aku tau, tadi kau pasti melamun tentang masa lalumu kan? Tentang si laki laki salju mu?”

Hara mengerutkan keningnya, “aish.. kau sok tau!!!” pekiknya salah tingkah.

Jonghyun tertawa nyaring melihat tingkah Hara yang sudah jelas jelas dapat di tebak. Kemudian berbicara lagi, “bagaimana kalau aku mengenalkan seorang laki laki kepadamu? Mungkin kau dapat melupakan masa lalumu,”

“apa? Tidak mau!” jawab Hara cepat.

“hei, coba saja. Dia laki laki yang baik dan sangat tampan kok. Namanya Minho. Choi Minho,” kata Jonghyun dengan nada yang datar.

Hara yang sedang minum jus orange nya tiba tiba tersedak, “mwo? Choi…. Choi Minho??!!!”

THE END

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on March 6, 2011, in fanfic and tagged , , . Bookmark the permalink. 32 Comments.

  1. paaaassss bgt unniee….! aku sukaaaaaaa bgt yg ini…! wahahahaha…! d’best deh unnie..! apalagi kalimat yg bunyinya gini : “aku buat ff ini buat Keiko yang minta couple Hara Minho hehe ^^ semoga keiko suka yaaa :D”

    wakakakak…! ngakak aku ngebacanya..sumpah!

  2. Waah… happy ending! Bagus deh! Oh iya aku juga tunggu lanjutan you and himnya, ya… ^.^

  3. @keiko: pengen Kyuyoung? ntar ya kalo ketemu picture yang tepat aku jadiin background aja ya?

  4. MinHara_IS_Love

    Hwahhh…
    Endingnya gantung.. syg bgt..
    Coba kalo endingnya dipanjangin dkt.. minimal smpe Hara ktemu sm Minhonya lg lahh..
    Btw ada hub apa si Minho sm Jjong…??
    Btw, kesian amat sh nsbnya honey disini…
    Bkin MinRa pairing lg yahh…
    Hwaiting..^^

    • wah maaf yah di buat gantung. kalo aku lanjutin takutnya banyak yang ga suka. soalnya yang komen juga dikit, banyakan silent readernya huhu

      kalo ada hub apa, silakan reader sendiri yang buat jalan cerita lanjutannya ^^

      iya aku buat lagi nanti🙂

      sebelumnya makasi udah mau komen ^^

      • MinHara.IS.Love

        Bener yah buat lagi..
        Wahhh kalo aku baca FF MinRa mah.. pasti aku comment… hehehe…
        Janji yah bwt MinRa *pinky promise*

  5. ok ok~

    ff jg ya unn..

    >,<

    *ngarep*

    sori klu aku cma bisa request..😦

  6. iya haha lagi mandek idenya –” mau bantuin? kekeke😀

  7. sooseoyul + kyuyoung pastinyaa~

  8. oke aku mau posting ntar ya😀 aku edit dulu🙂 tunggu tanggal mainnya aja haha *alah*

  9. uwaa~

    aku service dlu yaa..

  10. nee~ annyeong unnie! sekar arum imnida~! (temennya keiko michiru -nunjuk keiko-) saya reader baru nih ! hahah ^^ V
    bagus banget ff nya unnie~!! terus berjuang ya unnie~!

  11. @arum: aku panggil arum ya? Hwaa senengnya di sini ada temen keiko😀 selamat datang ^^ sip makasi yaaa🙂

    • unnie~

      si arum itu

      *nunjuk nunjuk arum*

      itu bukan kpopers unnie~
      dia juga author
      tapi author komik jepang~
      dia suka nyubit pipiku~
      kadang kalo dia ngaco jgn diladeni unnie~

      hahaha~

      *lupakan bagian ini*

      • bukan kpopers? wah berati nyasar di blog ku😀 kekeke senengnyaaaa >.<

        arum author juga? buat ff dong? aku mau baca bolehh ?😀

        kalo aku ketemu kamu aku juga cubitin pipi kamu ahhh hahaha *evil laugh*

  12. hahaha~
    nyasar kerena pengen nyari ff yg bgs..aku rekomendasiin blog ini~
    kalo mau baca ff nya ada di notes di di fb koq unn~

    apa? unnie-ku yang baik ini juga mau ikut2an nyubit pipiku? aigoo~

    ooo~ tidak bisaa~

    *lari ke tempat evilkyu*

  13. uduuuuh~
    jangan gitu dooong unnie..
    kan dia kembaranku~

    *pede banget*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: