(fanfic) Songfic: Lonely

annyeonghasseo ^^ kali ini aku mau nge post songfic😀 berhubung ini perata kalinya buat songfic, jadi min kalo jelek dan ga nyambung huhu

buat para pecinta Daragon aku persembahkan ini untuk kalian😀 yang mau komen komen, yang ga mau ya gapapa ^^

ini songficnya lagu 2ne1 yang Lonely. aku suka arti liriknya, keren! jadi aku buat fanfic dehh hehe happy reading ^^

Lonely

Author: Rim

Cast:

– Kwon Jiyong

– Sandara Park

Genre: Romance, sadness

Length: oneshoot

A/N: Enjoy!

——————————-

Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely

Aku memandang langit malam yang bertaburan penuh dengan bintang. Sesekali menghela nafas panjang ketika sadar ini adalah aku, tetap aku yang menjalani rutinitas melelahkan setiap harinya. Kadang aku selalu berfikir aku memilih jalan yang salah, tapi dorongan dan kepercayaan membuat pikiran itu sirna dari otakku. Aku harus menempuh ini semua, walau sangat lelah.

Walau begini, kebahagiaan tetap aku dapat. Banyak orang yang mencintaiku dan mengatakan mereka menyayangi, hingga rasa bahagia itu aku junjung tinggi dan aku jadikan alasan bertahan dalam dunia ini. Dan hingga hari di mana aku merasakan kebahagian dalam puncaknya, memiliki seseorang yang aku cintai dan mencintaiku.

Menjalani hari sebagai artis, membuat hal itu diperolok dan di katakan mengada-ada. Semua mengatakan rasa cinta tak akan ada, yang ada hanya bekerja dan bekerja. Tapi ketika kau menemukannya, semua akan berangsur bahagia. Walaupun mesti di tutupi dari segala hal yang menyangkut dunia entertainment.

Aku, dengan seorang Kwon Jiyong di sampingku saat ini, adalah hal yang membahagiakan yang telah aku terima. Namun hari ke hari yang aku jalani entah berubah menjadi apa.

“aih, shirreo!” dengan kasar aku menepis sebuah tangan yang tadi berhasil mengelus rambutku, walau sadar itu pasti adalah Jiyong.

“waeyo Dara? Kau tak suka?”

Aku.. “maaf oppa aku pikir hantu karena sedang membayangkan hantu haha,” bohongku sambil tertawa garing.

I don’t know
I don’t know
Why I’m like this

Aku merasakan perasaan ku ke Jiyong sudah berubah. Walaupun dia di sampingku, menyandarkan diri di bahuku, dan bicara bersama denganku, kenapa ini terasa begitu jauh? Dan aku merasa.. sendiri?

“kau berubah noona..” Jiyong merangkulku kembali, tak peduli bahwa tubuhku menolak kehadirannya.

 You, saying that I’m not the same as I used to be, is not completely untrue
This changed me is a stranger to myself as well

Bodoh. Jiyong pasti marah saat ini. Karena ketika dia sudah memanggilku dengan sebutan itu lagi –noona, itu berarti dia marah padaku. Hah, aku tau itu tapi aku selalu membiarkannya menyebutku dengan sebutan itu, tak marah seperti awal aku menjabat menjadi seorang kekasihnya.

Memang benar katanya, aku berubah. Aku mengakui itu semua karena aku memang merasakannya. Bukan paksaan kehendakku untuk berubah seperti ini, tapi perasaan dan tentunya diriku sendiri lah yang menjalani apa yang di inginkannya.

Aku dapat merasakan hembusan nafasnya di telingaku, aku menoleh ke arahnya, dengan wajah yang sangat berdekatan, hingga tak ada lagi ruang untuk aku dapat mengekspresikan wajahku dengan bebas.

Menatap mata itu, mata seorang laki laki yang aku cintai. Dulu. Sekarang aku hanya merasakan kehampaan. Apakah ini salah? Memang kupikir perasaan ini hanyalah sebagai saudara.

Aku terlalu lemah untuk mengatakan aku tak mencintainya lagi. Menatap senyumnya, mengingatkanku bagaimana dia harus menutupi kenyataan pada public figure. Bagaimana laki laki itu menelfonku di tengah kesibukkannya, bagaimana laki laki itu tetap fokus pada pekerjaannya ketika para fans marah saat aku dan dia di katakan berpacaran, bagaimana dia bersikap senormal mungkin saat grupnya dan grup ku –2ne1 bertemu, bagaimana dia di marahi Yang appa dan tetap membelaku, bagaimana dia memberikanku sebuah buket bunga di hari sibuknya, bagaimana dia menyiapkan candle light dinner yang indah di malam promosi albumnya, dan ah masih banyak lagi hal yang membuatku terlalu takut untuk bicara jujur.

You are so kind but
That’s the way you are but
oh I don’t know I don’t know Why I am like this
We were so in love, and you ’re here now but oh
I don’t know I want to find myself now

Ketika menyadari, wajahnya makin mendekat ke arahku. Masih dengan senyum yang selalu ada di bibirnya untuk menyambutku. Hingga bibir kami saling bertaut satu sama lain. menikmati indah malam ini dengan sebuah ciuman yang lagi-lagi tak ada arti lebih untukku. Yang lebih terasa hambar dan menyakitkan. Ciuman yang terlalu indah untuk seorang gadis jahat benama Sandara Park.

Lama sampai akhirnya Jiyong lelah dan melepaskan bibirnya dari bibirku, “katakan apa yang ingin kau katakan noona. Jujur padaku lebih baik”

DEG, jantungku berdetak keras. Jiyong selalu mengerti aku, kapanpun dan di manapun. Dia selalu mengerti ketika aku menyembunyikan sesuatu seperti saat ini.

Aku menunduk, menatap sebuah cincin yang bersemat di jari manisku. Cincin indah pemberian Jiyong. Yah walaupun ini akan menyakitkan, aku harus menyatakannya saat ini. Bahkan Jiyong yang memintanya, bukan aku.

Entah kenapa, seperti hari ini adalah hari yang telah di rencanakan sebelumnya olehku. Hari perpisahan aku dan Jiyong. Jahatkah aku? Karena aku pikir, cepat atau lambat aku akan menyadari sosoknya terlalu baik untukku. Terlalu baik untuk menjadi kekasih.

You didn’t do anything wrong, I’m the strange one It seems
I’ve already been prepared long ago, for our breakup
I really wanted to treat you well, out of all the times, why is it when I’m confronted by love
I am shrinking away & am lonely endlessly

“mianhae..”

Aku menatap matanya yang bersinar terang dari pantulan lampu di belakangku. Memang penyinaran saat ini sangat minim. Namun inilah yang aku dan Jiyong sukai, di tempat yang memang hening dan tak di temui siapapun. Tempat yang selalu di habiskan oleh canda dan tawaku bersamanya. Sekaligus juga tempat yang akan menyaksikan bagaimana perpisahan ini berlangsung.

“aku..”

‘Cause I’m just another girl
This night is lonely, I Can’t take any more, Good bye..

aku menggigit bibir bawahku, meski aku tau dunia akan baik baik saja setelah ini, dan ini juga adalah keinginan sendiriku, tapi aku terlalu takut untuk berkata..

“sudah tak mencintaiku lagi?”

Suara Jiyong yang parau tertangkap jelas oleh pendengaranku, bagaimana dia tau? bagaimana laki laki ini selalu saja tau jalan pikiranku?

“Ji-Ji..Jiyong?” gagapku mengetahui kenyataan yang sebenarnya sudah ketahuan oleh nya.

Jiyong menghela nafas panjang, sepertinya dia tak bermaksud menjawab pertanyaanku –yang sepertinya tak cocok di bilang pertanyaan juga. Dia sudah tau dari sudut mataku bahwa aku memang ingin mengatakan itu.

Setelah menunggu lama, memang benar, Jiyong tak bermaksud berkata apa-apa lagi. Aku pun hanya menatapnya, berharap dapat menemukan arti dari semua mimik wajahnya yang di tunjukkan kepadaku. Aku tau Jiyong sedih, akupun sama. Aku sedih karena aku membuat laki laki yang mencintaiku sedih.

Aku berusaha mengeluarkan suaraku yang memang sangat sulit ku keluarkan dan menatapnya baik baik, “Jiyong orang yang baik. Semua tau itu,”

Dia menatapku tajam, mulutnya menganga sebentar, hingga dia kembali mengatupkannya kembali rapat rapat. Aku tau kata kata yang mungkin akan kau lontarkan terlalu sulit untuk saat ini.

“bukan salahku, walaupun kau ada di sampingku, tapi entah kenapa aku merasa sendiri.”

Pandanganku kini menyapu seluruh ruangan terbuka itu. sungguh bukan mauku untuk membicarakan apa yang aku rasa sesungguhnya. Karena mungkin akan membuatnya semakin sakit. Tapi salah juga ketika aku memutuskannya dan aku membiarkannya tak mengerti kenapa itu semua terjadi, tanpa tau alasan yang jelas kenapa aku memutuskannya.

“aku tak pernah jenuh padamu. Aku tak pernah benci melihatmu, aku suka. Aku juga selalu senang saat kau memberikan kejutan kejutan kecil untukku, ah tapi semua itu.. terasa hampa, Jiyong”

Aku menekankan pernyataanku itu pada kata ‘hampa’. Agar setidaknya Jiyong mengerti mengapa aku begini dan seperti ini.

Lagi, diriku tak bisa menolak ketika bibirku terus menyerocos tentang apa yang aku rasa. Sejak kapan aku jadi gadis perasa seperti ini? Sejak kapan aku jadi terang-terangan begini? Yah tentu sejak Jiyong mengambil alih perhatianku.

“Dara noona..”

Aku menoleh, setelah menatap sekeliling benda yang ada pada ruangan terbuka yang indah itu. ketika sadar, Jiyong tersenyum. Senyum yang mungkin tak bisa ku artikan oleh kata kata lagi. Senyum yang bukan berarti kebahagiaan, juga bukan senyum yang berarti kesedihan. Kenapa?

“aku mengerti. Aku mengerti semua yang kau ucapkan. Seperti sebuah lagu baru kau yang di rilis minggu lalu kan? Lonely, kau merasa seperti itu ng?”

Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I’m so lonely lonely lonely lonely lonely

Aku memutarbalikkan mataku, dan kembali menatapnya. Ah apa benar? Aku bahkan tak sadar ketika lagu baru grupku terjadi pada kehidupan nyataku. Kalau di pikir pikir, mungkin benar juga.

Aku mengangguk mengiyakan.

Padahal ku pikir Jiyong akan sangat merasa terpukul sekali saat ini terjadi. Seperti kejadian masa lalunya yang secara tak sengaja selalu terlihat pada akhirnya. Ketika mantan ballerinanya memutuskannya, dan mantan lainnya yang juga memutuskannya, bukankah dia sedih sekali?

Ku lihat Jiyong menutup matanya, menghampiriku dan mendekat hingga sangat dekat dan tak ada ruang untuk aku bergerak lebih bebas. Ku pikir kali ini bibirku akan di cium lagi. Namun  salah ketika bibirnya menyentuh keningku.

“aku harap setelah ini kau akan menjalani hari seperti biasa. Jangan menjauh dariku walau ini terjadi” katanya masih tetap menyium keningku.

Entah terasa bagaimana untukku, tapi aku dapat melihat tubuh Jiyong yang bergetar, dan.. setetes air jatuh dari pelipisku. Aku tak berkeringat, apa ini air mata Jiyong?

Beberapa detik setelah Jiyong mencium keningku dia menatapku, “itu yang terakhir, bisa di katakan salam perpisahan,”

Dia berbalik dengan cepat. Membuat sebuah pertanyaan melayang dalam pikiranku. Sisa air mata di pipimu.. apakah sebuah tangisan?

Aku menghela nafas panjang, rasa bersalah selalu menyinggap di hatiku. Tapi aku yakin perlahan ini akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Ah tapi bagaimana bisa aku melalui tadi semua tanpa menangis? Mana Dara yang biasanya?

‘Cause I’m just another girl

Mungkin seperti perkataan Jiyong tadi, aku berubah, aku juga mengakuinya. Dan mungkin itu alasan kenapa aku tak menangis.

Eh tapi masih ada satu pertanyaan yang menggantung dan membuat pertanyaan besar dalam memori ini..

Jiyong berbaliklah! dan katakan padaku apakah kau menangis?

FIN

———————————

tolong tinggalkan komentar untuk kemajuan author, kamsahamnida ^^

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on May 21, 2011, in fanfic and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 16 Comments.

  1. Ah eonnie aku nangis bacanya T^T
    fanficnya nyentuh + sampe maknanya, jiyong ,cinta emang ngga harus memiliki ,liat aku (?) haha._.
    Oke metha ngga jelas:/
    Jiyong terlalu baik,tapi Daranya juga kasian,ah bingung nih._.
    Over all,fanficnya keren >< 4 jempol buat eonnie,
    Oya eonnie lagi suka buat fic daragon ya? Kenapa ngga Skydragon :O

    • serius? wah senangnya berati ff aku nyentuh >..<
      makasi banyak banyak banyak ya😀
      iya kebetulan castnya cocok sama daragon, jadi aku buat daragon ^^ kalo skydragon aku tetep buat ko tunggu aja ^^

  2. ternyata aku emang ga bisa nangis ya unn..padahal ff unnie 100% sedih lho..aku kenapa sih unn?

  3. kyu oppa ngapain unn?

    #gabisa nge reply gara2 widget unnie…

  4. Diyuntaechan

    onnie tanggung jawab! aku nangis nih bacanya hiks hiks..
    apalagi baca waktu jiyong nangis.. hoho
    nice ff onnie.. feelnya kerasa begete hoho
    *ngelap ingus habis nangis*

    • seriusan? wahh jadio terharu ada yang nangis karena karyaku huhuhu
      wah Jiyong buat semua orang ikut nangis nihh *?*
      makasi banget nget nget😀
      *kasi tisu ke Dhini*

  5. noerulryeominew

    Sedih…T.T
    FFx nyentuh banget. Suka~~

    Salam kenal, author.
    Sy reader bar

  6. annyeong, ak new reader…
    critany bgus author,
    DARAGON!!!

  7. demi tuhan.,aku bgt.hehe

    tiap hub pasti ada masa2 qta ngrasa hampa,mungkn efek dr jenuh.hehehehe
    jd nangs dh nyentuh bgt soalnya.hehe

  8. saadd ending kah? huaaaa, sediiihhh… knp hrus berpisahh ??
    nice thor🙂

  9. keren bgt thor,ffnya.. aku jg tobat deh,jadi siders.. :”(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: