(fanfic) Cassiopeia

Cast:

–          All member of DB5K

–          Kwon Yuri

–          Tiffany Hwang

Length: Oneshoot

Genre: Friendship, Togetherness, Sadness, and all feeling about devotion.

Backsound: W – JYJ

Rate: PG

Word: 3.154

Disclaimer: Ide murni dari aku saat denger lagu W – JYJ dan baca arti liriknya. Kalau ada kesamaan cerita, aku sama sekali tidak tahu. Insprirasi yang keluar bukan dari lagu itu aja, dari semua aktivitas mereka selama ini. Waktu perform mereka adalah insprirasi yang paling banyak! Cast yang ada di sini bukan milikku.

A/N: Halo semuanyaaaaa!! Aku keluarin fanfic baru dengan tema yang aku suka! Oiya, ada yang suka lagu ini juga? kalau iya sama😀 aku paling suka pas part Junsu yang artinya ‘we will climb our stairs one by one’. Emosi dia pas nyanyi bagian itu terasa keluar semua dan aku sampe bisa ngerasain apa yang mereka rasakan. Itu lagu terbaik yang pernah aku tau. Mulai dari musiknya sendiri sampe arti liriknya yang mendalami. Karena itu kisah nyata, jadi feel nya dapet kali ya😀

Aku udah lama pengen bikin fanfic kaya gini, tapi ga pernah jadi -_- dan akhirnya kesampean juga deh dengan yang ini😀 aku juga ngerasa puas dengan ffku kali ini. walaupun aku ngerasa kurang ngena dan sedih, tapi overall tak apalah ^^ aku akan berusaha lagi!

Dan taukah kalian, kalau ini fanfic terpanjangku selama ini. nyampe 10 page, dan aku ini masih berasa kurang wkwk. Aku yang baca ulang aja masih ngerasa ganjel. Bisa-bisa kalau di terusin nanti ampe 50 page yahhh *lebay*

Oke segitu aja basa-basi sebagai pembuka ff kali ini, aku mau yang udah baca tinggalkan komentar ya ^^ tapi bagi aku, udah ada yang baca aja udah membahagiakan *slurp*. Just can say happy reading~

 

“lima titik yang menjadi satu, maka terlahirlah Cassiopeia”

 

_____________________________________________________________________________________

 

“we share the same sky, same stars, same air and they are thinking of each other under the same universe. I wish one day they will be together again as they miss each other as they share the same. I wish their dream will come true and that realize.”

 

Malam di bulan November tak begitu indah seperti biasanya. Bintang-bintang yang bertaburan di langit tak bersinar terang seperti bulan-bulan sebelumnya. kau pasti tau alasan ini, mestikah aku untuk mengatakannya lebih lanjut?

Oh mungkin bahkan seorang sepertiku terlalu malas untuk memberitahukannya. Mengeluarkan suara yang hanya akan bersisa air mata di akhirnya. Terlalu lelah untuk mengungkapnya dan mengingat itu semua dengan baik. Padahal bukan aku yang mengalaminya, tapi mengapa bisa sesakit ini? apakah yang mereka rasakan sama? Salah, aku tak berhak membandingkannya. Karena perasaan mereka lebih dari pada ini.

 

Cassiopeia

 

Laki-laki itu menatap malam yang sangat sepi baginya. Kenyataannya malam itu sangatlah ramai, di sudut kota masih banyak manusia-manusia yang berlalu-lalang tak peduli soal waktu. Tapi bagi laki-laki itu berbeda. Karena ini waktu yang sama di saat dia akan mengingat seluruhnya.

“Yunho ya! Sudah menungguku lama?”

Seorang gadis menampakan dirinya ketika suaranya telah di tangkap terlebih dahulu oleh laki-laki bernama Yunho itu. dia tersenyum dengan sangat manis. Sedangkan Yunho menampakan wajahnya yang sangat lelah di balik masker yang menutupi sebagian wajahnya.

“Cobalah memanggilku dengan embel-embel oppa” saran Yunho. Yang lebih tepatnya paksaan. Yunho terlalu malas untuk mengulang kata itu. tapi bagaimanapun, dia tetap ingin mendengar Yuri –gadis itu, memanggilnya dengan sebutan apa yang dia mau.

Yuri tersenyum kecil di balik masker yang menutupi wajahnya. “Akan ada saat yang tepat ketika aku memanggilmu seperti itu”

“Kapan?”

“Sudahlah! Kau malah emosi. Ini sudah malam dan aku banyak perform besok pagi, cepatlah bawa aku ke tempat yang kau mau!” cibir Yuri.

“Ya! Kau tau? aku ini bahkan memiliki lebih banyak schedule daripada kau! Merepotkan.”

Yuri hanya mendengus kecil, kemudian tanpa permintaan laki-laki itu lagi dia langsung menggamit lengan Yunho dengan manja. Dingin. Udara saat ini memang dingin dan gadis itu butuh kehangatan dari kekasihnya. Mesti hanya memeluk lengan Yunho, baginya ini sudah cukup.

“Yuri-ya, lepaskan tanganmu dari tanganku!”

“Waeyo?” ucapnya kesal, tapi tangannya masih menggamit lengan Yunho. Bahkan menjadi lebih erat.

“Kalau fans tau kita jalan berdua ini akan menjadi sulit. Kita akan di kira sepasang kekasih. Dan apa yang harus katakan pada Sooman ahjussi kalau kita ketahuan publik? Aku bisa di gantung.” cerocosnya.

Yuri tertawa renyah mendengar gagasan Yunho yang menurutnya sangat konyol. “Kau babo sekali. Kau dan aku sudah memakai masker. Dan menurutku ini penyamaran yang baik dan tak akan ada yang mengetahui kita. Kalau fans mengira kita sepasang kekasih, bukankah itu benar uh?”

Yunho mengangguk pelan sambil menghembuskan nafasnya. Dia mengalah. Selalu jika dengan gadis ini yang bersamanya.

Mereka terus berjalan berdua. Tidak dengan mengendarai sebuah mobil. Yunho bilang dia akan membawa Yuri ke suatu tempat yang lain dari biasanya. Ada yang akan laki-laki itu tunjukan padanya.

 

^^

 

“untuk apa membawaku ke tempat seperti ini?”

Yuri melepaskan maskernya. Membiarkan seluruh wajahnya menatap tempat di mana dia berada sekarang. Angin malam yang sangat dingin di musim yang sama menerpa wajah halusnya. Dia berdecak kagum sesaat menatap pemandangan di hadapannya.

“melihat bintang. Kau suka?”

“melihat bintang?” Yuri mengulang pernyataan Yunho. Sekarang dia menengadah ke arah langit. Di lihatnya di sana banyak bertaburan bintang yang indah. Kumpulan-kumpulan bintang itu bersatu menjadi satu dengan bentuk yang bermacam –yang di namakan rasi bintang. Dan dalam ribuan bentuk rasi yang terlukis yang paling jelas adalah rasi dengan bentuk menyeruapi huruf ‘W’.

“Bukankah kau tau aku tak suka tempat membosankan seperti ini? dan ah kenapa kau berubah menjadi seromantis ini?”

Yunho menggeleng. Matanya masih tertuju pada langit yang terbentang indah. Ah, tepatnya dia melihat pada satu titik yang sangat ingin di lihatnya.

“Aku hanya ingin menunjukan pada kau bagaimana bentuk dari Cassiopeia.”

Yuri menatap mata Yunho yang berbinar. Ah, kalau di perhatikan lebih dalam, mungkin kau menganggap Yunho sudah menangis saat ini. matanya sangat berkaca-kaca. Wajahnya juga terlihat sangat lelah. Memang pekerjaannya sangat menumpuk akhir-akhir ini. Tidak peduli jikalau mereka sisa berdua, tapi job itu sama sekali tak berkurang.

“Se..seperti apa bentuknya?” Yuri bertanya perlahan. Berharap dia tak salah kata dan menyebabkan Yunho semakin terpuruk dengan keadaan.

Yunho membaringkan tubuhnya di tanah seperti bukit yang penuh dengan rerumputan dan bunga-bunga yang terbentang luas itu. Tapi tetap saja, mata itu terus tertuju pada satu titik. Dia menunjuk langit.

Yuri mengikuti apa yang sedang di lakukan Yunho. Dia ikut membaringkan dirinya di sebelah laki-laki itu. Kemudian menatap langit yang di tunjuk Yunho. Ah rupanya sebuah rasi dengan lima titik dan berbentuk huruf ‘W’ –yang Yunho tunjuk.

“Itu?”

Yunho mengangguk, dia tersenyum getir.

“Malam ini adalah awal bulan November. Tepat pada pukul 9 malam kau akan melihat titik itu dengan sangat jelas.” Yunho memainkan telunjuknnya untuk membentuk suatu bentuk seperti huruf ‘W’ yang sama dengan bentuk kumpulan bintang di langit. “Namanya Cassiopeia. Ada lima titik. Sampai kapanpun tak akan pernah berubah.”

Di akhir kata tersebut Yuri dapat mendengar perubahan suara yang jelas. Jelas sekali kalau suaranya bergetar. Seperti suara orang-orang yang habis menangis atau ingin menangis.

“Oppa..”

“Kenapa Yuri? Kau pikir aku menangis? Aku terlalu lelah untuk menangisi hal yang sama. Jadi kau tak akan melihat aku menangis saat ini.”

Ya, saat ini. Yuri tau dia bisa saja tak melihat Yunho menangis sekarang. Tapi nanti, siapa yang tau?

Yuri memilih diam setelahnya. Sepertinya itu lebih baik ketimbang berkata-kata hal yang akan membuat Yunho sedih. Laki-laki itu masih memandang langit. Yuri tau apa yang di pikirkannya. Dan sekarang dia mulai mengerti mengapa Yunho membawanya ke tempat yang menurutnya membosankan itu.

 

^^

 

Seorang laki-laki sedang di dalam dorm sendirian. Para menagernya pergi berpesta, dan satu-satunya teman sekamarnya pun ikut pergi. Hingga dia hanya sendirian, tenggelam dalam pikirannya.

Tangannya mengaduk-aduk teh hangat yang di buatnya sedari tadi. Padahal gula yang berada dalam teh itu sudah teraduk rata bersatu dengan air –lama sebelumnya.

Hingga beberapa detik kemudian ponselnya bergetar. Laki-laki itu langsung tersenyum senang begitu nama itu tertera dalam layar ponselnya.

From: Yunho hyung❤

Hei uri maknae, kau di dorm sendiri saja saat ini. jangan pergi kemana-mana termasuk menemui Sooyoung ya! Kau ingat ini bulan apa? Kau pasti tau aku berfikir apa. Aku memilih keluar karena aku lelah menangis bersamamu. Walaupun aku tetap mengajak Yul untuk melihatnya, kau tak perlu melihatnya. Aku takut kau menangis lagi. Itu akan sakit untukku. Perlu kau ketahui kalau saat bersama Yuri sebisa mungkin aku tak akan menangis lagi. Walaupun dalamnya mungkin menangis. Hei Max, kalau sudah makan bergegaslah tidur. Aku ini tetap leader jadi segera turuti perintahku.

 

Changmin mengerutkan keningnya dan kembali membaca pesan tersebut. Dia tak mengerti maksud pembicaraan Yunho. Kemudian setelah otaknya bekerja ulang, akhirnya dia sadar dan langsung mengalihkan pandangannya terhadap kalender yang terpajang rapih di kamarnya. Dia mendekatinya untuk mengecek tanggal berapa sekarang.

1 November.

Bersamaan dengan itu di lihatnya jam dinding yang melekat di sudut kamar. Mendapati pukul 21:15 laki-laki itu langsung bergegas ke balkon dorm nya.

Dia tersenyum perlahan ketika sampai pada balkon. Di tatapnya langit malam yang memang sepertinya sangat sepi berbeda dengan tahun lalu. Tentu karena 5 titik itu menyatu. Tak terpisah seperti saat ini.

“Hah.. seperti apapun kau mencegahku untuk melihatnya hyung, sampai matipun aku akan berusaha untuk melihatnya.” dia bercengkrama sendiri. Seolah sedang berbicara dengan seseorang. “Kenapa bintang saja bisa setia sedangkan manusia tidak?”

Changmin menghembuskan nafasnya keras-keras. Tiba-tiba saja dalam benaknya terlintas kenangan-kenangan dalam masa lalunya. Tentang bagaimana kehidupan sulitnya terbayar oleh kasih sayang sesama member dengan jumlah yang sama dengan rasi bintang bernama Cassiopeia itu.

Rasa sedih tak mungkin di pungkirinya lagi. Mereka masih tinggal dalam Negara yang bertetanggaan, masih menyimpan nomer telepon satu sama lain, masih memikirkan satu sama lain, masih menyimpan foto sama lain, dan bahkan mereka masih memikirkan satu sama lain.

Changmin mengerti maksud perkataan Yunho via message tadi. Memang selalu mereka menangis secara bersamaan di saat yang sama seperti ini. Dan dia tau laki-laki itu lelah karena hanya bisa menangisinya.

“Jaejoong hyung, Junsu hyung, Yoochun hyung always keep the faith..”

Di akhir kata dia tersenyum, dan menitikan setetes air dari pelupuk matanya.

 

^^

 

Jaejoong merebahkan tubuhnya di kasurnya yang besar. Tubuhnya lelah, hati dan pikirannya pun tak kalah lelah. Dia baru saja pulang dari acara pernikahan kerabatnya. Dia memutuskan untuk segera pulang setelah melihat jam yang menunjukan hampir pukul 21:00.

Memang bukan seperti dia yang memutuskan segera pulang padahal acara itu sangatlah penting untuknya. Tapi bagaimanapun, sudah di putuskan untuknya seperti ini di tanggal 1 November.

Jaejoong mengalihkan pandangannya pada seisi ruangan dimana dia berada sekarang. Ini kamarnya di apartment sebelum dia memutuskan untuk tinggal bersama di dorm. Sudah lama tak di tempati, dan dia ingin khusus untuk hari ini saja menginap di tempat itu.

Tangannya merogoh saku celananya. Ponselnya bergetar. Seseorang menelponnya dengan nama Tiffany SNSD yang tertera di layarnya. Dia sekilas tersenyum dan segera mengangkat panggilan itu.

“Ne, Fany-ah?”

Dahi Jaejoong mengerut mendengar penyataan yang keluar dari bibir si penelfon. Dia menggeleng pelan, “Mianhaeyo Fany-ah, tapi aku lelah malam ini. kau ajak yang lain saja. Aku ingin segera tidur, karena jarang aku mendapatkan waktu luang seperti ini.”

Suara di seberang sana mengisyaratkan kekesalan. Tak menerima pernyataan yang keluar dari bibir Jaejoong karena telah menolaknya pergi. Sikap manjanya keluar lagi.

Dengan kesal jaejoong segera menutup sambungan tersebut. Tak peduli kalau seseorang di seberang sangatlah marah dan kesal. Tiffany dan Jaejoong memang sudah lama tak jalan bersama, tapi sekalinya mereka memiliki waktu luang, Jaejoong tak ingin pergi. Mood nya selalu berubah-ubah dan sulit di tebak. Seperti saat ini.

Jaejoong bertambah lelah. Dia membuang peluh di wajahnya dengan paksa, setelah itu menutup wajahnya dengan bantal yang ada di sampingnya.

Tak lama kemudian ponselnya kembali bergetar. Tak melihat siapa yang menelpon, Jaejoong langsung mengangkatnya.

“YA Hwang Mi Young, jangan hubungi aku lagi!!”

Dengan kasar dia melempar ponselnya ke sambarang arah. Hingga menimbulkan bunyi yang tak pelan. Dan tak tahu kalau seseorang yang menghubunginya tadi sedang menangis di sana.

Dengan malas Jaejoong membuka laci yang ada tepat di samping tempat tidurnya, mengeluarkan sebatang rokok dan –nya. menyulutkan puntung rokok itu ke – dan segera menghisapnya.  Kemudian dengan langkah gontai dia jalan menuju balkon di apartment nya. membuka tirai yang menutupinya, dan berjalan ke arah sisi balkon.

Dia menghembuskan nafasnya keras-keras sambil sesekali menghirup puntung rokok yang ada di tangannya. Dia terlihat sangat lelah. Di tatapnya langit yang sedari tadi tak ingin di temuinya. Dia berjaga dalam hati untuk tidak lemah seperti sebelumnya. Matanya mengisyaratkan kesedihan.

Hei, kalau kau ingin tau kenapa laki-laki ini bersikap seperti tadi terhadap Tiffany, inilah alasannya. Karena langit sedang tak ingin di tatapnya. Sekalipun meskipun nantinya gadis itu mungkin membawanya ke tempat indoor –yang tak memaksanya untuk menatap langit secara langsung. Namun, dia terlalu takut..

Cassiopeia adalah rasi terindah yang pernah di lihatnya. Bentuknya begitu sama dengan keberadaan member DBSK yang dulu. 5 titik, sama dengan jumlah mereka. Dan kalau mereka ada bersama tentu mereka di namakan Cassiopeia, sama dengan nama fans club mereka.

Tentu saja kalau di bilang tak ingin lihat, itu berarti Jaejoong berbohong. Sebenarnya sangat ingin di lihatnya rasi bernama Cassiopeia itu. Tapi dia terlalu takut untuk mengenang masa sebelum ini.

Dia menyulut rokoknya kembali dan merapatkan jaket yang menyelimuti tubuhnya. Dia bersyukur hari ini hanya ada dia yang menatap Cassiopeia itu. karena kalau ada Junsu dan Yoochun, dia tak akan bisa bayangkan bagaimana rasa sakit itu menyelimutinya.

 

^^

 

“ cut cut!!! ya, Yoochun! Bisakah kau berkonsentrasi sedikit saja?!  Semenjak jam 8 lalu kenapa kau tak bisa berkonsentrasi?!”

Yoochun mengangguk lemah dan membungkukan badannya kepada sang sutradara. “mianhaeyo. Aku akan berusaha lagi.”

“istirahat dulu!! 10 menit setelah ini kalau kau masih saja melakukan kesalahan, aku akan mencari penggantimu!!”

Lagi-lagi yang di ajak bicara hanya dapat mengangguk dan membungkukan badannya. Dia merasa bersalah, tapi memang dia tak tau apa yang harus di lakukannya saat ini.

Yoochun duduk di salah satu bangku taman dimana dia melakukan take berulang kali karena kesalahannya. Dia menatap taman yang indah itu, tapi pikirannya sedang jauh dari pandangannya. Dia termangu.

“Kau kenapa?”

Yoochun tersentak kaget ketika suara baru muncul. Dia menoleh, dan melihat seseorang telah duduk di sebelahnya sambil menyodorkan kopi hangat. Dia menerimanya dengan senang hati.

“Aku hanya sedang banyak pikiran.”

“Benarkah?”

Yoochun mengangguk lesu. Dia menatap langit dengan ragu-ragu, takut kalau hatinya perih kembali. Sinar yang sangat terang dan indah. 5 bintang yang menjadi satu memang sangat indah.

“Kau memikirkan sahabatmu kan?”

Yoochun menoleh dengan segera, dan menatap gadis yang duduk di sampingnya –yang termasuk kru dalam dramanya kali ini. Dia memandangnya singkat.

“Benarkan?” katanya lagi untuk mempertegas pertanyaan sebelumnya.

Yoochun tak berniat menjawab pertanyaannya itu. Karena dia rasa pasti semua orang pun tau apa jawabannya kalau dia diam seperti itu. Pandangannya lagi-lagi mengarah pada langit yang masih di tatapnya ragu.

“Aku adalah Cassiopeia. Aku mengikuti perkembangan DBSK sejak memulai debut dalam naungan SMEnt. Aku menyukai kebersamaan dan saling percaya diantara kalian dengan satu sama lain. Aku menyukai bagaimana kalian saling men support jika salah satu terjatuh. Aku menyukai bagaimana keakraban kalian saat perform. Aku menyukai bagaimana rasa cinta itu tumbuh diantara persahabatan. Aku tau rasanya kalian berpisah seperti ini..”

Laki-laki itu kini tak menatapnya –dia menunduk, tangan kirinya menahan air mata yang akan segera jatuh. Dia tersenyum pilu.

“Aku tau sekarang adalah waktu yang tepat untuk melihat Cassiopeia di langit. Dan makanya aku mengerti mengapa kau tak berkonsentrasi semenjak jam 8 tadi.”

Yoochun mendengarkan. Dia rasa, akan lebih baik seperti itu ketimbang dia harus ikut berbicara dan menyisakan air mata di pipinya.

“Kau tau? walaupun DBSK hanya sisa berdua, tapi Cassiopeia ada untuk DBSK dengan jumlah 5. Sama dengan namanya Cassiopeia itu sendiri, yang terdiri dari lima bintang. Kalian memang seperti bintang yang sangat indah, dan ketika kalian saling terhubung, Cassiopeia akan terlahir. Jadi kalau DBSK hanya dua, tak akan melahirkan rasi cantik bernama Cassiopeia.”

“….”

“Ah dan kau tau? ini bukan akhir. Kau masih bisa berusaha untuk memperjuangkan sahabatmu kembali ke sisimu. Kau masih bisa berusaha untuk menjadi seperti itu. Bersama dengan Cassiopeia di sisi kalian. Dan.. aku harap hari ini adalah awal dari hari dimana kalian dapat kembali secara utuh bersama Cassiopeia.”

Suasana makin hening. Untuk yang terakhir kalinya Yoochun memandang langit itu, menatap Cassiopeia yang bersinar terang, yang masih menujukan 5 titik, bukan 2 ataupun 3.

Tak lama setelah itu sang sutradara memanggilnya, untuk melakukan take ulang sebelumnya. Yoochun segera bengkit dari duduknya. Dan sebelum laki-laki itu benar meninggalkan tempat itu dia berhenti sejenak.

“kamsahamnida.”

Tanpa membalikan badannya Yoochun mengucapkan kata itu kepada seseorang yang menyadarkannya. Seorang Cassiopeia. Gadis itu hanya tersenyum mendengarnya. Dan kini menatap Yoochun yang telah kembali menjadi dirinya lagi.

 

^^

 

Laki-laki itu kembali meneguk soju. Ini sudah botol kelimanya, dan dia tak mau berhenti. Memang pekerjaannya akhir-akhir ini sangat melelahkan. Jadi sekalinya ada hari libur, laki-laki itu memilih menghabiskan waktu di bar.

Bar dimana Junsu berada sekarang adalah bar yang penuh dengan profesi yang sama dengannya, jadi tak masalah jika dia sampai semabuk itu. tak akan ada yang teriak-teriak kepadanya untuk meminta foto bersama atau sekedar minta tanda tangan saja.

Setelah menyelesaikan world tour concert bersama JYJ rasanya melelahkan. Namun di balik itu semua ada rasa bangga dia terhadap kedua temannya itu. Masa-masa di saat dia berada di panggung bersama dan bercanda adalah hal yang terindah. Dan ketika para fans meneriaki nama mereka walau bukan dengan yang nama seperti dulu. Ketika JYJ merasa haru, dan fans ikut haru. Saat itulah fans adalah segalanya.

Terlepas dari world tour concert tak membuat Junsu berhenti bekerja. Masih banyak yang harus di kerjakannya. Namun kadang pekerjaan itu tak menyangkut satu sama lain. Entahlah mengapa.. tapi dia rasa jarak antara satu sama lain memang nyaris terbentuk sempurna. Meninggalkan rasa sesak di dada.

Dia ingat ketika sebuah lagu membuatnya menangis saat itu. Di hadapan semua fans yang meneriaki namanya. Hanya karena ingat akan satu hal. Kebersamaan. Kebersamaan yang dulu di raihnya di bawah naungan SMent. Sebuah lagu yang benar-benar menggambarkan keadaan yang sekarang.

Mengingat hari ini adalah hari dimana Cassiopeia terlihat jelas, Junsu merasa sangat sakit. Semua ingatan tentang masa lalu berputar begitu saja di kepalanya. Pernah mendengar ini? bagaimana pun kau berusaha untuk melupakan seseorang –dengan menyibukan diri atau lainnya- tetap saja kau akan kembali mengingatnya. Yaitu ketika sebelum mata kalian terpejam. Karena saat itulah semua kejadian tentang hari ini akan berputar. Wajah-wajah orang yang ada di hatimu pun ikut terbayang. Dan itulah apa yang sekarang di rasakan Junsu.

Melupakan masa itupun rasanya percuma, kecuali jika kau memiliki penyakit yang dapat menghilangkan sebagian ingatanmu. Dan sekarang, Junsu memilih untuk seperti ini saja daripada harus benar-benar menghilangkan ‘miliknya’ dari ingatannya.

Minum sampai sebanyak ini memang bukanlah solusi dari semua hal. Dia tau ini tak akan ada gunanya. Dia tau setelah inipun hal-hal itu akan terbayang kembali ketika dia sebelum tidur. Tapi mungkin ini membuatnya lebih baik sekarang. Bukan memperbaik keadaan.

Sekarang ia menghabiskan soju nya yang ke enam. Dia akui kalau kekuatan minumnya tidaklah sekuat Jaejoong. Tapi tidak untuk saat ini.

Tanpa di temani siapapun Junsu hanya diam. Memandang depannya dengan tatapan kosong. Sambil sesekali meneguk kembali sojunya. Sang bartender sudah mencoba untuk memberhentikan Junsu yang terus-terusan minum. Namun selama itu dia tak berhasil mencegahnya.

Tiba-tiba iPhone Junsu bergetar. Tanda ada e-mail yang masuk ke ponselnya itu. dia merogohnya dengan cepat. Dan ketika nama pada layar itu tertera, dia tercekat sesaat.

Apa efek soju separah ini? apa matanya benar-benar buram karena minum terlalu banyak? Ah atau ini hanya delusinya saja karena terlalu merasa tertekan? Mungkin, hanya saja meski itupun hanya sebuah delusi, delusi itu mampu membuat Junsu tersontak kaget.

Dan kalaupun itu delusi.. berdoalah kalau Junsu tak akan kembali lagi pada kenyataan.

Siapa yang mengiriminya pesan? Kenapa laki-laki itu melebarkan matanya ketika nama itu sampai pada penglihatannya? Bartender itu hanya bisa bertanya dalam hati. Tapi yang dia tau Junsu tersenyum saat membaca pesan yang masuk ke dalam iPhone nya. tapi senyum itu berbeda.. terlihat menyakitkan. Apa yang terjadi sebenarnya?

Hei, tataplah mata laki-laki itu dengan baik! Bola matanya terpenuhi dengan air yang siap keluar sebentar lagi. kau menangis?

 

From: Yunho hyung❤

SARANGHAEYO

 

Sebuah pesan yang sangat singkat, benar-benar singkat. Namun sangat berarti. Ya, tentu saja. Entah ini sebuah rasa apa, tapi malam itu Junsu tak berhenti untuk menatap layar iPhone nya. Bahkan dia berhenti dari kegiatan sebelumnya –meminum soju.

Ada satu hal yang mulai tumbuh dari lubuk hatinya. Meski mereka jauh dan tak ada di hadapan masing-masing, percayalah kalau semua memikirkan satu sama lain. tak perlu dengan kata-kata, hanya sebuah keyakinan. Kau tak perlu kata-kata yang keluar dari bibir satu sama lain. Cukup percaya dalam hati. Karena kepercayaan menumbuhkan kebenaran. Tak perlu di tulis di buku atau di catat di otak, hanya perlu di simpan dalam hati. Karena hati tak akan menghilangkan sebagian yang telah kau simpan dengan baik. Tidak seperti otak yang bisa saja mengalami kepikunan suatu saat nanti.

Dan yakinlah akan hal yang benar-benar nyata dan ada, Tuhan memiliki rencana baik setelah memberikan sebuah cobaan. Dan makin sulit cobaan itu, makin indah rencana Tuhan yang akan terjadi setelahnya.

Just keep in mind that I love you..

 

FIN

_____________________________________________________________________________________

 

 

Rasa cinta terhadap lawan jenis memang besar dan sangat penting, tapi sadarkah kalau rasa cinta terhadap persahabatan lebih penting? Dan bahkan rasa cinta itu lebih besar sekali melebihi rasa cinta terhadap lawan jenis.

Aku rasa itu yang di rasakan DB5K.

Dan aku tekankan sekali lagi, ini hanya fanfic. Semua yang aku tulis hanyalah sebuah fiction. Karena sebenarnya aku tidak tau perasaan apa yang di rasakan mereka .__.

Ini hanya penyampaian dan pelampiasanku terhadap masalah ini. sebagai Cassiopeia untuk DB5K mungkin ini yang bisa aku lakukan. Dan apa yang aku tulis terakhir adalah sebuah kepercayaan yang aku anut juga (?)

sebenarnya kalau di suruh menulis tentang ini lagi, ga akan ada habisnya buat aku. Terlalu banyak kata-kata yang pengen aku sampaikan. Banyak banget, bahkan setiap kali aku baca ulang, setiap kali itu juga kata-kata baru keluar. Sayang, aku ga bisa bener-bener tulis semuanya. Karena belum tentu apa yang ada di pikiran bisa tertuang dengan baik.

Mau mengingat DB5K saat dulu? Ini kutipan kata-kata mereka yang aku suka dan buat aku terharu haha *nangisdipojokan*

“Persahabatan kami lebih kuat daripada kebanyakan orang karena kita bicara dan bernafas di ruangan yang sama dan kita makan dan tidur di tempat yang sama.” –Jaejoong.

“Hanya ketika kami berlima bersama-sama kami di panggil TVXQ!” –Changmin.

“Apakah kau tahu bahwa aku mencintai kalian berempat sangat banyak?” –Yunho.

“Tidak hanya dua tahun, tapi bahkan sampai dua puluh, dua ratus, dua ribu tahun.. kita harus selalu bersama-sama.” –Yoochun.

“Para anggota seperti saudara-saudaraku. Kami seperti satu keluarga.” –Junsu.

“Aku berharap tak peduli berapa banyak dan berapa besar kesulitan kita. Mungkin, kami akan selalu mengalahkan mereka bersama-sama. Sama seperti selama lima dari kami adalah bersama-sama, kami yang paling berharga.” –Yunho.

Ah iya, mianhaeyo untuk pairingnya. Aku ga bermaksud buat mereka secara berpairing ko. Itu Cuma penambahan aja. Dan soal Jaejoong sama Tiffany, aku ga bilang mereka pacaran atau punya hubungan khusus. Kalau kalian mikirnya gitu, bukan salah aku berati :p

Dan yang terakhir, buat yang rela memberikan komentar silahkan saja. Apalagi yang merasa seorang Cassiopeia, tolong beri pendapat kalian. Boleh tentang DB5K, atau fanfic aku. Aku akan terima semua komentar. Dan untuk bashing, bashing lah aku sebagai author, jangan cast yang ada pada fanficku!

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on July 31, 2011, in fanfic and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. aaaaaaaaa~
    keyen unnie~ gyaa gyaaa…
    itu changsoo itu.. aku kurang sukaaa ToT
    tapi gapapa lah…secara keseluruhan ff ini keren abis lah.. Te O Pe Be Ge Te deh unn.. >,,<

  2. waaaaa…nyentuh bgt Unnie… :’)
    coba klo di lajutin terus….bisa banjir ntar rmh’ku
    *lebay deh*
    haha..terus berkarya y Unn.. ^_______^

  3. yunho biased

    aku cassiopeia!!!!
    mari kita menunggu bersama-sama dan saling menguatkan di saat ada yang kehilangan faithnya.
    aku sedih melihat cassiopeia yang sekarang, apa lagi dgn adanya jyj stand dan homin stand. padahal dulu saat kita semua bersama2 kita adalah yang terkuat. tapi sekarang banyak yang meremehkan kita, bahkan banyak yang gak kenal siapa itu TVXQ apa itu Cassiopeia.
    tapi biar bagaimanapun aku tetap memberikan yang terbaik dari pengabdianku sebagai Cassiopeia. karna saat aku berucap dan memutuskan “aku seorang cassiopeia sekarang” saat itu lah aku mengikrarkan janji untuk terus mencintai dan mendukung kelimanya :’)

    rasa sakit dan kesedihan kita itu bukan apa2 dibandingkan para member TVXQ, jadi jika sampai sekarang mereka masih tersenyum kita juga harus tersenyum.
    karna kita lah kekuatan mereka, dan mereka lah kekuatan kita.
    TVXQ dan Cassiopeia adalah satu.
    Always Keep The Faith!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: