(fanfic) Battle Part 1

Battle

Part 1: Wager (taruhan)

Author: Rim

Cast:

– SNSD

– 2NE1 (di sini baru ada CL)

– KARA (di sini baru ada 2 member)

– Miss A

– Kwon Jiyong

– Choi Minho

– Park Leeteuk

– Bekah (After School)

– Yang Hyun Suk

– Lee Soo Man

– And the next part akan ada banyak tambahan cast seperti Nickhun, Jaejoong, Kyuhyun, and many more. See ya ^^

Genre: battle, knot, romance, friendship, family, sadness, etc

Length: Series

Rated: PG

Disclaimer: jalan cerita murni dari pemikiran otakku don’t be a plagiat

Summary: this is will be battle world. Who is the winner? There’s many about love, friend, family, and many more.

A/N: Annyeonghasseo! Sekarang aku mau ngepost fanfic baru nihh hehe. Fanfic yang berbeda banget dari biasanya. Genrenya berubah. Aku yang biasanya buat tentang cinta dan sedih mulu, sekarang mau coba yang agak lebih berat. Walau tetap ada percintaanya, tapi jujur, aku mesti usaha keras buat fanfic ini nihh huhu. Cast yang aku pake ga dua sampe lima orang doang, tapi ampe puluh puluhan ._. makanya itu yang buat susah hehe. Semoga aja pada suka yahh. Kalo aku si juga suka lohh jalan ceritanya wkw tapi buat ngembangin ide jadi cerita yang bagus tuh susah. Mesti makai berbagai ragam bahasa. Jadi maaf banget kalau ada yang ga suka. Fanfic ini kayanya akan ber part banyak deh ._.v padahal aku sendiri ga tau aku mampu nerusin ampe abis ga wkwk jadi mian kalo updatenya lama gituhh. Dan untuk terakhir, aku mau minta comment aja. Bukan untuk apa apa, aku cuma minta pendapat kalian aja dengan apa kekurangan fanficku. Mau nge bashing? Boleh deh, asal nge bash aku aja jangan para cast yang ada di sini yaa ^^ the last, happy reading readers :*

———————————————-

Pagi di Seoul Art School terdengar ramai, yang biasanya di selimuti oleh rasa tenang dari setiap murid, namun hari ini berbeda. Entah karena apa, tapi semua murid membicarakan hal yang sama meski jalanan kota masih gelap karena penerangan lampu jalan yang minim di pagi yang cerah itu. tapi, para murid Seoul Art School di wajibkan datang pagi sekali saat ini.

“kau tau kita di kumpulkan ini untuk apa? Appa ku memberitahuku terlebih dahulu dong,” sombong sang gadis berambut blonde yang di kuncir dua itu. yah maklum saja, Appa nya adalah kepala sekolah Seoul Art School.

Teman-teman nya memandangnya penuh tanya, berharap akan di beritahu segera, “apa Sica? Katakan~” rengek gadis-gadis itu serempak sambil menyerubungi anak sang kepala sekolah yang di panggil Sica itu.

Merasa jengkel dengan ke-sok-asikan Jessica Jung –nama lengkap Sica, Nicole teman sekelasnya tak ikut menyerubungi Jessica seperti teman-teman lainnya, dia hanya menunggu sang saenim yang akan datang dengan sendirinya dan menjelaskan apa yang akan terjadi hari ini. Yah, walaupun dia masih ikut menguping pembicaraan Jessica dan teman-temannya.

“hari ini akan di umumkan untuk kom-“

“annyeonghasseo para murid,” ucapan Jessica terputus ketika sang perwakilan saenim datang dan membuka awalan hari ini dengan salam kepada seluruh murid. Jessica yang kesal, hanya mendengus dan mengatupkan bibirnya rapat-rapat.

“hari ini pihak sekolah mengumpulkan kalian semua sepagi ini tentu ada hal yang akan di bicarakan,” sambung sang guru yang terkenal baik seperti malaikat itu –Leeteuk. “jadi, setelah membicarakan hal ini kepada presiden Yang Hyun Suk dan sang kepala sekolah Lee Soo Man, akhirnya kami menyetujui hal ini.”

“yah! Jangan bertele-tele saenim!” celetuk Nicole yang memang geram oleh keleletan Leeteuk saenim.

Pandangan murid sekarang menuju arah Nicole, dan dia hanya nyengir tak jelas di perhatikan seluruh murid. Dan sesekali dadah-dadah berasa seperti Miss Universe.

“oke, jadi intinya, Seoul Art High School akan mengutus calon untuk kompetisi seni di Seattle, Amerika. Satu yang terpilih  akan jadi perwakilan Negara Korea dan akan berlomba dengan para wakil dari Negara-negara lain juga. selain itu, tak hanya berlomba, yang terpilih akan tinggal di Amerika selama satu tahun untuk latihan mempersiapkan diri untuk kompetisinya.” Jelas saenim panjang lebar.

Semua murid antusias mendengarnya. Tentu saja itu semua cita-cita para murid. Untuk menjadi artis yang terkenal, mendapat penghargaan, dan tentunya merasa bangga. Itu semua adalah cita-cita semua orang yang masuk sekolah seni seperti di Seoul Art School.

“mianhae, aku ingin bertanya.” Koor seorang gadis cantik yang di kuncir kuda sambil mengacungkan tangannya ke atas, “apa saja yang di lombakan?”

Leeteuk berdehem sebentar, “pertanyaan bagus, Suzy. Karena ini internasional, jadi yang di lombakan adalah segala hal tentang seni musik dan tari. Seperti menyanyi, menari, mengaransemen, menciptakan lagu, dan lainnya,”

Suzy –sang penanya tadi, hanya ber’oh’ ria yang di ikuti ber’oh’ ria juga oleh yang lainnya.

“lalu..” Leeteuk menambahkan lagi, “karena perwakilan dari sekolah ini hanya mengutus satu orang, maka, orang itu harus perempuan. Karena laki laki yang menjadi perwakilan Korea sudah di pilih dari tempat lain”

Murid laki laki yang ada di tempat semuanya merasa kecewa. Seperti kehilangan sebuah hal yang sangat berharga. Bagaimana tidak? sekolahmu mencari bakat dan menjamin yang terpilih akan langsung ke tingkat internasional?

“yah.. sayang sekali.”

“tak menarik”

“kalau begitu percuma aku datang ke sini”

“aku mendukung pacarku saja dong. Aku tak bisa ikutan latihan bersama huh”

Dan banyak tanggapan lain dari para murid laki-laki yang begitu saja menggema seisi ruangan. Leeteuk yang menyadarinya langsung kewalahan sendiri karena tak jarang dari mereka yang mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya di ucapkan saat itu.

“harap tenang semuanya,” bantu Bekah saenim menenangkan para murid laki-laki. Leeteuk tersenyum ketika para murid mulai tenang di tegur oleh Bekah saenim. “ya, saya lanjutkan. Untuk perwakilan laki laki yang akan mengikuti kompetisi di Seattle sudah terpilih dari tempat lain. namanya Rain Bi. Jadi dari sekolah kita hanya perlu yang perempuannya saja.”

Sekarang para murid sudah sepenuhnya terdiam dan mengangguk menyetujui. Leeteuk hanya tersenyum kecil.

“dan mulai saat ini, kalian bebas memakai fasilitas sekolah untuk latihan kapanpun selama 1 bulan ke depan. Karena bulan depan, pihak juri internasional akan datang dan segera memilih satu yang terbaik di antara kita semua”

DEG. Suasana tegang seketika, ketika mereka menyadari, seorang teman saat ini adalah musuh baru bagi mereka. Yang akan melawannya dalam perlombaan satu bulan lagi. Para murid saling lirik dan menatap satu sama lain. yah ini semua baru akan di mulai.

Tak lama kemudian, Leeteuk saenim, Bekah saenim dan para saenim lainnya membubarkan seluruh murid dan menggiringnya ke kelas untuk belajar seiring dengan berjalannya waktu yang telah menunjukan waktu untuk belajar seperti biasanya.

^^

Seorang gadis berjalan sendirian di ruang tari yang memang saat itu sedang tak di pakai. Dia jalan berbolak-balik, seperti memikirkan hal yang rumit. Rambutnya yang di gerai bebas sebahu, di biarkannya mengikuti langkahnya yang terus berulang itu. hingga sadar, di ruang itu tak hanya ada dirinya saja, tapi ada satu orang lagi laki laki.

“oppa sedang apa di sana?” tanyanya.

Yang di panggil ‘oppa’ hanya menoleh sebentar dan kembali pada kesibukannya lagi, “oh Chaerin. Kau bisa lihat aku lagi apa”

Gadis itu –Chaerin hanya menghembuskan nafasnya dan kemudian duduk di sebelah laki laki itu, “kalau kau terus-terusan menyiksa tubuh seperti itu kau bisa mati muda,”

Laki laki di sebelahnya hanya tertawa kecil, kemudian menghembuskan asap rokok yang di hirupnya sedari tadi. Dia tak peduli, seberapa orang-orang akan mengatakan hal yang sama pun, kebiasan ini tak akan pernah hilang dari dirinya. Bahkan rela untuk membolos di pelajaran pertama untuk hal itu.

“membolos untuk merokok? Kau sangat bad Jiyong oppa,”

Laki laki bernama Jiyong itu memandang Chaerin, sambil kembali menghirup puntung rokok yang ada di tangan kanannya. Chaerin terbatuk-batuk karena asap rokok yang di hirup Jiyong.

“kau selalu mengatakan itu tapi selalu kembali padaku. Bisakah kau jujur sekali-kali?”

Gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal. Dia mengerti maksud perkataan Jiyong dan yah memang dia akui perkataan Jiyong benar. Tapi Chaerin tak pernah ingin membahasnya dan membiarkannya itu berlalu begitu saja.

Marasa pertanyaannya tak akan di jawab, Jiyong mengalihkan pembicaraannya, “kau membolos untuk pelajaran sejarah kan?”

Chaerin mengangguk mengiyakan. Entah sejak kapan dia tak tau, makin lama Jiyong semakin mengetahui tentangnya yang bahkan tak dia tahu dari mana asalnya karena dia sendiri tak pernah memberi tahu.

“tepatnya karena ada nenek lampir Sica yang akan mengolok ngolok aku dan mengatakan Ms. CL so bad in History,” tambahnya.

Tawa Jiyong menggelegar sesaat setelah menatap wajah Chaerin yang menurutnya lucu itu, “kau tau? bagaimanapun Sica itu mantanku.” Ucapnya setelah puas tertawa.

“yah kenapa putus? Cocok bukan? Nenek lampir dengan laki laki eksentrik dan berandal”

Chaerin merendahkan. Dia tau Jiyong tak akan marah meskipun apa yang di katakannya jujur. Jiyong hanya diam dan kembali sibuk dengan rokoknya.

“kau akan ikut kompetisi itu kan?”

Pertanyaan Jiyong sekarang membuat Chaerin membelalakan matanya kaget. Jiyong yang melihat ekspresi itu berusaha mengartikannya.

“Chaerin pasti bisa.”

Chaerin hanya menunduk. Ternyata kegelisahannya yang lain selain pelajaran sejarah dapat juga di baca oleh Jiyong. Entahlah ini bisa di sebut halangan atau tidak, tapi Chaerin sudah lama takut karena memilih Seoul Art School.

Masih selalu dapat membaca pikiran Chaerin, Jiyong terus berkata tanpa henti. “aku bertaruh Chaerin akan terpilih menjadi perwakilan itu”

“eh?”

“kalau aku benar, kau harus menuruti permintaanku ya?”

Chaerin tersenyum licik, kemudian mengangguk dengan pasti. Dia tau dia tak akan bisa terpilih jadi perwakilan Korsel. Dia tau tebakan Jiyong pasti salah. Makanya, dia menyetujui taruhan itu. dan dia tak mungkin melakukan apa yang Jiyong pinta.

Setelah itu, mereka diam cukup lama, sampai Bekah saenim –yang notabene nya guru sejarah, datang dan menghampiri Chaerin. Jiyong yang di sebelahnya asik dengan rokoknya, langsung menyembunyikannya begitu Bekah saenim datang menghampiri gadis di sebelahnya.

“Ms Lee, kau di hukum karena membolos pelajaranku”

Chaerin menelengkan kepalanya ke kiri sambil memikirkan berbagai macam alasan untuknya agar tak jadi di hukum, “Bekah saenim, aku ke sini untuk latihan dance”

“tak ada alasan! Bagaimanapun ini pelanggaran! Kau harus membersihkan toilet sampai jam pelajaranku habis!”

Chaerin di seret paksa dan Jiyong yang ada di sana hanya berdiam diri sambil menunduk sedih. Tak ada yang bisa di lakukannya walaupun dia sangat ingin. Terlebih untuk Chaerin. Apa yang ingin di lakukannya untuk Chaerin hanya sebatas keinginan yang tak dapat terpenuhi.

^^

Jam istirahat sekolah di Seoul Art School memang ramai seperti sekolah-sekolah lainnya. Banyak yang makan di kantin, atau sekedar duduk-duduk saja. Tapi tak sedikit juga yang hanya di kelas untuk memakan bekalnya.

Dan di kelas A –kelas yang berisi murid-murid excellent, ada seorang gadis yang duduk sendiri menatap jendela kelasnya tak melakukan apapun. Sampai ketiga temannya datang,

“Suzy ada apa? Tak lapar?” tanya salah satu temannya yang berambut coklat. Memang, gadis yang sedang duduk sendiri itu adalah gadis yang sama dengan tadi pagi yang bertanya kepada Leeteuk saenim.

Suzy hanya menggeleng.

Ke dua teman yang lain ikut menghampiri dan duduk di sebelah Suzy “biarkan saja dia seperti itu, Fei” lalu mengibaskan rambut pinknya.

“Minho? pasti karena laki laki cupu itu kan?” sambung gadis berambut pendek hitam yang sedari tadi diam saja –Min.

“cukup!”

Semua menoleh ke arah Suzy ketika gadis itu berteriak. Jia –gadis berambut pink itu, hanya memandang Suzy malas. Dan yang lain pun tak jauh dari apa yang Jia lakukan.

Mereka tau Suzy menyukai laki laki bernama Minho. sudah sejak lama dan itu berangsur secara tersembunyi sampai ke3 temannya mengetahuinya sendiri.

“ya! Dari pada kau sedih memikirkan orang itu lebih baik kita bertaruh”

Suzy masih tak menganggap temannya itu berkata, masih tetap menatap jendela yang sedari tadi di tatapnya.

“bertaruh apa?” tanya Min penasaran yang di ikuti anggukan oleh Jia.

“untuk kompetisi di Seattle itu. siapa yang menang –atau setidaknya masuk berapa besar, harus melakukan keinginannya yang di ucapkannya saat ini. Bagaimana?”

Kini gadis yang berambut panjang satu-satunya itu menoleh, merasa tertarik akan tawaran Fei.

Fei tersenyum senang Suzy terpancing oleh perkataannya, “mulai dari Min, apa yang kau ingin kau lakukan kalau bisa ke Seattle?”

“aku ingin mencari seorang kekasih dengan segera” jawabnya cepat sambil menatap langit-langit ruangan kelas.

Mereka diam sesaat. Setelah itu tawa Jia, Suzy, dan Min menggelegar. Membuat suasana kelas yang sepi –memang karena hanya ada mereka berempat, kini menjadi ramai dengan tawa mereka yang menggema seisi ruangan itu.

Min yang di tertawakan hanya mencibirkan bibirnya kesal, “ya! Kan terserah aku!”

Fei masih tertawa dan memutuskan untuk berhenti tertawa saat Min menatapnya dengan kebencian, “ah mianhae. Sekarang giliranku kan?” dia menarik nafas sebentar, “Aku ingin berhenti mencintai Jiyong” gadis itu menundukan kepalanya.

“kenapa? Begitu sakitkah? Hei, kau perempuan apa?! Lemah sekali!” ujar Min jengkel.

Fei hanya diam. Yah, sakit. Bagaimana tidak? gadis itu mencintai Jiyong untuk waktu yang tak sebentar. Dan selama itu juga, Jiyong selalu bergonta-ganti pacar. Fei selalu menunjukan kepada Jiyong bagaimana gadis itu menyukainya yah hanya saja Jiyong selalu menganggapnya seolah dia itu teman biasa dengan sikap lembutnya. Sikap lembutnya itu juga yang membuat Fei sulit untuk melupakan Jiyong.

“jujur, aku suka selera mu itu,” Jia kembali memainkan rambutnya, “hanya saja Jiyong sedang dekat dengan seorang gadis huh?”

“CL” tambah Suzy yang sedari tadi hanya diam.

Fei tetap menunduk, dia tak ingin membahasnya, tapi kenapa teman-temannya itu senang melihat dia sedih? Tapi memang begitulah cara pertemanan mereka. Saling menyakiti sekalian menyayangi.

“sekarang giliranku ya?” Jia memulai topik lagi melihat suasana mulai hening kembali, dan di lihatnya kini Fei sudah mendongakan kepalanya, “aku ingin mencintai keluargaku. Terutama kakak angkatku.”

“mwoya?” tanya Fei dan Min bersamaan.

Jia mengangguk. Semua tau, Jia adalah gadis yang kaya dan sangat mampu terhadap apapun. Permintaannya selalu di turuti dan tapi seperti bagaimana orang kaya lainnya, dia tak pernah merasa bebas. Seperti selalu di kekang. Makanya Jia selalu membantah perintah orang tuanya dan keluarganya. Di tambah lagi ketika orang tuanya memutuskan mengangkat kakak laki laki untuk Jia –yang ternyata laki laki itu satu sekolah dengannya.

“jangan terlalu cinta pada kakak angkatmu tersayang, Jia” Min memberitahu, “kau tau kan bahkan dia denganmu, hanya terpaut berapa tahun”

“arasseo Min. berhenti menasehatiku”

Min diam. Jia akan semakin marah bila dia semakin banyak berkata dan terus menasehatinya. Karena Jia bukan tipe yang akan senang kalau di beri nasehat oleh siapapun.

“oke sekarang giliran Sujie”

Semua menoleh ke arah Suzy, Suzy hanya bingung dan menunjukan sisi polosnya, “eh.. apa?”

Merasa jengkel dengan keleletan Suzy, Min tak segan-segan memukul tangan gadis itu. Suzy hanya mengerutkan keningnya kemudian mengangguk mengerti.

“a..aku akan menembak Minho”

Bersamaan dengan perkataan Suzy, seorang gadis yang baru saja datang pergi begitu saja. Suzy dan teman-temannya, yang tak sadar ada seorang gadis yang baru saja datang dan pergi kembali, hanya meneruskan pembicaraan seolah tak ada yang terjadi.

Sang gadis yang tadi mendengar perkataan Suzy, berlari di koridor sekolah. Rambutnya yang hitam panjang sepinggang di biarkannya tergerai bebas. Hingga dirinya menabrak seseorang yang membawa buku-buku tebal. Begitu mata mereka bertemu, sang gadis tak tahan untuk tak meneriakan nama orang yang di tabraknya tadi,

“Mi-Minho?!”

^^

Jam pulang sekolah tiba, tak terasa pelajaran-pelajaran umum yang terasa membosankan itu berlalu dengan cepat. Dan tak ada murid yang peduli dengan pelajaran-pelajaran umum seperti itu. bagaimana tidak? mereka memilih jalan untuk artis dan pelajaran seperti itu terasa percuma kelak.

Yah walaupun mereka tau itu adalah bekal akal untuk nanti saat terkenal, tapi banyak dari mereka yang berfikiran pelajaran itu membuang waktu karena melenceng dari cita-cita mereka.

Di sebuah ruang tari yang memang khusus di buat banyak dan berkelompok, ada dua orang gadis yang sedang duduk termenung dan bukannya memulai untuk latihan.

“kau ikut kompetisi di Seattle itu?”

Yang di tanya hanya mengangguk ragu, “aku takut appaku kembali melarang dengan keras” tampangnya berubah menjadi lesu.

“bukankah appamu akan bangga uh, Nicole-ssi?”

Nicole –yang di ajak bicara, memandang sahabatnya dengan mata yang berbinar, “kau benar!”

Kang Jiyoung –sahabat dari Nicole tersenyum manis, “aku juga akan berkata pada ammaku untuk tidak mempercantik diri kembali dan bergonta-ganti pacar kalau aku menang.”

“itu taruhan?”

Jiyoung menoleh ke arah Nicole yang memang duduk di sebelahnya, “eh?”

Senyum Nicole mengembang, “taruhan bisa di jadikan bahan untuk kita semangat. Bagaimana kalau kita bertaruh seperti yang di bilang tadi?”

Gadis di kuncir dua di hadapan Nicole menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia tak mengerti.

“babo!” tangan ringan Nicole mendarat tepat di kepala Jiyoung, Jiyoung meringis kecil. “tantangan adalah hal terpenting saat ini. Kalau kau menang kompetisi itu, kau bisa bicara dengan ammamu, dan kalau aku menang, aku juga akan bicara dengan appaku, bagaimana?”

Jiyoung menunjuk dagunya dengan telunjuknya. Berusaha berfikir dengan keras. Dan beberapa detik kemudian, senyumnya merekah, “kadang kau pintar Nicole-ssi! Aku setuju”

Mereka beranjak dari tempat duduknya, kemudian menatap satu sama lain, “sekarang latihan!” ucap mereka bersamaan.

^^

Di sebuah ruang tari yang berbeda dengan sebelumnya, terdapat sekitar 5 gadis yang sedang melatih dirinya. Ada yang menari, menyanyi, bahkan mencoba untuk membuat lagu. Dua dari mereka dengan wajah yang hampir sama sedang melatih diri dengan menari. Dan salah satunya sepertinya terlihat bosan.

“ada apa Yul unnie?” tanya Seohyun ikut duduk di samping Yuri yang baru saja menari.

Yuri mengerucutkan bibirnya kesal, “kau latihan saja sendiri!! Dikit dikit salah! Lagunya jadi keulang berkali kali!! Aku bosan”

Dengan kesal Yuri keluar dari ruangan itu, menyisakan keempat temannya yang memandangnya bingung. Sedang Seohyun hanya menunduk merasa bersalah.

Taeyon –temannya yang lain yang sedang melatih vocal, menghampiri Seohyun yang tertunduk lemas, “ada apa?”

Seohyun menggeleng lemah.

Masih berusaha keras ingin tau apa yang terjadi, di saat yang bersamaan, dua orang yang tadi belum ada di ruangan itu datang dengan lari terengah-engah.

Brakkkk

Pintu terbuka dan menampilkan sosok dua gadis yang berdiri di ambang pintu dari tempat yang berlawanan. Jessica Jung dan Choi Sooyoung. Jessica Jung dari sebelah kiri, Sooyoung dari sebelah kanan. Dan begitu mereka menampakan wajahnya di depan pintu tersebut, keempat gadis yang ada di ruangan tari itu –Seohyun, Taeyeon, Tiffany, dan Sunny, pandangannya tertuju pada Jessica dan Sooyoung.

“ada apa? Seperti habis di kejar hantu uh?” tanya Tiffany mendahului yang lain.

Jessica dan Sooyoung saling berpandangan. “kau bertanya pada siapa?” ucap mereka bersamaan.

Tiffany mengangkat bahunya tak peduli.

Mereka diam, tak ada yang memulai pembicaraan. Hingga mata Sooyoung menyapu pemandangan yang ada, “Yuri mana?”

Tak ada jawaban karena memang mereka tak tahu. Merasa kesal, Sooyoung yang sebenarnya hanya ingin mencari Yuri akhirnya pergi dari tempat itu dan segera mencari Yuri.

Jessica menoleh ke kanan dan kiri, memastikan Sooyoung telah pergi dan sekarang waktunya dia yang berbicara, “sekarang aku yah yang bicara?”

Taeyeon, Hyoyeon, dan Seohyun mengangguk. Tiffany mengalihkan pandangannya ke arah lain. seolah Jessica tak mengatakan apa-apa. Sebenarnya Jessica kesal dengan sikap Tiffany, yah hanya Jessica tak bisa bertindak lebih karena Tiffany adalah ‘sahabatnya’.

“apa Sica?”  Hyoyeon membuyarkan lamunan Jessica.

“ah iya!” Jessica memukul keningnya, “kau tau? CL di hukum membersihkan toilet!!” Jessica tertawa dengan sangat puas dan menggelegar seisi ruangan.

Krik krik krik

Tak ada yang ikut tertawa dengan Jessica. Ah bahkan setidaknya merespon pun tidak. Hingga Hyoyeon dan Sunny kembali dengan aktifitasnya –membuat lagu, Seohyun pura pura sibuk dengan ponselnya. Dan Taeyeon, masih menatap Jessica yang mematung di ambang pintu seperti tak di pedulikan.

Jessica yang kesal mengerucutkan bibirnya, siap melangkahkan kakinya untuk keluar, tapi panggilan Taeyeon membuatnya membalikan badan.

“sica”

Meski sangat enggan, Jessica membalikan badannya, menunjukan raut wajahnya yang berubah menjadi sedih, “apa?!”

“kenapa selalu mengejek orang lain dan mengoloknya? Kenapa selalu senang saat orang lain menderita? Dan ah kenapa sekarang kau begini?”

Jessica menghela nafasnya panjang. Dia menunduk dan di remasnya tangan kanannya dengan sangat erat. Dia tak bermaksud menjawab pertanyaan Taeyeon. Sesaat setelahnya, Jessica mulai melangkahkan kakinya kembali untuk pergi menjauhi ruangan itu. Jujur, tangisnya tak bisa di tahan lagi.

“apa kau akan berubah seperti dulu kalau ku katakan Jaejoong oppa masih menyukaimu?”

Langkah Jessica berhenti. Walau sudah jauh, dan suara Taeyeon sangatlah pelan, tapi kata itu begitu terdengar di telinga Jessica. Apalagi pada kata ‘Jaejoong’ yang merasuk dan terdengar sangat kencang. Darah Jessica berdesir hebat. Itu harapannya. Mendengar kalimat yang sama. Yang bermaksudkan memberitahu laki laki itu masih menyukainya.

Jessica ingin membalikan badannya, dan bertanya pada Taeyeon ‘apakah itu benar?’ tapi langkah kakinya yang terus berjalan seolah tak mengerti bahwa hati Jessica ingin sekali bertanya hal itu.

Jessica semakin jauh dari padangan Taeyeon, dan Taeyeon menghembuskan nafasnya.

“Sica udah tak mempan oleh jaejoong oppa eh?” tanya Hyoyeon.

Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti.

 

TBC

Note:

  1. Ga ngerti? Karena konflik ada di part 2 ^^
  2. FYI, Seoul Art School itu cuma buatan aku. Dan untuk yang ga ngerti kenapa di sekolah ini ada pelajaran sejarah, yak karena emang aku buat sekolah ini ga hanya ada seni doang, tapi ada pelajaran umum lainnya. Kaya English, france, sejarah, dan pelajaran penting lainnya. Dan satu lagi, aku buat di sekolah ini ga mandang umur. Jadi perbedaan umur yang mencolok pun ga masalah asal dia emang bersedia masuk sekolah itu ^^
  3. Untuk peran utama akupun ga bisa nentuin. Reader ada yang mau usul untuk peran utama?
  4. Dan untuk pemenang battle nya pun aku ga tau ._. aku mau minta pendapat reader aja boleh? siapa yang pantes menang hehe aku takut kalo aku asal buat nanti pada protes lagi -,- jadi please kasi tau aja yahh lewat comment ^^
  5. Ingin tau ga siapa kakak angkat Jia? Aku udah ada gambaran nihh ^^ tapi tetep minta pendapat reader dehh, menurut kalian siapa?
  6. Next part ga janji update cepet. Tanggal 6 aku udah UKK, fighting!!

Mind to comment? Would you want I countinue this fanfic? Please leave a comment for appreciate author, kamsahamnida, SARANGHAE❤

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on June 1, 2011, in fanfic. Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. bagus onnie fanficnya n,n rameee.. kekeke
    peran utamanya suzy aja onnie haha *mentang2* kalo enggak jessica, soalnya dia itu anak kepala sekolah jadi andilnya dalam sekolah itu cukup gede dan menurut gambaran aku dia mungkin bakal banyak muncul di ff karna posisinya *sok tahu bgt*
    buat battlenya yang menang jiyong oppa aja onnie haha nanti dia ikut kompetisi bikin lagu u,u *ngasal*
    lanjutin ya onnie! tanggal 6 aku juga ujian, ohoho jadi sama-sama FIGHTING~! kekeke *ketawa ala Dara*

    • wah makasi yahh😀
      oke aku tampung dulu pendapatmu nanti aku pikir lagi yahh ^^
      Jiyong? kan battle nya buat yang cewenya yaaa u.u
      sama kalo gitu😀 berjuangg!!!

  2. Wow… keren nie ff^^d
    castny jg wokeh2 punya da,,,
    Brasa nonton Dream High^^
    Klo menurut aku sih pemeran utamanya CL ma Jiyong ajah, tp jg hrs ngasih porsi yg sama ke smua cast coz kyknya nie ff bgs klo dbuat lbih dr satu pair cast utama.
    berharap Bommie yg mnang kompetisi, tp klo yg kaen jg gapapa^^
    kakak angkat Jia klo bkn Khun ya Jae kali yah…
    Ditunggu next part, moga mamber 2ne1 bsa muncul smuany^^
    FIGHTING buat UKK nya!!

    • waw makasi banget yahh😀
      iya cast nya emang aku pilih yang aku suka aja biar feelnya dapet heha🙂
      keke terinspirasi sih ^^
      oke aku terima masukannya chingu ^^
      iyaa niatnya semua dapet porsi ko ga dikit pula, jadi adil🙂
      hehehe bener coba tebak siapaa Jae apa Khun? :O
      iyaa yaaa makasi sekali lagi🙂

  3. VyanaBJVIPdhevy

    Emm.. Daebak😀 unn…

    q si pengennya CL ma Jingyo pmeran utamanya n Jessica jd peran antagonisnya keke~~
    eh iya fei suka ma jingyo jg ya?? Hmm… Q c pengennya CL ma jingyo lbh serasi ajja gt…
    Smuga yg lulus CL n pengen tau jg apa c yg d minta jingyo ma CL???? Apa minta d traktir makan atw apa???
    Trs pngn tau jg hubngn sica ma JJ gmna??

    Keren deh pokonya 5jempol buat yoorim^^ (jempol satunya pinjam orng)
    oh iya cast cowoknya ko dikit ya?? Member BIGBANG, SUJU ma TVXQ keluarin ajj smuanya hahaha *maruk*

    ayoo onn cepet post part2 ya hehe *maksa*

    • makasi banyak ya chingu🙂🙂

      oke oke aku tampung pendapat kamu yahh ntar aku pikir dulu ^^
      iyaaa kalo sica emang mau di bikin antagonis keke
      wah itu rahasia😀 tunggu ntar ajaaaa~
      sica sama JJ? itu juga rahasia ^^

      makasi bangettttttttttttttttttttttttt yaaaahhhhhhhhhhhhhh
      iya nih aku juga ngerasa gitu, pokonya ntar aku tambahin jadi banyak deh.

      ga tau juga yaa aku lg down gara gara orang nihh jadi takut buat lanjutin hehe

  4. peran utamanya suzy aja hehehe^^ masih keingetan dream high
    ka tambahin anak-anak f(x) juga dong hehehe

  5. wah asik juga nih ff..
    lanjutan’x jgn lma2 ya eonn…

    untuk pemeran utama’x sih aku berharap jiyong – CL…
    dan pemenangnya CL…

    ditunggu kelanjutannya…
    author figthing..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: