(fanfic) The Past, The Night, The Time

annyeonghasseo reader tersayang tercinta and ter apa kek :p hari aku mau nge post fanfic lagi yey😀 fanfic yang berbeda tapinya~ karena kali ini aku pake cast yang sebelumnya ga kalian kalian temuin di blog ku kekeke

semoga reader pada suka yahh ^^ maaf banget kalo fanfic kali ini rada ngebingungin gitu, karena aku pake 2 alur, yaitu alur maju dan mundur. dan mungkin karenafic kali ini agak panjang, jadi siapkan segala sesuatu aja ya biar ga bosen haha ^^

karena ga mau banyak banyak utang fanfic, aku memutuskan untuk buat fic sekarang ini cuma 3shoot, biar ga panjang dan bosenin, karena 1 part aja udah panjang -_-

sip lah aku banyak bacot nih keke mau bilang aja, buat yang berkenan komen terimakasih banyak ^^ yang ga mau? tak apa author mengerti🙂

let’s enjoy!

Part 1: The Past

Author: Rim

Cast:

– Park Luna

– Kim Jonghyun

Genre: Separation, sadness

Length: 3shoot

Rate: PG

————————–

Apakah kau mampu menghadapi sebuah masalah dalam sebuah waktu yang seakan berputar cepat?

Bahkan untuk berfikir saja itu membutuhkan waktu yang sangat lama..

Waktu mengejarku. Berjalan semakin cepat tak memperdulikan aku yang masih berjalan di tempat yang sama.

Aku belum mengerti perasaan ini

Ku mohon.. berhentilah..

“saeng, kau sedang apa?”

Gadis itu tersentak kaget. Kontan sebuah buku yang sedang di amatinya terlempar tak jauh karena saking kagetnya gadis itu. dia terdiam. Membiarkan buku tersebut jatuh begitu saja. Kemudian menggeleng dengan sangat cepat,

“aku hanya.. melihat buku harian ini..” gadis itu menunduk.

Sang kakak laki laki dari gadis itu terlihat berfikir sejenak dan larut dalam kebingungannya.

“ah Leeteuk oppa.. jangan pikirkan itu” ucap sang adik dari laki laki bernama Leeteuk  itu, Park Luna.

Leeteuk duduk di sebelah Luna, di pinggir ranjang tempat tidur Luna yang cukup luas. Kemudian perlahan laki laki tu mengelus rambut Luna dengan sangat penuh kasih sayang, “jangan di pikirkan.. jangan mencoba berusaha terlalu kuat..”

Luna menggigit bibir bawahnya. Dia ingin tau, hanya saja semua orang di sekitarnya selalu menahannya untuk mengetahui hal yang sebenarnya berhak di ketahuinya. Karena itu tentangnya. Tentang sebagian masa lalunya.

“apa aku yang menulis di buku harian itu?”

Luna bertanya dengan sangat lembut. Gadis itu takut oppa tersayangnya itu bosan dengan pertanyaan yang di ajukan Luna. Karena Luna selalu menanyakan hal yang sama ketika dia habis membaca buku harian itu. sedangkan dia membaca buku harian itu hampir setiap hari.

Alis Leeteuk berkerut dan menatap Luna dengan sangat iba. Lalu dia menggeleng dengan sangat lemah, seperti halnya kondisi Luna saat ini.

Luna kembali menunduk. Walaupun oppa nya selalu menggeleng, dia tau ada sebuah kebohongan dari bola mata oppa nya. gadis itu tau, dia tau semua hal yang ingin di ketahuinya.

“oppa segitu jahatnya kah?”

Luna berbisik, berbisik dengan sangat kecil bahkan terlihat seperti bicara dalam hati ketimbang berbisik. Mimiknya terlihat seolah dia bukan berbicara atau bahkan berbisik. Dia hanya mengucapkannya dalam hati.

Leeteuk yang menyadari berubahnya ekspresi Luna, langsung memeluk dongsaeng nya itu ke dalam tubuhnya. Mengelus rambut Luna dengan sangat halus. Seperti biasanya.

“kau harus cukup istirahat”

^^

Seorang gadis berambut pirang sedang berdiri di depan rel kereta. Dia terdiam cukup lama menunggu sesuatu yang di harapkannya datang. Pandangannya sangat kosong dan kabur dari penglihatannya. Gadis itu masih memakai seragam sekolah yang lengkap dengan sebuah tas kecil yang menempel di pundaknya. Kedua tangannya mengepal dengan sangat kuat. Jantungnya berdetak lebih cepat. Lebih cepat dan cepat hingga gadis itu mengeluarkan keringatnya di cuaca yang sangat dingin siang itu.

Wajahnya memerah, entah karena sebuah amarah yang memuncak atau karena tangisan yang menghiasi wajahnya. Hanya saja tubuhnya bergetar, seperti memiliki ketakutan yang sangat mendalam.

Teng teng teng teng

Sebuah rambu rambu kereta api terdengar begitu menggelegar di telinga gadis itu. di cuaca yang sangat dingin dan daerah yang sangat sepi, membuatnya merasakan dentingan rambu rambu itu terdengar dengan lebih jelas. Dia menoleh sekeliling, sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan tak ada orang yang akan melihatnya. Setelah puas melihat sekeliling, gadis itu menunduk, mulai berjalan ke depan.

Gadis berambut pirang itu merasakan sebuah gesekan suara rel yang berdentam keras. Seolah menertawakannya tentang semua yang terjadi dalam hidupnya. Tangannya semakin mengepal dengan sangat kuat, hingga dia berhenti di tengah rel kereta itu. dia melihatnya, melihat kereta yang akan menabraknya sebentar lagi. Dia melihatnya, melihat apa yang akan terjadi setelah ini. Dia mendengarnya, dia mendengar suara jantungnya yang mencelos keluar, berdebar semakin kuat dan kuat.

Hingga sampai beberapa meter lagi, dia mendongakkan dagunya, menatap sebuah kereta yang terlihat lebih besar dan menyeramkan di banding apa yang ia kira. Kedua tangannya mencengkram rok nya dengan sangat kuat. Air mata itu mengalir dengan sangat deras. Sangat. Tapi sebuah senyuman terukir di wajahnya saat dia menangis. Perlahan gadis itu memejamkan matanya. Dan tinggal menunggu beberapa detik waktu kematiannya.

“LUNA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Seseorang mendorong gadis bernama Luna itu keluar dari dasar rel kereta api. Hingga keduanya terdorong tak jauh dari batasan rel kereta api. Laki laki itu berkeringat dengan sangat luar biasa, nafasnya memburu dan jantungnya ikut berdetak lebih kencang.

Luna, Luna yang terjatuh di jalanan aspal hanya diam dan menunduk. Air  itu masih mengalir di pipinya. Entah apa yang akan di katakannya saat ini, apakah ucapan terimakasih, atau sebuah makian karena telah menghalangi keinginannya, tapi Luna tak mempedulikannya. Dia terlalu lelah untuk berkata, dia terlalu lelah untuk memikirkan itu.

^^

Jonghyun menarik nafasnya panjang, sambil terus memperhatikan gadis yang jalannya lebih dulu 2 meter dari dirinya. Sesekali dia mengembangkan senyumnya melihat tingkah gadis yang di sukainya.

Entah apa yang membuatnya tertarik, Jonghyun tak pernah punya alasan sedangkal orang orang yang sedang jatuh cinta. Dia mengenalnya, dia mengenal gadis yang di sukainya selama bertahun tahun dengan cara memperhatikan. Jonghyun sadar gadis itu tidak secantik mantan mantannya, Jonghyun bahkan sadar gadis itu tak secantik gadis gadis yang mengejarnya. Namun, hanya sebuah tingkah laku membuat Jonghyun mengembangkan senyumannya.

Sudah belakangan terakhir ini Jonghyun mengikutinya ketika pulang sekolah. Mengamatinya dari sudut pandang yang tidak di ketahui gadis itu. berjalan di belakang gadis itu sekitar 2 meter terkadang membuat Jonghyun tak nyaman dan gregetan untuk segera menghampiri gadis itu. namun, terkadang berbagai pikiran membuatnya mencegah apa yang akan dia lakukan.

Semua orang menyukai Jonghyun, sebagai laki laki yang memiliki suara yang merdu dan laki laki yang tampan. Semua orang menyukainya dari semua segi sisi Jonghyun yang terlihat dari pandangan masyarakat. Jonghyun juga terkenal ramah di antara para sunbae maupun dongsaeng. Tapi terkadang menjadi pandangan seseorang adalah bukan hal yang di inginkannya. Sekarang satu, dia cuma ingin di perhatikan gadis itu.

Ada yang aneh kali ini ketika Jonghyun sampai pada jalan yang sangat sepi saat mengikuti gadis yang di sukainya. dia berhenti ketika gadis itu memberhentikan langkahnya.

Jonghyun pikir, gadis itu sadar akan kehadirannya yang mengikutinya saat itu, hanya saja, pikiran dangkalnya sangat salah untuk mengartikan situasi saat ini.

Jonghyun baru sadar gadis itu berhenti tepat pada rel kereta. Tidak, tidak, gadis pirang itu bahkan belum menginjakkan kakinya di atas rel kereta. Tapi selangkah maju, dia baru mencapainya.

Gadis itu diam. Bukan untuk waktu yang sebentar. Jonghyun tidak mengerti apa yang di lakukannya. Tapi dia hanya melihat dari belakang. Sesekali sebuah senggukan tangisnya terdengar keras di telinga Jonghyun, dan dia baru saja mengetahui, gadis itu menangis. Untuk apa?

Tubuh itu bergetar. Jonghyun dapat menangkap pemandangan itu semua. Keringatnya mulai bercucuran membayangkan apa yang akan di lakukan gadis yang di sukainya itu, karena dalam bayangannya, hanya sebuah bayangan mengerikan semua. Dan begitu rambu rambu kereta api berbunyi, gadis itu melangkahkan kakinya ke rel kereta. Jonghyun semakin panik.

Apa yang di lakukannya? Banyak pertanyaan yang terlontar di pikiran Jonghyun ketika itu. Jonghyun bingung, ketika kakinya akan bergerak melangkah ke depan, sesuatu menghalanginya. Seperti hati dasar kecilnya yang ingin membiarkan gadis itu pergi.

Suara gemuruh kereta makin terdengar di telinga laki laki itu. kereta itu mendekat, mendekat dan akan menghancurkan tubuh gadis itu. terakhir yang Jonghyun lihat, gadis itu menangis seraya tersenyum. Senyum sakit. Tak tau kenapa, walau menangis, Jonghyun merasakan gadis itu meminta untuk di tolong. Dan dengan segera walau bermacam pikiran menghantuinya, laki laki itu tetap melangkahkan kakinya untuk menolongnya.

“LUNA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

^^

Luna menjerit kesakitan malam itu, yang membangunkan oppa nya yang telah tertidur pulas. Luna menangis, menangis lagi untuk malam ini. Entah apa yang di tangisinya, tapi dia selalu menangis ketika rangkaian cerita itu datang ke dalam mimpinya.

Leeteuk membuka pintunya dengan sangat kasar, dia sangat panik ketika dongsaeng itu berteriak seperti orang yang kerasukan. Dia tau alasannya adalah sama seperti yang di katakannya malam malam lalu. Tapi sebagai seseorang yang menyanyangi Luna, dia harus selalu ada di saat Luna seperti ini.

“OPPA!!!! OPPA!!!!” Luna menjerit tak karuan.

Leeteuk menenangkannya dalam dekapan hangatnya. Dia memeluk Luna dengan sangat lembut untuk sesekali menghilangkan jeritan di malam yang sunyi. Dalam dekapan, Luna tak bergerak saking dalamnya pelukan oppa nya, tapi setidaknya jeritan jeritan itu mulai hilang dari bibir Luna. Hanya air mata yang tetap mengalir.

Setelah tenang, Leeteuk berusaha mencari tau lebih dalam apa yang Luna dapatkan dari sebuah mimpinya kali ini, “jadi, apa yang kau lihat?”

Luna bergetar hebat, sesekali air matanya jatuh kembali menggenangi wajahnya yang sudah terlampau memerah, “ba-bayangan..”

“mwo?”

“bayangan. Ses-seorang berkata dia adalah….. bayanganku” tangan Luna menangkap tangan oppanya. Dia memeluk tangan itu seolah tak ingin kehilangan Leeteuk, “sosoknya bukan bayangan.. manusia seperti kita..”

Leeteuk mengangguk mengerti, “lalu?”

Luna memegang kepalanya yang sakit, “aish oppa.. aku lupa” pekiknya.

Leeteuk menenangkannya, walaupun sangat penasaran tapi Leeteuk tak akan membuat Luna mengingat lebih jauh. Karena Leeteuk menyanyangi Luna lebih dari apapun. Karena Luna adalah satu satunya keluarga yang tersisa dalam hidupnya.

“kalau begitu sekarang tidur lagi. Aku yakin kau akan tidur nyenyak sekarang” laki laki itu tersenyum manis, yang di jawab anggukan dari Luna.

Perlahan Luna menutup matanya kembali. Dia sudah tertidur kembali. Leeteuk tersenyum. Dan sesaat sebelum dia keluar, dia mengambil buku harian yang tergeletak di samping tempat tidur Luna.

Laki laki itu langsung membuka buku harian itu ketika sampai pada kamarnya, dan mulai membaca halaman yang tak sengaja terbuka olehnya,

Dia seperti bayangan.

Berdiri di hadapannya adalah seperti menatap cermin

Bukan nyata, ini hanyalah sebuah gagasan kecil

Tapi perasaan itu bergejolak di dada membuatku yakin

Aku adalah dia

Dia adalah aku

Halaman berikutnya..

Bagaimanapun bayangan hanya bayangan

Kemana kau pergi, dia selalu ada di sisimu, menyaksikan rentetan cerita yang terjadi dalam hidup

Berikutnya..

Bagaimanapun bayangan hanya bayangan

Sekeras apapun kau berlari untuk menjauh, dia akan tetap mendampingimu

Dan..

Bagaimanapun bayangan hanya bayangan

Walaupun sudah ada di sisimu itu semua tak akan berarti lebih

Bahkan kau mungkin akan melupakan kehadirannya

Hanya berakhir seperti sebuah pantulan cermin yang terlihat ketika kau ingin melihatnya saja

Aku menangis, dia menangis,

Aku tersenyum, dia tersenyum..

^^

“kenapa kau menolongku?”

Jonghyun terdiam mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Luna.

“kenapa? Kenapa ada orang yang masih mau menolongku saat aku ingin melakukannya?!”

“Luna..”

Luna menangis lagi. Air mata yang berusaha di cegahnya kini mengalir dengan sangat deras. Padahal niatnya adalah menyembunyikan hal ini kepada orang lain. termasuk kepada Jonghyun yang walaupun telah menolongnya.

“Appaku..” Luna mengayunkan ayunan yang ada di taman itu perlahan, “appa ku meninggal karena sakit..”

Jonghyun menunduk, sesekali dia melihat air mata Luna yang turun itu. dia tau betapa salahnya saat ini dia berhadapan dengan Luna. Dia tau betapa salahnya dia mengajak Luna ke taman kecil itu.

“aku merasa hidup ini sudah tak berguna tanpa appa..”

Dia menangis lagi..

“makanya..” Luna menatap Jonghyun, “makanya aku ingin merasakan hal yang sama seperti appa.. dan amma..”

Jonghyun tak tega melihat ke dua bola mata itu. kedua bola mata yang sesungguhnya mengatakan kehangatan dan kebaikan, yang sekarang di genangi air karena perasaan sakit yang mendalam.

“kenapa menolongku?”

Luna kembali menanyakan hal yang sama. Jonghyun diam dan berusaha mencari sesuatu yang bisa di jadikan alasan yang tepat untuk itu. tak mungkin dia mengatakan bahwa Jonghyun menyukainya, itu bukan waktu yang tepat. Secercah ide keluar dari pikirannya, dan laki laki itu mengembangkan senyum manisnya,

“aku? Aku bayanganmu, Luna”

Luna tertegun untuk beberapa saat. Dan akhirnya setelah itu dia tertawa dengan sangat lepas. Bukan seperti yang Jonghyun bayangkan, tapi ini bahkan lebih baik dari yang Jonghyun bayangkan. Ekspresi sedih bahkan air mata yang tadi menghiasi wajah Luna hilang dalam sekejap di gantikan tawa. Perlahan melihat itu semua, membuat Jonghyun mengembangkan senyumnya lebar lebar.

Sudah di katakan bukan? Alasan Jonghyun menyukai Luna tak sedangkal orang orang yang sedang jatuh cinta, begitu juga ketika di lontarkan pertanyaan tentang Luna, laki laki itu tidak akan menjawab dengan jawaban yang dangkal seperti orang lain.

TBC

———————————-

oke ada yang tak mengerti? mianhae aku pun sama -_- *plakkkkk

sungguh maaf banget ya kalo fic ini mengecewakan. mianhae ^^

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on May 16, 2011, in fanfic and tagged , . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. Diyuntaechan

    annyeong ^^
    waaah, bagus onnie fanficnya🙂 jjong sweet..
    coba gd bilang gitu ke aku *ngayal banget*
    sukkkaa~ hoho
    okwaiting for the next chap😉

  2. Suka suka suka. Jonghyun keren banget bisa ngomong kayak gitu :3 mungkin kalo cowo lain ga ada yg bilang ‘aku bayanganmu’. Aih so sweet. Bener deh eon jadi senyum-senyum gaje bacanya😄 *tanda tanda lagi ga waras*
    aih, nice ff eon X)

    • makasi makasi makasi😀
      kekeek jangan senyum seenyum gaje ntar di kira gila –”
      yah kamu boleh senyum sekarang tapi nanti ntar di part berikutnya ga senyum lagi lohh😮

  3. jjong-ku sweety-ku honey-ku
    #digebukin

    pastinya dirimu yg selalu disukai smua org, yeobo
    #apadah

    unnieeeee~ aku pengen jadi lunaaa~ huweee~

    (aku : unnie luna! jebaaal! geser! biar aku yg jadi cast nya!
    luna : ini si keiko knp sih? kalo mau ganti castnya konfirmasi sama sutradaranya sana! *nunjuk2 rim unnie*
    aku : rim unnieeee~ *narik2 rim unnie*)

    • yeee mesra mesraan sama jjong jangan di sini :p
      haha iya pasti
      ga mau ga mau!! Cast udah tetep! Xp *geser geser keiko* kekeke :p

      • aa..unnie aaa…
        unnie ga bilang kalo ada audisi untuk jd pairing my yeobo, jjong..huweeee…. >,<

        #nangis guling2 di lantai

        *ajaib! lantai jd kinclong!

      • kekeke abis udah telalu banyak cewe cewe yang daftar, jadi kepenuhan. Sekyung unnie aja ikutan daftar aku tolak wkwkw (?)
        wah kamu jadi alat pel an dong (?)

  4. Sooyoungster

    JONGNA!!!

  5. Aigoo….daebak!!
    Suka bgt ma ni couple….
    Suka bgt ma luna!
    Suka bgt ma jong!
    Smg jong nya gak knp np….aku khawatir luna depresi krn jong..errr

  6. Jd disini Luna knpa? Amnesia yaa? Truz gmana dg Jong sang bayangan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: