(fanfic) Special Taeyeon’s Birthday: I’ll Miss You

okeh aku tau ini telat banget. sebenarnya ini ff udah ada tanggal 9 lalu. tapi karena modem baal jadi sekaranglah aku ngepost nya.

maaf banget kalau cerita ini agak membosankan karena aku buatnya panjang banget nihhh.

dan yang udah bacaa, aku harap sih mau meninggalkan komen. komen dalam bentuk apapun aku terima kok asal ga nge bashing.

oke happy reading ^^

 

 

 

Ini berlangsung semenjak orang tuaku memutuskan untuk meninggalkanku sendirian di Seoul, dan mereka pergi ke Tokyo untuk bertahun tahun. Sebenarnya, aku bisa saja ikut ke Tokyo, hanya saja, aku sudah memilih universitas di sini. Biaya untuk masuk ke universitas juga lumayan, tidak mungkin aku pergi begitu saja ke Tokyo sedangkan Appa sudah membayar universitas ini dengan susah payah.

Aku tinggal di sebuah apartement, bersama seorang tetangga ku dulu. Seorang laki laki. Yah mungkin terdengar menjijikkan, tapi ini permintaan Appa agar dia menjagaku saat aku sendirian di Seoul. Dan lagi, aku dan dia tidur di kamar yang berbeda.

Junsu, dia adalah seorang laki laki yang tinggal bersamaku. Umurnya  lebih tua dari pada aku, sehingga aku hanya menganggapnya seorang kakak. Tapi, terpaut hidup 2 tahun dengannya di apartement yang sama, membuatku jadi mengetahui sisi di dalam dirinya lebih jauh. Dan lagi, hal itu membuatku merasakan perasan yang lebih besar daripada ke seorang kakak.

Aku tidak tahu sejak kapan aku menyukainya, aku hanya ingat, kebaikannya yang telah membuatku merasa seperti ini. Ini bukan salahku. Meski aku tahu, dia telah memiliki seorang gadis yang bahkan lebih pantas di sebut seorang gadis ketimbang aku.

Aku selalu menampilkan sisiku yang keras terhadapnya. Jujur, aku lebih suka terlihat keras kepala dan kepedean ketimbang cengeng seperti aslinya aku. Tapi terkadang, aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku untuk menangis saat mendapatkan masalah. Walau hanya menangis di kamar, aku tau Junsu oppa mengetahuinya.

Sekarang, aku berjalan menuju apartement ku. Memang ini sudah sangat malam, tapi aku memang sering pulang jam segini. Karena aku bekerja part time, dan itu menghabiskan seluruh tenagaku untuk pagi harinya saat kuliah. Tapi mau bagaimana lagi? Aku bekerja hanya untuk membantu keluargaku agar tidak terlalu banyak mengirimkan uang kepadaku. Dan lagi aku menyembunyikan hal ini kepada orang tuaku, tentang part time. Hanya Junsu oppa yang tau, den beberapa temanku.

Klek

Aku membuka kenop apartementku, setelah tepat sampai di depannya.

“Junsu oppa?” panggilku begitu masuk ke apartement.

Aku lihat kosong. Ah, mungkin ada di kamar? Aku menyusuri dan masuk ke kamar junsu oppa, dan saat ku lihat, tidak ada siapa siapa. Selarut ini Junsu oppa belum pulang?

Kemudian aku menatap bingkai foto yang tersusun rapi di meja belajar Junsu oppa. Gadis yang cantik. Sangat cocok dengan Junsu oppa yang baik. Aih, kapan aku akan mempunyai kekasih? Aku selalu menatap teman temanku yang sangat bahagia dengan kekasihnya. Bukan, aku bukan gadis yang tidak laku, banyak yang berminat padaku, hanya saja.. aku tidak pernah membuka diri untuk mereka. Karena laki laki ini?

“hei gadis kecil, apa yang kau lakukan di kamarku?”

“aih, Junsu oppa?” kataku kaget dan segera menoleh ka arah sumber suara, “sejak kapan ada di apartement ini?”

“yah aku daritadi di sini dari jam 5 sore, kau saja yang tidak sadar!”

Junsu oppa mengacak rambutku dengan gemas, aku hanya terkekeh kecil saja. Aku ini bodoh sekali sih -_-

“yak sekarang makan makanan mu, kau pasti lapar bukan?” Junsu oppa menunjuk ruang makan dengan dagunya.

Aku tersenyum, “ne, aku lapar!!”

Aku segera ke ruang makan di ikuti dengan Junsu oppa yang berjalan di belakangku. “loh, oppa belum makan juga?” tanyaku bingung.

Dia hanya menggeleng perlahan dan tersenyum kemudian, “aku ingin menghangatkan sup yang akan kau makan. Kau tidak boleh memakan makanan yang sudah dingin,”

Hey, apa yang kau pikirkan? Kenapa begitu perhatian terhadapku? Oh Tuhan, inilah sebabnya  aku menyukainya. Ah salah bahkan aku mencintainya. Dia terlalu baik padaku, bahkan saat dia telah memiliki kekasih sekalipun.

 

*******

 

Aku bangun dari tidurku karena jam weker ku yang berdentang nyaring dan cahaya matahari yang menganggu dari celah celah jendela besar berwarna kuning di kamarku. Aku merenggangkan diri sebentar, kemudian beranjak dari kasur dan segera ke kamar mandi.

Setelah selesai berlama lama di bathup akhirnya aku keluar dari kamar mandi. Benar benar segar. Apalagi mengingat setelah ini aku akan bertemu dengan Junsu oppa hehe.

Aku keluar dari kamar setelah rapih berpakaian dan sedikit menata rambutku. Aku memakai kemeja hijau kotak kotak yang tidak longgar atau bisa di bilang pas, dan rok hitam biasa seatas lutut, juga tidak lupa pula memakai high heels berwarna senada. Lalu agar rambutku tidak menganggu saat sedang kuliah, maka aku menguncirnya setengah, supaya terlihat rapih dan juga modern.

Saat aku keluar kamar aku melihat pemandangan di depanku kosong. Tumben sekali. Hanya ada sepotong roti di atas meja makan ku. Apakah Junsu oppa sudah berangkat terlebih dahulu?

Aku menghampiri meja makan, di sana sudah terdapat roti yang telah di panggang dengan selai strawberry kesukaanku. Tidak lupa juga ada segelas susu coklat hangat. Yah, aku baru ingat. Memang seharusnya Junsu oppa pergi sepagi ini. Aku lupa, dia sudah memiliki kekasih. Dan seperti hari hari sebelumnya saat Junsu oppa sudah memiliki kekasih, dia memang biasa bangun pagi, dan kemudian mengantar kekasihnya ke kantornya.

Kalau begini, bukankah lebih baik kalau Junsu oppa tidak menyiapkan sarapan untukku? Karena kalau begini, malah akan membuat hatiku sakit. Kau terlalu baik. Padahal aku tau aku bukan siapa siapamu, dan aku tau, perasaan baikmu di bagi dua untuk kekasihmu juga kan? Ah, atau kau baik terhadap semua wanita? Benar benar menyebalkan!

Tak terasa air mataku jatuh menggenangi pipiku. Ini memang menyakitkan, dan ini bukan pertama kalinya untukku. Sudah sebulan ini aku merasakannya. Semanjak Junsu oppa berpacaran dengan gadis itu yang bahkan lebih tua dari Junsu oppa L

Dan saking kesalnya, aku melempar roti bakarku ke lantai. Dan pergi begitu saja dari apartement itu. lalu naik kendaraan umum.

 

*****

 

Besok ulang tahunku, aku ingat itu. dan aku tidak mengharapkan sesuatu yang lebih seperti sebelumnya. Oke, aku mengaku, aku dulu sering berkhayal, bahwa saat ulang tahunku tiba, Junsu oppa akan menyatakan cintanya padaku, setelah itu aku dan Junsu oppa akan candle light dinner bersama. Bodoh memang. Itu yang tergiang di kepalaku sekarang. Aku akan tertawa dengan terpaksa mengingat aku yang bodoh dan suka berkhayal. Khayalan tingkat tinggi.

Mungkin mulai saat ini aku harus terbiasa terhadap orang lain yang juga menyatakan cintanya padaku. Setidaknya aku membuka diri, walaupun perasaan ku masih saja tidak ingin membuka hati kecilku. Ini terlalu parah. Seperti karma. Karena aku pernah bilang dulu sekali, bahwa aku tidak akan senang tinggal bersama Junsu oppa. Tapi nyatanya apa? Bukan senang saja, aku pun mencintainya. Hello~ Kim Taeyeon BABO!!

Lalu, apa yang akan aku lakukan untuk besok? Mengingatkan Junsu oppa bahwa besok aku ulang tahun? Terlalu menjijikkan. Baiklah, aku tidak akan angkat bicara soal itu. biar saja Junsu oppa yang mengingat dengan sendirinya hari esok.

Drtttttt Drrrrtttttttt

Tiba tiba ponsel di saku celanaku bergetar, dan refleks aku mengambilnya dan segera mengangkat panggilan masuk tersebut.

“yebsseo?” tanyaku.

“ini amma, chagi,” jawab suara di seberang sana.

Ya! Amma? Aih betapa kangennya aku >.< “amma ada apa? Apa kabar amma dan appa?” tanyaku cepat.

Suara di seberang terdengar berat, apa amma sakit?

“amma baik baik saja, hanya biasalah terkena radang. appa juga baik baik saja. Bagaimana kabarmu?”

Aku tersenyum pahit. Kabarku? Aku sakit hati di sini amma, L “aku baik baik saja,” jawabku bohong.

“syukurlah..” amma terdengar menarik nafasnya panjang, “bagaimana kalau kau bermain ke sini saat ulang tahunmu besok?”

“mwo?” aku berfikir sejenak. Aku memang kangen dengan keluargaku. Tapi bagaimanapun aku ingin melihat Junsu oppa mengatakan selamat ulang tahun padaku, “baiklah amma,” jawabku lemas. Aku tidak bisa untuk berkata tidak pada amma.

“oke, kalau begitu nanti malam jam 7 sudah ada di Incheon ya. Sudah amma belikan tiket ke Tokyo,”

Apa? Sudah di belikan tiket? Omo, kalau begini aku harus benar benar pergi ke Tokyo -_-

“baiklah amma,” dan dengan cepat aku segera menutup sambungannya. Aku malas mendengar amma berceloteh banyak, jadi lebih baik aku akhiri saja komunikasi tersebut.

 

*****

 

Aku memandang kamar Junsu oppa dari ruang tv dimana aku berada. Sudah jam segini, tapi Junsu oppa belum pulang. Bagaimana bisa nanti aku mengucapkan salam perpisahan terhadapnya kalau jam setengah 7 saja oppa belum pulang?

Aku sudah siap dengan koper pink ku, dan beberapa tas bawaan kecil lainnya. Aku juga sudah berpakaian rapih. Hanya beberapa langkah saja aku maju, aku sudah akan keluar dari apartement ini. Apakah perlu aku tidak mengucapkan setidaknya kata ‘aku akan kembali’ ke Junsu oppa? Apakah perlu aku ke bandara sendirian tanpa bertemu dengan Junsu oppa dan hanya berkata perpisahan lewat pesan singkat? Hei, ini terlalu menyakitkan. Bahkan gadisnya itu lebih penting di banding aku yang akan pergi.

Mungkin kalian pikir aku ke Tokyo cuma beberapa hari? Tidak! aku sudah mengirimi surat  pengunduran diri terhadap kampus aku berada, dan meminta dana yang telah appa berikan kembali. Dan itu berhasil. Karena aku berfikir, akan lebih baik bila aku tinggal di Jepang. Bersama keluarga dan tanpa Junsu oppa. Dan mungkin perlahan lahan aku dapat melupakannya kan? Tapi aku pikir sekarang setidaknya aku bertemu dengannya, memberikan pelukan pertamaku terhadap laki laki dan meninggalkannya dengan senyuman. Tapi tenyata pikiranku salah, Junsu oppa tidak ada di sini. Apalagi untuk memberikanku sebuah pelukan perpisahan.

Sudahlah, aku menyerah. Aku tau laki laki itu akan pulang lebih larut. Aku tau ini akan berakhir menyedihkan tidak seperti drama yang selalu ku tonton tiap malam. Lagipula, 15 menit lagi keberangkatan pesawatku bukan? Taeyeon bodoh! Mana cukup kau pergi ke Incheon dengan waktu 15 menit? Pasti pesawat itu telah meninggalkanku.

Brukkkkk

“hei, tidak taukah aku sedang buru buru?!! Pesawatku 15 menit lagi tiba!!!!!!!” kataku emosi kepada orang yang telah menabrakku dengan sangat kasar di lift apartement.

Aku memandangnya dan kemudian menyerjapkan mataku hingga membentuk bulatan sempurna, “Junsu oppa?!” pekikku.

 

******

 

Tubuhnya berat sekali dan benar benar bau alkohol. Aish! Ya! Sejak kapan dia minum alkohol??

Aku mengantar Junsu oppa ke dalam kamarnya. Dan segera membaringkan tubuhnya di kasur. Apa yang terjadi? Kenapa dia sampai mabuk dan bahkan babak belur seperti ini?

Aku yang tadinya sudah siap dengan koper pinkku, tas tas ku, dan dandanan yang super rapih, kini berubah berantakan. Gara gara Junsu oppa yang menabrakku di lift. Dan parahnya lagi dalam keadaan mabuk!

Aku mengambilkan segelas air untuk Junsu oppa, kemudian memaksanya untuk meminumnya. Setelah itu aku mengambil es batu dan mangkuk untuk mengompres luka luka lebam yang ada di sekitar wajahnya.

“oppa kenapa bisa sampai seperti ini?” tanyaku lembut sambil terus mengompres luka di pipinya.

Junsu oppa hanya meringis kesakitan tanpa menjawab pertanyaan dariku. Ini menyakitkan. Bukan karena Junsu oppa yang tidak menjawab pertanyaanku. Tapi karena melihatnya terluka. Semua orang sama juga bukan? Pasti ikut merasakan terluka saat seseorang yang di cintainya sakit?

Aku ingin menangis, namun memilih untuk menahannya. Aku tidak akan terlihat lemah secara langsung. Walaupun Junsu oppa sering memperhatikan aku menangis di kamar.

Aku akan segera pergi dari kamar ini. Tangisku tidak bisa aku tahan. Junsu oppa menatap bingkai foto di meja sebelah kasurnya itu terus. Aku sakit. Sangat sakit.

Sesaat aku ingin pergi, tiba tiba tanganku di tarik olehnya. Dan dengan cepat dia menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Aku dapat merasakan air mata Junsu oppa yang mengalir di rambutku, kemudian turun ke keningku. Hingga aku dapat merasakan tubuh Junsu oppa yang juga bergetar hebat. Apakah ini karena gadis dalam foto itu? dia hebat, Junsu oppa di buat seperti ini olehnya.

“oppa..” kataku lirih.

“saranghae…..”

Eh? Apa yang di katakan olehnya?

“saranghae..” kata Junsu oppa lagi di antara isak tangisnya, “saranghae Zhang Li Yin..”

Kali ini air mataku keluar begitu saja. Mengalir dengan begitu deras. Kenapa? Kenapa kata itu keluar dari bibirmu? Kenapa saat aku berasa benar benar senang setelah mendengar ‘saranghae’ dari bibirmu kini terasa begitu menyakitkan?! Kenapa.. kenapa gadis itu?!

Aku keluar dari kamar Junsu oppa, memaksanya untuk melepas pelukannya itu. aku menghapus kedua air mataku. Ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 7:45. Hah.. aku terlambat untuk hal yang tidak penting?

To: Amma

Amma, mianhae. Aku tidak naik pesawat pada keberangkatan jam 7 tadi. Aku ada urusan. Aku janji, aku akan pulang besok tepat pukul 10 siang. Tiket pesawatnya juga sudah aku pesan, biar saja aku yang membayarnya.

Aku menekan tombol ‘send’ setelah menuliskan pesan tersebut. Aku masih memiliki kesempatan untuk berpamitan dengan Junsu oppa besok. Taeyeon memang babo, aku sudah merasa sakit sekali tadi, tapi aku masih mengharapkan perpisahan untuk besok.

 

*****

 

Aku bangun pagi sekali, sekitar pukul 4 pagi. Aku sudah siap dengan segala barang barang yang akan aku bawa. Saat melewati kamar Junsu oppa aku tersenyum. Kali ini benar benar perpisahan oppa..

Mataku sembab. Semalam aku menangis dengan sangat lama. Dan mental pagi ini sudah aku siapkan tadi malam. Aku harus siap untuk pergi. Walaupun Junsu oppa tidak akan keluar dari kamarnya, aku akan tetap pergi.

Aku bersiap membuka kenop pintu apartement ini. Ini masih pagi sekali. Aku tau itu. aku sengaja bangun pagi hanya untuk menghindari bertemu dengan Junsu oppa walau aku ingin sekali bertemu. Angin pagi berhembus di sekitar wajahku begitu pintu terbuka. Aku menangis. Lagi. Rasanya aku merinding mengingat perasaanku ke Junsu oppa. Tapi ini akan segera berakhir.

Aku melangkahkan kakiku perlahan di jalanan kota yang masih sangat sepi. Hei, aku menangis lagi! Taeyeon paboya! Aku selalu saja menangis dan menangis. Bukankah ini pilihanku sekarang?

Aku memanggil taxi dan segera menuju bandara. Aku tau ini sangat pagi. Dan aku tau aku pasti akan bosan menunggu pesawat yang tiba di bandara sana. Tapi kalau aku tidak pergi, tempat itu akan membuatku terseret kembali ke masa lalu yang sangat indah. Tentang aku dan Junsu oppa. Tentang kepeduliannya terhadapku. Kepeduliannya yang bahkan semata mata untuk seorang dongsaeng, tidak lebih.

Aku terus mengamati ponselku yang sama sekali tidak ku letakkan di saku, ataupun di tas. Ini untuk aku dapat melihat apakah Junsu oppa akan menghubungiku atau tidak. ya, mungkin ini terlalu berharap, tapi biarlah.

To: Amma

Amma, seperti yang ku janjikan, hari ini aku akan ke jepang untuk merayakan ulang tahunku. Mari kita berpesta ^o^

Aku menuliskan pesan singkat ke Amma ku. Cih, itu berkesan kesenangan yang di paksa sekali. Padahal aku tau, aku sedang sangat sedih. Hati ini sakit. Apalagi mengingat kejadisn semalam.

Aku sampai di bandara. Masih jam 6 pagi. Rasanya akan membosankan sekali bila di Bandara aku hanya berdiam diri sambil terus mengamati ponsel hingga jam 10 nanti. Maka aku putuskan untuk sarapan di salah satu restoran di Incheon. Setelah itu berkeliling melihat lihat agar setidaknya aku melupakan Junsu oppa sementara waktu.

 

******

 

Jam 10 tiba!!! Pesawatku sudah tiba dan aku siap berangkat untuk ke Jepang. Hei, kenapa Junsu oppa tidak mencariku? Atau setidaknya mengucapkan salamat ulang tahun kepadaku? Apa laki laki itu belum bangun tidur? Mana  mungkin, Junsu oppa bukan orang yang seperti itu. apalagi ini bukan hari libur.

Aku mulai memasuki pesawat dan mencari tempat dudukku. Bersamaan dengan itu, sebuah pasan singkat masuk ke dalam ponsel ku,

From: Junsu oppa❤

Ya! Kim Taeyeon kau di mana? Kenapa tidak membangunkanku? Kau tau, aku hampir saja telat untuk ke kantor!! Dan lagi kau tidak membuatkanku sarapan, tidak seperti biasanya. Ada apa Taeng?

Aku menangis begitu selesai membacanya. Bukan karena Junsu oppa yang mencemaskanku, aku sudah biasa dan tidak terharu lagi saat merasakannya. Tapi karena Junsu oppa melupakannya, melupakan hari ulang tahunku. Dan perkataannya tidak menunjukkan sedikit pun rasa bersalahnya terhadapku soal tadi malam. Tahukah kau, aku sakit saat kau memelukku dan menyatakan gadis lain yang kau cinta?! Padahal itu pelukan pertama ku untuk seorang laki laki.

Aku memasukkan ponselku ke dalam saku celanaku, tanpa membalas pesan tersebut. Aku menghapus air mataku, akan sangat aneh bila aku menangis di sini. Dan pasti akan di kira yang aneh aneh, makanya aku bertekad untuk tidak menangis.

Pesawat yang aku tumpangi kali ini benar benar lepas landas. Aku akan segera ke jepang. Meninggalkan Junsu oppa dan kenangan kenangan yang telah kita buat.

Tiba tiba suara seorang pramugari terdengar, dan mengumumkan untuk mematikan ponsel para penumpang.

Aku mengambil ponselku yang ada di saku, dan segera mematikannya. Nemun, belum sempat aku mematikan ponselku, tiba tiba ada pesan masuk. Niatnya ingin aku matikan langsung tanpa melihat isi dari pesan tersebut. Tapi setelah melihat siapa pengirimnya pun aku segera membuka pesan tersebut…

From: Junsu oppa❤

Ya, Taeng, kenapa tidak kau balas sms ku yang barusan? Ah, kau marah ya? Mianhae L aku baru akan mengatakannya ko, SAENGIL CHUKAHAMNIDA KIM TAEYEON ^^

Mianhae aku baru mengingatnya keke sebagai gantinya, aku akan mentraktirmu sepulang kerja~ ^o^ kau ingin apa? Akan aku penuhi semua permintaanmu😀 jadi, hari ini khusus Special Taeng Day~ kekekek jadi jangan marah gadis manis ^^

Aku menangis lagi. Kali ini tidak berniat untuk menghapus air mata yang mengalir ini. Biar saja orang menatap ku dengan tatapan aneh. Biar saja aku terlihat cengeng. Hanya untuk ini aku akan menjadi apa adanya aku. Aku yang sangat lemah.

Setelah benar benar puas membacanya akupun mematikan ponselku dan memasukkannya ke dalam tas jinjingku.

Kenapa kau telat oppa? Kenapa tidak kau katakan hal itu saat aku masih di rumah? Kenapa? SARANGHAE JUNSU OPPA❤

 

FIN

 

jangan lupa saran dan kritiknya yahh makasi ^^

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on March 11, 2011, in fanfic and tagged , . Bookmark the permalink. 38 Comments.

  1. unniiiieeeeee…..! endingnya sediiih bgt…! terlalu sedih..lajutin unnie..aku pengen happy ending..

  2. nyentuh banget ceritanya eon😦
    ah gila kasian banget kalo jadi taeng gitu, tapi lebih kasian sama junsu yang ga tau kalo taeng pergi ke Jepang ._.
    aaah ffnya bikin penasaran! aku malah pinginnya ada lanjutannya *digeplak yoorim eonnie*
    ah keren keren!😀 seru banget kekeke~

    • haha serius nihh? makasi ya desta😀 *hug*

      iya iya Junsu kasian tuhh hehe

      kamu mau sekuel nya? nanti ya kalo ada waktu aku buat lagi. dan kalo yang komen banyak aku bakalan lanjutin ^^ kamu tunggu aja ^^

      makasi udah mau komen😀

      • beneran? :O
        asiiik *joget-joget gaje dikamar*
        ah pokoknya harus banyak ah yang komen! *maksa*
        siplah. usahain bisa yo kak😉
        sama sama eon kekeke

  3. @Keiko: okeh, aku lanjutin kalo ada ide aja yahh hehe ^^

  4. unnieeeeeeeeeeeee…..!

    *nyeret han unnie*

  5. udah kabur yee :p kekeke

  6. huaaaaa……
    yooriiimm…..
    kamu kemana ajaaa…
    aku merindukanmuuu…(lebay)😦

    kembali ke ff…
    aigoo aigoo….
    aku maunya balikan lagiiii….
    yoorim, biarkan mereka bahagiaaa…
    huaaaa, aku gk rela nih kyk gini…
    *buat rusuh lagi

    yoorim fighting yaaa…😀

    • maaf unnie😦 aku lagi sibuk banget sekolah kemaren kemaren huaaaaaaaaaaaa jadinya aku ga bisa ngunjungin blog unnie😦 aku ketinggalan jauh yaa? hiks

      wah unnie pengen akhir ysng bahagia? nanti ya aku buat sekuelnya🙂 makasi banget unnie ku sayang udah mau komen😀
      makasi juga dukungannya ^^ unnie juga fighting yaa!!!

  7. Dictavip (Sekar Arum)

    Onni…..jinja Daebak!!
    Onnnnnniiii…><
    kasihan sekali Tae Yeon x…kenapa dia begitu menderita???

    sini sama aku aja…#Plaaaakkk!! *suara hati: Dicta lu tuh cewek!!*

    Oke, anyway….
    Dicta mau menelusuri Blog onni duluuuu….
    hehehe….Let's GOOOO….!!

    • ya ampun makasi banyak ya Dicta heheh😀
      iya nih dia di sini kasian huhu tapi ngomon ngomong, aku pengen buat ff sebagus kamu lohh😀 tapi ga tau caranya –”

      kamu mau ama Taeng? ya udah sana gih :p kekeke

      sip sip🙂

      oiyaa makasi likenyaaaaaaa😀

    • Dictavip (Sekar Arum)

      FF Dicta gak bagus…><
      hahaha

      dicta juga masih belajar buat FF…. masalah x Dicta baru2 in aja bikin blog…oke! Dicta beredar lagi…

  8. terry Taengang & Jewels

    hai aku new reader.. salam kenal yah..

    aku ska ma ff kamu.. nyentuh bgt,kshn taeng..
    tpi boleh ga d.bkinin sekuelnya.. akhrx junsu tau kalo taeng sayang ma dy.. kxk gtu..
    pliiss bkin yah..

  9. han yoorim unnieeee…! koq gak muncul2?? aku udah siapin part 2 nya unnie..gimana?

  10. Cornis unnie: yah unnie maaf yahh😦

    dicta: boong masa kaya gitu jelek~ bagus tauuu huuu :p

    silakan beredar lagi😀

    terry: salam kenal yahh ^^
    mau sekuel yg ini? Oke aku buatin😀 tunggu tanggal mainnya aja hehe

    keiko: hwaaaa keiko maaf😦 modem aku ga ada isinyaa jd ga bisa ol maaf bgt T.T part 2 nya kamu ngepost sendiri bisa ga?

  11. Kyuyoung Shipper

    LANJUTKAN…………….

  12. Annyeong new reader nih.

    Huwa aku baru baca ff ini nih –‘ telaat
    Endingnya sediih menyakitkan huwaa, kenapa junsu telat. Ayo author lanjut. Garela huwa kasian taeng, kasian junsu

  13. @rim : aku kirim ke email unnie no.hp ku deh unn~ haha~

    aku serius…
    tapi aku bawaan nya ketawa mulu~

  14. udah ku kirim unn~
    lupa bilangnya
    3 hari yg lalu

  15. Annyeong aku baru baca FF ini jd baru comment. Duh Taeng, knp hrs kaya gitu.. Pasti tersiksa emg jd Taeyeon.. Tp knp hrs ga pamit sm Junsu? Kasian Junsu pasti bingung bgt Taeng ilang tb2.. Baguss chingu tp sad ending😥 huhuhu.

    • iya gapapa (^o^)
      iya kasian ya dia aku aja ikut terharu jadinya hiks
      maaf ya sad ending. tapi ada sequelnya kok, check aja judulnya Saranghae Junsu oppa ^^

  16. indah(han jang mi)

    lanjutin ff nya unnie bagus kok😀

  1. Pingback: (fanfic) sequel of ‘I’ll Miss You’: Saranghae Junsu oppa « allkpopfanfic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: