(fanfic) sequel of ‘I’ll Miss You’: Saranghae Junsu oppa

halo halo ^^ ini sekuel dari ff Special Taeyeon Birthday: I’ll Miss You

okeh jangan jadi silent reader ya ^^ gomawo~

SARANGHAE JUNSU OPPA

Author: Rim

Cast:

– Kim Taeyeon

– Junsu

Length: Sequel

Genre: romantic, happiness, and little sadness

A/N: don’t read if you not like this pairing. I just want wrote what I want write. And if you already read please write a comment. Please appreciate author with a comment and maybe like. Don’t BASHING!!!! I hope you’ll enjoy with my fic. Last word, thanks and SARANGHAE active reader ^^

 


Pikiranku kembali terngiang akan pesan Junsu oppa beberapa waktu lalu. Apa yang harus ku lakukan? Haruskah aku memberitahukan padanya kalau aku ke Jepang dan tidak akan kembali ke Korea? Tidak, tidak, Junsu oppa lebih baik tidak tahu.

“annyeonghasseo,” sapake begitu sampai tepat di depan rumah keluargaku di Jepang.

“Taeyeon! Amma kangen sekali dengan kamu, jagiya~” jawab amma riang seraya memeluk ku halus. Aku hanya tersenyum kecil.

“temui appa mu di dalam nak!” perintah amma dan aku segera menurutinya.

“oiya Taeng, saengil chukae!” ucap amma sebelum aku masuk ke dalam rumah khas jepang itu. sekarang aku kembali tersenyum lagi. Hanya tersenyum. Karena apa yang bisa aku lakukan selain tersenyum? Aku tidak mungkin berkata aku senang padahal hatiku sakit kan?

Yah mungkin aku tersenyum sama saja dengan berbohong. Ini seperti senyuman palsu.

Karena di balik wajahku yang tersenyum ini, aku menginginkan hal lain. aku ingin bertemu Junsu oppa, setidaknya berkata aku ada di Tokyo. Tapi aku selalu meyakinkan diri untuk mencegahnya, karena kalau tidak, apa yang terjadi? Hatiku akan tambah menjadi sakit.

Aku pernah membaca sebuah buku yang membahas tentang cinta. Di sana di katakan, bahwa yang namanya cinta, kita dapat merelakan seseorang yang kita cinta demi kebahagian dia, berarti aku benar kan? Apa yang aku lakukan benar kan?

Aish! Jangan buatku menangis dengan membahas laki laki itu lagi. Lebih baik lupakan karena aku akan bahagia bersama keluargaku mulai dari sekarang tanpa dirinya.

******

Aku membaringkan tubuhku di kasur kecil di kamar baruku. Ku pandangi langit langit kamar yang penuh warna cokelat kayu. Rasanya menyenangkan sekali, setelah menghabiskan waktu bersama keluargaku, aku dapat melupakan laki laki itu untuk beberapa saat. Dan aku yakin sebentar lagi aku akan benar benar melupakan Junsu oppa~

Pikiranku salah ketika aku menatap layar ponsel yang ku ambil dari saku kemejaku. Ada pesan dari Junsu oppa. Sebanyak 8 pesan.

From: Junsu oppa❤

Taeng, ya! Kau di mana? Aku sudah membelikanmu makan untuk malam nanti! Apa kau ambil kerja part time? Setauku hari ini bukan waktu untuk itu, bukan~?

Aku tersenyum perih. Dia bahkan mengingat aku dengan baik. Kapan aku bekerja part time, dan kapan aku tidak bekerja part time. Apakah bisa seorang Kim Taeyeon tidak mencintai laki laki baik seperti Junsu oppa?

From: Junsu oppa❤

Yah, ini sudah pukul 5 sore. Kau ada kelas tambahan? Atau main bersama temanmu?

Apaan sih! Kenapa Junsu oppa masih saja mau sms aku? Tidak taukan kau bahwa aku ingin melupakanmu?

Aku berniat ingin segera menghapus 6 pesan Junsu oppa yang belum ku baca. Tapi rasa penasaranku membuatku tidak melakukannya. Aku terus membaca pesan pesan dari Junsu oppa,

From: Junsu oppa❤

Ah jangan jangan kau sudah punya kekasih ya? Jadi kau ingin merayakan ulang tahunmu berdua dengannya? Taeyeon sudah besar ya ^^ saat pulang nanti berceritalah denganku! Aku juga ingin bercerita dengan mu tentang banyak hal~

From: Junsu oppa❤

Hei, setidaknya walaupun kau sudah punya kekasih, bisakah kau membalas satu pesan saja dariku? Aku mengkhawatirkan mu, bodoh! Bagaimana kalau amma mu mencarimu dan bertanya padaku? Aish, jawablah pesanku! Cepat!

Aku tertawa kecil. Apa yang kau katakana Junsu oppa? Kekasih? Bagaimana mungkin aku memiliki kekasih sedangkan laki laki yang aku cinta menyukai orang lain? bagaimana mungkin aku yang memiliki kekasih menangis di sini untuk orang yang aku cintai? Bagaimana mungkin?

Ya, aku menangis. Ternyata aku memang gadis yang sangat cengeng. Aku ingin berkata kepada Junsu oppa kalau aku merindukannya. Menginginkannya di sisiku. Tapi kalau aku berkata seperti itu, itu akan semakin menyakitiku. Junsu oppa telah memiliki kekasih. Sampai sampai Junsu oppa menangis seperti kemarin malam. Itu pertama kalinya Junsu oppa melakukan tindakan bodoh untuk seorang gadis. Makanya aku merasa sangat sakit, sakit.

From: Junsu oppa❤

Taeng, hari ulang tahunmu berakhir 4 jam lagi. Apakah aku tidak bisa mengucapkannya langsung kepadamu?

Mainhae oppa… aku juga sangat ingin mendengar kata itu dari bibirmu.. tapi aku berada di Tokyo..

From: Junsu oppa❤

OMO! Taeng, kemana barang barangmu? Mianhae aku telah lancang masuk ke kamarmu karena aku penasaran. Kemana kau pergi? Kenapa tidak bilang padaku Taeng? Apa aku ada salah denganmu? Mianhae L

Aku menangis kembali terisak. Kemudian dengan perlahan menatap jam dinding tua yang terpajang di sisi ruangan. Sudah pukul 10 malam. Berarti 2 jam lagi waktu ulang tahunku habis tanpa mendengar ucapan dari bibir Junsu oppa~

From: Junsu oppa❤

Aku pikir kau ada di sungai Han seperti biasanya ternyata tidak ada haha. Taeng pulanglah~ aku merindukanmu L

Junsu oppa mencariku di sungai Han?

Kali ini aku benar benar tidak tahan membaca pesan dari Junsu oppa. Dengan segera aku membereskan barang barangku ke dalam koper. Bermaksud untuk kembali ke korea dan bertemu dengan Junsu oppa.

Aku membuka kenop kamarku, dan mendapati ruangan yang sangat sepi. Aku ingin berpamitan dengan amma dan appa, tapi mereka ada di dalam kamar. Jadi, tanpa pamit, aku segera pergi dari rumah itu menuju bandara.

******

Aku belum selesai membaca semua pesan dari Junsu oppa, dan untuk menunggu pesawat yang akan tiba di Bandar pukul 10:40 pm, aku membaca pesan pesan itu kembali,

From: Junsu oppa❤

Taeng, mianhae. Aku tidak tau apa yang membuatmu seperti ini. Tapi kumohon, maafkan aku. Aku ingin kau kembali bersamaku. Aku merasa kesepian tanpamu. Saat sendiri aku mengingat bagaimana caramu makan dan merengek kepadaku untuk di buatkan makanan.

Ini hari ulang tahunmu yang beberapa jam lagi akan berakhir. Awalnya ku pikir hari ini akan menjadi sangat menyenangkan dan menjadi hari yang tak terlupakan. Tapi ternyata aku salah, kenapa begini?

Kali ini saja aku mohon kau berkata padaku, apa yang salah denganku, apa yang membuatmu begini. Setelah itu, setelah aku tau aku salah, aku akan menjadi apa yang kau mau, sekalipun kau menginginkan pindah dan menjauh dariku.

Satu hal lagi, sebenarnya ada suatu hal yang aku pikirkan semalaman setelah aku mabuk. Aku akan berkata saat ini, saat kau berulang tahun. Tapi tidak dalam bentuk pesan singkat seperti sekarang. Jadi kumohon, kau pasti membaca ini kan? Temui aku di sungai han. Jika kamu tidak datang, tak masalah. Aku akan mencoba mengerti.

Kali ini air mataku benar benar meleleh dengan sangat banyak. Aku merasa sangat bersalah kepada Junsu oppa. Ku pikir, pilihan aku yang mengatakan untuk pergi menemui Junsu oppa salah, ternyata pikiran aku tentang hal itu salah.

Aku mengenggam tas koperku dengan pasti, dan begitu pemberitahuan pesawat yang akan ku tumpangi telkah tiba, aku berlari dan segera masuk ke dalam pesawat.

Tunggu aku Junsu oppa…

******

Sekarang jam telah menunjukkan pukul 11:45 pm. Itu artinya, waktuku hanya tinggal 15 menit sebelum berakhirnya hari ulang tahunku. Aku masih ingin mendengar Junsu oppa mengatakannya padaku, walaupun akan terlambat, aku masih tetap ingin melihatnya sambil berkata ‘saengil chukae Taeyeon’

Itu hal yang ku impikan, sambil berkata itu, Junsu oppa juga akan berkata mencintaiku. Tapi sekarang tidak penting apakah Junsu oppa mengatakan cinta padaku atau tidak, karena aku hanya perlu melihatnya tersenyum dan mengucapkan ‘saengil chukae’

Aku berlari terus menuju sungai Han. Jalanan kota sudah sangat sepi. Aku ragu apakah Junsu oppa masih di sana atau tidak. rasa tangisku yang sedari tadi tak bisa ku tahan, akan ku coba tahan hanya saat bersama Junsu oppa. Aku tidak ingin lagi lagi terlihat bodoh di hadapan laki laki yang aku cintai.

Aku menemukan sosok laki laki yang duduk di kursi taman tak jauh dari sungai Han setelah lama berlari. Walaupun hanya dari belakang, aku tau itu siapa. Aku mengenal betul cirri fisiknya dari segi manapun. Karena aku sudah terlanjur mencintainya selama 2 tahun lamanya.

Aku mencoba memberhentikan isak tangisku sebelum bertemu pandang dengan Junsu oppa. Rasa kangen menyergapku begitu saja. Padahal belum 24 jam penuh aku tidak bertemu dengannya, tapi aku sudah sangat rindu. Mungkin ini terlampau berlebihan, tapi biarlah, karena ini kenyataanya.

“Junsu oppa…” panggilku pelan.

Dengan suara yang pelan aku memanggilnya, Junsu oppa membalikkan badannya dan bertemu pandang denganku, “Taeng?”

Aku balas dengan sebuah senyuman. Kemudian diam membeku begitu saja menatap wajahnya.

“kau darimana?” tanyanya, “koper? Kau bawa koper?” sambungnya begitu menatap koper yang masih ku deret sejak tadi.

Aku kembali mengembangkan senyuman. Aku harap wajahku tidak terlihat bodoh saat ini.

Perlahan Junsu oppa mendekat ke arahku, dan menarikku ke dalam pelukannya. Pelukan kedua ku.. rasanya sangat hangat..

“kau kemana saja bodoh? Aku mengkhawatikanmu?!”

“ya! Jangan bentak aku!” jawabku.

“taeng, saengil chukae..” bisiknya.

Aku memejamkan mataku. Lalu membiarkan air mata kebahagiaan ini kembali meleleh dari susut mata ku. Aku sangat bahagia..

“mianhae telat.. ini sudah jam 12 lewat..”

“ne oppa..”

Aku hanya dapat berkata seperti itu. dalam peluknya aku merasa sangat nyaman, tak ada yang bisa ku gambarkan lewat kata kata. Aku menginginkan Junsu oppa menjadi milikku. Memberikanku pelukan seperti ini setiap aku merasakan kesedihan. Aku sangat ingin.. andai saja, Junsu oppa mengatakannya padaku saat ini..

“Saranghae..”

Eh? Aku melepaskan pelukanku dan menatap Junsu oppa dengan menyipitkan mataku bingung, “apa?”

“saranghae Taeyeon..” katanya mengulangi ucapan sebelumnya.

“oppa… jangan bercanda, ini bukan hari ulang tahunku lagi tau! Dasar babo babo babo!!!”

Aku memukul Junsu oppa pelan, dan kembali dia menarik tubuhku ke dalam dekatnya, dan kali ini berbeda, Junsu oppa menempelkan bibirnya di bibirku. Aku terkejut. Sangat terkejut. Apa maksud ini semua?

Beberapa detik kemudian Junsu oppa melepaskan ciumannya dan menatap wajahku lekat, “sudah terbukti kan?”

Semburat merah menghiasi wajahku, aku malu. Dan sangat bahagia, apa aku mimpi?

“ta… ta..pi.. oppa, bukan-kah oppa dengan.. ga..dis itu?” tanyaku ragu tak percaya dengan kata katanya barusan.

Junsu oppa memicingkan matanya ke arahku, “untuk apa aku mencari gadis lain kalau di hadapanku sudah ada gadis yang mencintaiku seutuhnya?”

Wajahku kembali merona merah. Junsu oppa hanya terkekeh menatap tingkah ku yang amat sangat seperti orang bodoh.

Setelah ini, aku pastikan aku akan hidup bahagia bersama Junsu oppa. Opps, tapi aku harus minta maaf dulu kepada amma dan appa yang aku tinggalkan tanpa pamit keke mianhae~ dan mungkin setelah in, kepindahanku ke Tokyo akan aku pertimbangkan lagi? Hehehe.

Di bawah bulan purnama yang sangat indah, seorang Kim Taeyeon dan Junsu oppa tertawa bersama. Saling menunjukkan rasa cintanya satu sama lain. bukankuh setelah ini aku akan terus bahagia? ^^

FIN

semoga suka ^^ gomawo ^^

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on March 31, 2011, in fanfic and tagged , . Bookmark the permalink. 17 Comments.

  1. untung tamat~
    kalo ga tamat bisa berabe gara2 u and him belom selesai~

    fyuuuuh~
    unnie~
    bagus bgt unnie…sumpah! aku suuuukkkaaaaa….!

  2. huahahaha
    yoriiim…
    kmu udah buat mereka balikaaan…..
    taesuuu,,,
    couple yg aku suka setelah kyuyoung…
    wahahahahaha

    yorim, fighting!!!

  3. bgs……..bgs……..bgs………..

  4. Huwaaa baguss, aku suka Taesu!!
    Bikin sekuelnya lg chingu *plak hehehhe

  5. Huwaaa baguss, aku suka Taesu!!
    Bikin sekuelnya lg chingu *plak hehehhe

    Salam kenal ya^^

  6. ah eonnie maaf baru baca ._.
    squelnya bagus banget. akhirnya taeng sama junsu. JUNSU TAENG JJANG! *caps jebol
    bikin squel lagi dong? *digeplka yoorim eonnie
    wakaka bagus eonnie😀

  7. Wah boleh2 ff taesu baru, aku suka ceritamu yg dua ini, soalnya ada nyeseknya.
    Aku suka ff yg bikin nyesek hati wkwkwkwk
    FIGHTING!!

  8. Kena bgt author, FFnya bagus bgt! Kasian bgt Junsu oppa. Pas baca smsnya feelnya dpt bgt. Gmn rasanya ditinggalin org yg uda deket bgt sm kita tnpa kabar pula. Yg ninggalinpun jg gak enak.. Bagus bgt author. Akhirnya Taesu bersatu! Eh tp sayang bgt author itu tiketnya seoul-tokyo bolak-balik kaya gitu :p

  9. nemu taesu!senengnya!jingkrak jingkrak dulu. . .
    Ceritanya bagus,buat taesu lagi dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: