(fanfic) Bloody Die Part 2

BLODDY DIE

 


Author: Keiko

Cast:

– Choi Sooyoung

– Cho Kyuhyun

– Kwon Yuri

– Seo Joo hyun

Genre: tragedy, romance, sadness, comedy (?)

A/N: Please write a comment if you already read!!!!


*Seohyun POV*

Ah, sial! Padahal tinggal sedikit lagi aku berhasil membunuhnya. Hehe.. Aku mulai tersenyum licik. Bagaimana kalau aku membunuhnya besok malam? Besok adalah hari ulang tahunku. Pas sekali kan? Aku akan menyuruhnya datang ke taman, nah, sewaktu dia menyebrang jalan, aku akan menabraknya dengan mobilku sampai dia meninggal, maksudku, mati, eh, maksudku meninggal, eeh.. Maksudku.. Aah! Terserah! Beres kan?

###

Besoknya..

Aku berjalan menyusuri Gedung Chung-Ang University. Mencari seorang yeoja yg sangat menyedihkan yg pernah kutemui. Aku terus berjalan mencarinya. Dan.. Bingo! Itu dia! Dia berjalan bersama Kwon Yuri dan Cho Kyuhyun. Cih! Dia benar-benar mau mati rupanya. Aku berlari mengejar mereka, “Sooyoung unnie!” panggilku. Mereka menoleh, dan tersenyum ke arahku, kecuali Sooyoung. Dia tampak ketakutan melihatku. Bagus! Dia kira aku kuntilbaby(?) hah? Aku hanya seorang yeoja yang haus akan darah seorang Choi Sooyoung dan di hatiku hanya ada iblis. Oke, mungkin ini berlebihan. Jadi lupakan kalimat yang tadi. Aku lihat Sooyoung semakin pucat. Haha! Mukanya lucu sekali. “Unnieee…!” kataku sambil merangkul Sooyoung dari belakang. “N.. Ne.. Ne Seo?” tanyanya.

“Unniee… Kenapa tidak mengucapkan saengil chukamnida kepadaku? Sekarang aku kan ulang tahun..” rengekku.

“Ah, iya. Saengil chukamnida Seo Joo Hyun!” katanya ragu2. Aih! Sepertinya dia tahu aku sedang ber-akting. “Kau ingin hadiah apa Seo?” tanya Yuri.

“Aniyo.. Aku tak ingin apa-apa. Kalian sudah ingat hari ulang tahunku itu sudah cukup,” kataku bohong. Aku berusaha se-innocent mungkin.

“Kau yakin?” tanya Kyuhyun. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tulus untuknya. Untuk dia, mana mungkin aku berpura-pura? *plaakk* lupakan bagian itu!

“Umm.. Baiklah unnie, oppa. Sepertinya Luna sudah menungguku. Sebentar lagi aku ada jam dengan Victoria songsaenim. (ini ff ngawur bgt ya? Masa’ Victoria jadi dosen?) Annyeong unnie! Annyeong oppa! See you next case(?)!” kataku sambil melambaikan tangan. Sedangkan Sooyoung tampaknya masih kebingungan. Dasar babo Soo!

*Seohyun POV end*

*Sooyoung POV*

Ada apa dengan dajjal(?) yang bernama Seohyun itu? Apa dia kesurupan iblis(= =”) tadi malam? Kenapa dia berubah 360 – 180 derajat? (180 derajat maksudnya) apa karena ada si EvilKyu? Aih! Dia memang selalu ber-akting di depan semua orang. Tapi entah kenapa aku tak bisa membencinya. Dia sudah ku anggap sebagai saeng ku sendiri. Ah! Sudahlah. Mungkin dia baru dapat hidayah(?!) dari Tuhan atau dia baru saja melihat yang namanya neraka dan takut disiksa di sana(ngaco). Apa pun itu, minumnya teh botol sosro! Maaf, salah, maksudku apa pun itu hanya dirinya dan iblis lah yang tahu. Tuhan juga sih. Ah! Sudahlah! Kenapa jadi membahas dia? Kan main cast nya aku! Lagipula ceritanya di sini aku itu gadis cantik yang hidupnya sederhana dan diperebutkan banyak cowo cakep!

JEDEEEER….!!! *soundscreen*

PLAAAKK!!! *ditimpuk author*

“Aww! Sakit hoi! Lu kira kepala gue itu bantal hah?” kataku sewot.

“Lagian lu pede amat sih! Nyadar dong! Kan cantikan gue!” balas author.

“Apa lu kata?! Jangan seenak jidat lu aja dong, kalo ngomong!” sahutku.

“Apaan kek.. Masih mending gue seenak jidat! Daripada lu, seenak dengkul aja.” jawab author.

“Ih! Lu tuh ya!” seruku.

“Eeeeh….! Berenti dong! Gimana sih! Kan ceritanya jadi terbang(?) kemana-mana! Nyadar dikit napah! Kalian tuh author ama cast! Harusnya kalian kerjasama, dodol!” lerai Yuri. Kami (baca: aku dan author) hanya mengangguk pasrah dimarahi Yuri. “Ya udah! Balik ke tempat masing-masing sono gih!” perintah Yuri. Aku dan author (baca:kami(?)) akhirnya kembali ke habitat(?) masing-masing.

*Sooyoung POV end*

###

*Seohyun POV*

Hadoh! Ini bawaan banyak banget! Gimana sih si dosen! Ga tau beratnya gimana ya? Main suruh-suruh aja! *Pletaakk!* (ditimpuk author(lagi) pake majalah game nya Kyuhyun) “Idih! Ni si author dari tadi ngapain lagi? Main timpuk mulu! Sakit tau!” kataku sambil mengusap2 kepala.

“Ini ff woy! Pake bahasa Indonesia campur Korea campur Inggris *dikit* yang baik dan benar dong! Ntar kalo dibaca orang yang ga ngerti gimana? Bahasa persatuan kita itu bahasa campur-campur(?) *baca:bahasa indonesia, korea, n inggris, dikit-dikit* tau!” sahut author. Aku hanya mengangguk2 kesakitan. Idih! Sakit banget padahal! Mana pake majalah yang tebelnya 250 halaman lagi!

“Woy! Majalah gue woy thor! Jangan ditimpukin ke orang! Bisa2 lecek tuh majalah! Mahal itu! Ntar kalo rusak, gue ga bisa beli game lagi!” teriak Kyuhyun.

“Idih! Bawel lu ah! Ini juga ga rusak, ga kusut, ga robek. Segitu amat lu, gue pinjem bentar! Muka lu tuh yang jadi kusut! Bawel!” jawab author sambil ‘bimoli’ (baca:bibir monyong lima mili) Kyuhyun hanya manggut-manggut sambil mengambil majalahnya. Dan mereka menghilang seketika(?) alias kembali ke ‘alam’ mereka masing-masing. Ah, baiklah, kembali ke topik awal dengan bahasa campur(?) yang baik dan benar.

Kulangkahkan kakiku menuju parkiran dengan berat. Buku yang ku pinjam dari perpustakaan ini sangat tebal dan berat. Melihat cover nya saja aku sudah pusing. Tak apa lah, sebentar lagi semua lelah yang ku rasakan akan terbayar oleh kematian Choi Sooyoung. Sekarang sudah jam 3 sore. Kira-kira jam 7 malam nanti aku akan memulai rencanaku. Aku lalu mengirim SMS kepada Soo.

to:my lovelly unnie

Soo unnie, kau sekarang dimana?

Send. Aku memasukkan kembali hp ku ke dalam saku celana dan kembali berjalan menuju mobil. Cklek.. Ku buka pintu mobil (emang bunyi pintu mobil kebuka kaya’ apaan sih?) ada secarik kertas yang mungkin diselipkan ke kaca jendela mobilku. Cih, dari Jung Yonghwa. Sudah berkali-kali aku menolaknya tapi dia keras kepala juga, padahal mukanya pas-pas an. Dasar keledai bebal. Lihat saja judulnya “Saengil Chukamnida My Dear, Seo Joo Hyun” itu saja sudah membuatku muak, apalagi membacanya. Aku lalu meremukkan kertas itu dan membuangnya tanpa membaca sepatah kata pun dari surat itu. Tidak penting. Lagipula surat itu tidak akan dibahas dalam ujian, jadi tidak masalah kan? Aku merasakan hp ku bergetar. Ada SMS balasan dari Sooyoung.

from:my lovelly unnie

di rumah. Memangnya knp?

cepat-cepat ku balas SMS nya.

tidak. Aku hanya ingin mengajak unnie ketemuan. Di taman jam 7 nanti. Boleh kan? Aku ingin meniup lilin di kue ulang tahunku bersama unnie. Unnie saja yang belikan kue nya. Hitung-hitung hadiah dari unnie. Terserah mau yang bagaimana. Aku percaya dengan pilihan unnie. Gomawo.

Send. Yep! Rencana sukses! Sebentar lagi aku akan menjadi pelaku kasus tabrak lari yang menewaskan seorang anak sebatang kara yang menyedihkan dan tak berguna, bernama Choi Sooyoung. Aku lalu melanjutkan perjalananku ke rumah sambil menghidupkan radio. Lagu yang diputar.. Lagu nya Jay Chou yang berjudul Ting Mama De Hua. Lagu ini mengingatkan aku dengan ibuku yang terbaring lemah di rumah. Air mataku menetes. Kau pasti tertawa kan, melihat iblis sepertiku menangis? Tertawalah. Itu hak mu. Aku memang tidak pantas dikasihani.

“Ting mama de hua, bie rang ta shou shang. Xian kuai kuai zhang da cai neng bao hu ta. Mei li de bai fa, xing fu zhong fa ya tian shi de mo fa, wen nuan zhong ci xiang..” aku mengikuti lirik lagu nya. Walau pun aku tidak mengerti bahasa Mandarin, aku tahu sedikit-sedikit artinya. Kira-kira artinya begini.. Dengarkan kata-kata ibu. Jangan buat ia bersedih. Ingin cepat tumbuh dewasa agar bisa menjaganya. Rambut putih yang cantik memancarkan kebahagiaan. Sihir malaikat dalam kedermawanan dan kelembutannya.

Yaaahh.. Kira-kira begitu lah artinya. Aku tidak terlalu bisa bahasa Mandarin. Tanya lebih lengkap saja ke Choi Sooyoung yang menyedihkan itu. Parah! Sepertinya aku memang sudah membenci unnie ku yg ku sayangi(?) itu. Andai saja Hell Communication benar2 ada. Akan ku kirim dia ke neraka sekarang juga *deep bow*. Yah.. Toh, dia sebentar lagi juga mati, maksudku meninggal, ah, maksudku… Eeeh! Mulai lagi!

*Seohyun POV end*

*Sooyoung POV*

Aneh. Si Seororo itu kenapa mengirim sms beginian? Kenapa dia jadi baik lagi? Apa karena sekarang ulang tahunnya? Kenapa ini? Kenapa itu? Kenapa kenapa oh kenapa? *jiaaah = =”*

“Apa itu?” tanya Yuri sambil mengambil hp ku. Aku hanya melongo karena ia menggunakan kecepatan cahaya(?) untuk mengambil hp yang ada di tanganku. Aku sadar aku seperti orang idiot. “Heh? Woy? Helllooooo! Any body there?” kata Yuri sambil melambai2kan tangannya di depan mataku. “Idih muka lu kaya’ orang idiot tau! Tutup tuh mulut lu yang ngangap mirip ikan mas! Ntar bisa2 cairan yang tak diharapkan netes lagi!” kata-kata Yuri membuatku tersadar. Dan aku kembali menutup mulutku, memasukkan gigiku dan mengembalikan mataku ke posisi semula yang tadinya sudah hampir kabur dari habitatnya. (makin lama makin ngaco, malahan ini ga sesuai sama judul)

“Apaan sih?!” sahutku sewot. Dia hanya ngakak tingkat dewa. “Puas lu?” tambahku. Dia malah tambah ngakak. Liat tuh, sampe nangis lagi. Sesaat dia sudah puas dengan pekerjaan tertawanya dan dia kemudian membaca sms di hp ku. Kau tahu? *kau tempe* senyumnya langsung terbalik (dari u ke n) yah.. kira-kira begitu lah.

“Kenape lu? Heh? Woy? Tes tes tes… Iler netees… Tes tes tes.. 146.. Ooiii…! Ntar kesambet lu!” kataku. Seeerr…! Dia seperti orang kesurupan.. Merinding gue.

“Lu mau.. Eh, maksudnya.. Kau mau pergi mengunjunginya malam ini?” tanyanya kemudian setelah ngangap gak ketulungan sekitar 15 menit lamanya *lebay*. Aku hanya mengangguk. Deep! Dia langsung mencengram kedua lenganku. Aku yang kaget tak bisa berbuat apa-apa selain berkata, “Apaan sih lu?”

“Jangan pergiiiii….!” pekiknya sambil mengguncang2 tubuhku dengan sangat kuat. Bagus. Roh ku tinggal setengah sekarang. “Soo? Sooyoung? Heeeeiii….!” katanya sambil terus mengguncang-guncang tubuhku. Pintar sekali! Roh ku sekarang tinggal seperempat. “Waaah…! Gawat! Roh nya hilang tiga per empat! Kemana perginya itu? Awawawawawawawaw….!” katanya. Dia kemudian melepaskanku. Bruukk…! Teler dah gue. Kemudian aku bangkit(!) kembali.

“Apa? Lu mau makan di AW? Ikutan dong! Bayarin yah! Hehe..” kataku. Dia langsung memasang tampang yang membuat selera makanku hilang seketika (-______-)

~sedang perbaikan naskah dialog cast. Mohon tunggu sebentar~

Setelah beberapa jam(?) dimarahi author, cerita yang sesungguhnya dimulai..

“Kau benar2 mau pergi Soo?” tanya Yuri. Aku hanya mengangguk bingung karena Yuri sangat panik. Dia menghela napas panjang. Aku mengangkat sebelah alisku. “Baiklah. Aku akan membuntutimu. Bagaimana?” tanyanya. Aku menggeleng cepat.

“Aniyo.. Aku sudah 21 tahun, Yuri. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Tak perlu membuntuti segala. Urusi saja buntut mu itu.” jawabku. JEDEEEERR….! BYUURR…! Seeerrr…! *soundscreen* (yang ‘jeder’ itu bunyi petir, kalo ‘byuur’ bunyi ombak, kalo yang ‘seerr’ itu bunyi ujan nya) seketika rambut Yuri basah kena hujan. Tunggu dulu! Efeknya berlebihan. Idih.. Author lebay deh!

PLETAAAKK!!! *Sooyoung dilempar sendal n sepatu sama author*

“Awawawawawaw *makan di AW?*” rintih ku. “Sakit kunyuk!” sambungku kesal.

“Oii…! Ngapain nyebut2 nama gue? Pada ngomongin gue ya? Susah banget jadi artis kaya’ gue..” tiba-tiba Eunhyuk datang. Hah?! Apa?! Kenapa dia?! Dateng tiba-tiba?! Mirip setan tuh orang.

“Bukan elu kucrut! Kunyuk lu!” sahut Yuri.

“Nah loh? Manggil gue lagi kan? Segitu tenarnya kah gue?” jawab Eunhyuk. Seketika perabot-perabot dapur beterbangan ke arah Eunhyuk.

“Huwaaa…! Unyuuuu~k nyebelin banget sih lu ya?! Kepedean baget sih lu! Udah! Sono pergi! Lagian kenapa lu ada di sini sih? Di naskah perasaan ga ada.” kata author.

“Emang ga ada. Untuk part ini ga ada. Debut(?) gue di cerita ini masih lama.” sahut Eunhyuk

“Nah? Loh? Sekarang lu ngapain di sini?” tanyaku.

“Ga ada sih. Gue ga ngapa-ngapain di sini. Gue numpang lewat aja deh. Deeey~” kata Eunhyuk. Dan seketika saja dia hilang. DOOOOONNGG~ Mataku, Yuri, dan author nyaris jebol. *readers : ini cerita apaan sih sebenernya? Ga nyambung abis deh!

Author : sabar readers..bentar lagi debut(?) nya dimulai.

Readers : pingsan*

~kembali ke cerita~

“Dan aku sudah 22 tahun! Kan sudah malam Soo! Berbahaya kalau kau sendirian.” Yuri mencari alasan. Aku tetap saja menggeleng. “Hhh~ baiklah. Terserah kau saja lah.” aku hanya mengangguk walau pun aku juga agak takut. Bukan karena alasan malam, tetapi karena Seohyun.

*Sooyoung POV end*

*Yuri POV*

Akhirnya aku mengalah. Apa? Seorang Yuri mengalah? Tidak tidak. Itu tidak ada dalam kamus besar seorang Kwon Yuri. Bagaimana pun dia melarangku, memangnya aku mau menurut? Heh.. Salah besar. Aku akan tetap mengikutinya. Lagian kalau beneran mau potong kue kan aku bisa ikutan. Hehe.. Tiba-tiba Sooyoung berdiri dan sepertinya dia mau pergi. “Kemana?” tanyaku.

“Mau mandi dulu. Lalu pergi ke toko kue langgananku.” jawabnya.

“Toko kue langganan yang mana? Rasanya kau punya banyak toko kue langganan, Shikshin.” kataku.

“Sialan kau. Ituu.. Toko kue yang ada di pertigaan.” sahutnya. Aku hanya mengangguk. Ah sial. Dia benar-benar ingin pergi. Aku juga sepertinya harus mandi dan bersiap-siap mengikutinya. Sebelum mandi aku mengirim SMS kepada Kyuhyun oppa.

to : Kyu oppa

oppa, bisakah oppa temui aku di toko kue yang ada di pertigaan dekat rumahku 1 jam lagi? Ini penting. Menyangkut Sooyoung. Kalau oppa datang lebih awal dan melihat shikshin di sana, tolong bersembunyi. Jangan sampai dia tahu.

send. Kalau menyangkut Sooyoung pasti dia tidak akan mengatakan tidak. Kekeke..

*Yuri POV end*

TBC

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on April 12, 2011, in fanfic and tagged , , , . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. hiiii… seremm deh!! ayo lanjutin teruss, aku jd penasaran

  2. Sooyounglovers

    hahaahaa…

    Annyeong… xD

    Wah..
    ini ff mystery ya author?
    Tapi kok aku malah ngakak mulu baca ff ini..?
    *reader sarap*

    lanjutkan ya..😀

  3. @sooyoungster : annyeong..aku juga sooyoungster.. waahh..serem? Bagian mananya?? Haha..ok ok..gomawo for comment..

    @sooyounglovers: annyeong.. ada mystery nya dikit2..ituh.. *nunjuk2 ff di atas*
    ngakak? Sama dooong…! Sebenernya kita sama2 sarap..

    *author gila*

  4. waaaa br baca part 2 nya,aku rada bingung thor bacanya T.T tp bagus kok,lanjutt thor,kyuyoung momentnya jgn lupa

    • bingung ya? blom baca part 1 nya kah? kalo blm silahkan baca..ato terlalu banyak adegan gaje nya? aku kurangin deh ntar.. ^^
      baguskah? waa.. xie xie, maksudku gomawo..
      moment kyuyoung? pasti aku banyakin! aku 100% knight murni(?)

      gomawo comment nya.. ^^

  5. Dictavip (Sekar Arum)

    Daebak,
    cman agak bingung gra2 bahasa campur2 x. . . Hahaha

    • aaahh~ dicta-ku yang baik~
      aku kira ga ada yg suka..makasih ya..oh, iya..maaf telat reply nya..
      o,iya satu lg..maaf kalo reader pada bingung..soalnya pas lagi bikin ini aku lagi galau, stress, bercampur error..mohon dimaklumi..tunggu selanjutnya aja ya..makasih udh mau comment..^^

  6. indah(han jang mi)

    ayo lanjutannya mana? aku tunggu lanjutannya🙂

  7. annyeong…….
    unnie , seo jahat bagetnya , sebel dech aku
    wah… , kyuyoung nich , aku suka ama couple ini
    kira2 kapan ada lanjutannya chingu ?? , soalnya aku penasaran banget😀
    unnie hwaiting nya , biar makin semangat untuk kelanjutannya😀
    gomawo……

  8. aaaaaaa~ sumpah deh terharu ngebaca comment nya..
    iya tuh si seo jahat banget..sebel yah.. #ngangguk2
    aaah~ kita sesama Knight ternyataa..iya KYUYOUNG JJANG! ahahaha..^^
    lanjutannya? aku ntar lanjutin as soon as possible deh..^^
    kyaaa~ makasiiih…^^
    comment kamu bikin aku semangat lagiii… >,<
    makasih udh comment yah..^^

  9. aaa keren suka sama ff ini
    lanjutannya ditunggu lho🙂

    hwaiting😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: