(fanfic) Sense of a Jumble

Cast:

– Kim Hyoyeon

– Lee Hyukjae

Length: Oneshoot

Genre: Love, Romance

Disclaimer: tiba-tiba terinspirasi saat mengetiknya. melenceng dari pemikiran awal haha

Words: 1.137

A/N: wahaha lagi-lagi aku ngepost fanfic ga bermutu -_- kali ini fanfic nya singkat dan ga jelas. aneh emang, so maaf ya😦 oiya pembuatan fanfic ini cepet banget masa. iyalah konflik nya ga ada haha. semoga suka, jangan jadi SR yap ^^

__________________________________

Hyoyeon yang baru saja pulang dari kantornya dengan perasaan lelah semakin lelah ketika sampai pada tempat tinggalnya. Ia mengatur nafas sebisa mungkin agar emosinya terkontrol. Ia merasa ini adalah kewajibannya sebagai wanita karier.

Begitu berantakan memang –sampah dimana-mana, baju kotor berserakan, bekas sisa makanan yang tidak ditaruh di tempatnya, dan banyak lagi hal-hal yang membuatnya marah. Tapi, emosi itu tertahan ketika sebuah tawa terdengar berasal dari satu-satunya kamar di tempat itu.

Wanita itu berjalan mengambil sebuah kaus yang terlihat kotor, kemudian menaruhnya di tumpukan baju kotor. Kemudian ia kembali mengambil kertas-kertas yang berserakan, lalu menaruhnya di tempat sampah. Selanjutnya ia mengambil piring-piring kotor, lalu menaruhnya di tumpukan piring-piring kotor. Sesaat ia menghembuskan nafas, namun tawaan kecil itu lagi-lagi terdengar di pendengarannya.

Hyoyeon kembali menahan emosi.

Dengan sengaja ia menaruh piring-piring kotor itu secara berisik, agar laki-laki yang ada di dalam kamar sadar akan kedatangannya. Namun pikirannya salah, orang tersebut keluar kamarpun tidak.

Mungkin laki-laki itu sedang menonton film kesukaannya. Mungkin.

Hyoyeon ingin sekali saja, saat pulang kerja laki-laki itu menyambutnya dengan masakan penuh cinta. Bukan barang-barang yang di taruh secara sembarangan seperti ini. Kadang ia iri dengan film-film romansa yang kehidupan kariernya di penuhi kebahagiaan meski sedang dalam keadaan sulit. Bahkan wanita itu berfikir kisah-kisah seperti itu tidak akan pernah hinggap di kehidupannya.

Lelah dengan apa yang dilakukannya, Hyoyeon memilih membaringkan tubuhnya di sofa depan Televisinya. Menyalakannya dan mencari-cari drama favoritnya. Tapi waktu menyadarkannya kalau drama itu telah habis sejam yang lalu.

Di lemparnya remote itu dan ditutup wajahnya dengan bantal yang berada di dekat sofa. Kali ini ia memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan segera tidur.

Begitu membuka pintu kamarnya, laki-laki yang ia cinta selama ini sedang asik membaringkan tubuhnya sambil tertawa-tawa ria menatap sebuah buku. Hyoyeon mengerutkan keningnya tapi ia tak mau tau. Toh laki-laki itu juga tak memperdulikannya.

Hyoyeon membuka lemari bajunya dan mengambil sebuah piyama berwarna hijau –warna kesukaannya.

“Hyo, kau sudah pulang?”

Saat baru saja wanita itu akan menginjakan kakinya ke kamar mandi, ia mendengar suara itu memanggilnya. Ia diam di depan kamar mandi. ‘menurutmu?”

“oh..”

Cih, dengan kesal Hyoyeon menghentakan kakinya masuk ke dalam kamar mandi. Ia benar-benar tak mengerti, mengapa ia rela hidup dan tinggal dengan laki-laki bodoh seperti itu. Sembari mengganti pakaiannya, ia mengerucutkan bibirnya terus hingga keluar dari kamar mandi dan duduk di atas ranjangnya.

“hahaha.” Laki-laki itu tertawa lagi, kali ini lebih keras. Merasa terusik Hyoyeon menatapnya dengan kesal, “kenapa berisik sekali sih?!”

Laki-laki itu menoleh, “oh kau Hyo. Ini, aku sedang liat ini.” Dia menunjukan sebuah album foto. Hyoyeon kenal album foto itu, tapi.. dimana ya.

“album foto siapa?” wanita itu memutuskan tidak terlalu peduli. Ia membaringkan tubuhnya di sebelah Eunhyuk.

“kamu.”

“mwo?!” Hyoyeon kaget setengah mati, ia berusaha merebut album foto tersebut tapi Eunhyuk sudah menyembunyikannya di balik badan. Dia tertawa senang.

“menemukannya dimana? Ya! Kembalikan!”

Apa yang akan dilakukan Hyoyeon sepertinya sedari tadi selalu gagal. Begitu pulang ingin istirahat, tapi ternyata menjadi bersih-bersih melihat rumah kotor. Ingin menonton drama favoritnya, tapi sudah habis sejam yang lalu. Dan ketika wanita itu ingin segera tidur, Eunhyuk mengusiknya. Lebih parahnya lagi sedari tadi ia tertawa.. melihat foto-foto masa kecil Hyoyeon?

“Eunhyuk kembalikan atau ke bunuh kau!” wanita itu mengancam, sambil tangannya yang terus berusaha mengambil album foto itu dari balik tubuh kurus Eunhyuk. Tapi laki-laki itu tau perkataan Hyoyeon hanyalah gurauan semata.

Hyoyeon menggigit tangan Eunhyuk saking kesalnya. Laki-laki itu meringis kesakitan, di usapnya tangannya yang di gigit Hyoyeon. “kamu jahat banget sih.”

Hyoyeon tertawa puas ketika mendapatkan album fotonya, tak peduli Eunhyuk merasa sangat kesakitan dengan gigitan sepenuh hatinya. Habis salah laki-laki itu.

Hyoyeon membolak-balikan cover album foto yang ada di tangannya. Entah apa tapi ia merasa ada kejanggalan. Lalu ketika di buka di lembar pertama, wanita itu menjerit sejadinya dan melempar apa yang ada di tangannya.

Eunhyuk tertawa sembari terus mengusap tangannya.

“kamu bilang itu album foto aku?” kesal Hyoyeon, ia mengambil album foto yang tadi di lemparnya kemudian di lempar kembali. Tapi kali ini ke arah Eunhyuk.

“aduh! habis muka kamu takut banget pas kamu tau aku sedang liat album foto.”

“lalu kamu ngerjain aku, gitu?” Hyoyeon memasang wajah kesal. Ia melempar bantal-bantal ke wajah Eunhyuk. “aku sedang capek tau!”

“aish, sakit!” Eunhyuk meringis, kemudian membuka album foto yang di lempar Hyoyeon ke badannya. “aku lucu kan pas waktu kecil?”

“seperti hantu!” jawab wanita itu cepat.

Eunhyuk terkekeh pelan. Laki-laki itu ikut membaringkan tubuh di sebelah Hyoyeon dan memeluknya dari belakang. Bibirnya tepat berada di telinga Hyoyeon, “apa kamu menjerit karena melihat foto aku yang telanjang?” tanyanya dengan nada sok seksi.

Dengan cepat Hyoyeon berusaha melepaskan pelukan Eunhyuk, tapi laki-laki itu memeluknya tambah erat. “hiiiii aku geli. Hyuk lepaskan atau aku laporkan Ibumu!”

“tapi aku mau di manja~” suara Eunhyuk semakin lama semakin terdengar menjijikan di pendengaran Hyoyeon. Wanita itu mencubit-cubit tangan Eunhyuk sekuat tenaga.

“minta saja pada wanita-wanita lain!”

“tapi aku maunya sama kamu~” Eunhyuk menggigit telinga Hyoyeon. Dengan kesal wanita itu mengguncang tubuhnya agar terlepas dari laki-laki yadong itu, tapi karena pelukan Eunhyuk sangat kuat, akhirnya mereka terjatuh dari ranjang tempat tidur mereka.

“sakitnya..” ucap mereka bersamaan, tak sadar kalau jarak bibir mereka sangat dekat. Hyoyeon yang menyadari itu terlebih dahulu langsung mendorong bibir Eunhyuk ke lantai.

“aw.. sakit. Hyo, apa yang kau lakukan sih?”

“eh..” Hyoyeon bangun dari tubuh Eunhyuk dan langsung membungkukan badannya meminta maaf. Lalu tangannya menggapai lengan Eunhyuk untuk di bantu berdiri, “kamu ga apa-apa ‘kan? aku capek, jadi maaf ya. Aku mau tidur dulu.”

Eunhyuk yang sudah berhasil berdiri tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang putih bersih. Ia melihat Hyoyeon yang kembali membaringkan tubuhnya untuk tidur, dan setelahnya laki-laki itu melakukan hal yang sama.

Hyoyeon belum tidur dan Eunhyuk tau itu. Mata Hyoyeon menatap sebuah figura berbingkai indah yang menempel pada sisi dinding. Eunhyuk ikut menatapnya, “aku tampan ‘kan disitu? Jangan pandangi terus, lebih baik pandang aku langsung~”

“bukan itu yang aku pikirkan.” Hyoyeon bicara asal seperti menggumam. Matanya terus menatap foto tersebut.

“maaf ya.”

“untuk apa?” Hyoyeon kini menatap Eunhyuk. Laki-laki itu menggigit bibir bawahnya. Menurut Hyoyeon itu sangat lucu.

“aku membuatmu repot padahal kamu sangat lelah.” Laki-laki itu kini mengerucutkan bibirnya.

Hyoyeon menghembuskan nafas lelah. Tak mempedulikan perkataaan Eunhyuk, ia kembali menatap figura besar yang sudah ada sejak seminggu yang lalu. “kenapa saat itu harus terjadi?” gumamnya lagi.

“apa?”

“itu.” Hyoyeon menunjuk figura tersebut. “dan bodohnya aku merasa sangat bahagia hari itu.”

“karena kita saling mencintai.” Eunhyuk menjawab sembari melihat figura dimana ia dan Hyoyeon sedang berpegangan tangan memakai baju pengantin yang sangat indah. “iya ‘kan?”

Hyoyeon memutarbalikan tubuhnya dari arah Eunhyuk. Matanya pura-pura terpejam, tapi bibirnya melengkungkan sebuah senyuman manis. Ya, Hyoyeon sangat mencintainya. Kalimat itu yang selalu muncul ketika mereka bertengkar. Sampai kapanpun, jika ia menyesal menerima untuk menikah dengan Eunhyuk. Hyoyeon akan ingat betapa ia mencintai Eunhyuk.

“benar kan Hyo? Hei Hyo, apakah kamu sudah tidur? Aish.. aku selalu ditinggal tidur terus!”

FIN

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on December 29, 2011, in fanfic and tagged , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Ah ceritanya simple, kurang panjang chingu, bikin lanjutannya dong chingu

  2. Iya chingu bikin lanjutannya donk
    *please,,,,,,

    #ceritanya udah keren bnget

    • aku mau sih buat lanjutannya, tapi ga tau ceritanya gimana -_- belum ada ide huhu, punya saran?
      makasi banyak ya🙂

      • Buat konflik di rumah tangga chingu
        dan eunhyuknya yang jadi kerja
        Endingnya yang so sweet….
        +tapi terserah chingu aja
        cuma saran ko’😉

  3. Ga kebayang dong gimana jadinya kalo aja setiap waktu yang kita punya ga satu detik pun bisa kita gunakan buat menikmati hiburan yang ada.

  4. wahh Unnie..blm dpt makna critanya nih…tp dah bagus kok..lanjut terus ya..😀

  5. kya..!!! Kasian monkey ditinggak tidur. Haha… Buat lanjutannya dong thor. Jarang lo hyohyuk dibuat panajng ceritanya. Palingan cuma one-shoot. Hehe… Kan mereka padahal cocok banget lo…hhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: