(Fanfic) Infatuated

Infatuated

Cast:

–          Shim Changmin

–          Im Nana

–          Jung Yunho

–          Choi Sooyoung

–          Dasom

Length: Oneshoot

Genre: mad, love, a little bit romance

Word: 2.054

Rating: G

Disclaimer: Cerita asli dari pemikiran seorang gadis kelas dua menengah atas. Terinspirasi dari imutnya wajah Changmin :3 *boong deng* dan mendadak Changna shipper-nya keluar. So, gini deh hasilnya yang sepertinya tidak ada manis-manisnya ini cerita  -_- but hope you’ll enjoy.

Gadis itu mengusap rambut teman di sebelahnya dengan sayang, lagi-lagi kejadian kecil membuat seorang laki-laki yang melihatnya begitu terpana. Wajah gadis itu yang cantik, perawakannya yang tinggi, dan senyum yang manis. Ah, pesonanya mengalahkan waktu untuk mata kuliah pagi ini.

“kenapa selalu menatapnya dengan seperti itu?” Yunho menyikut lengan Changmin, melihat betapa laki-laki itu terpesona dengan gadis yang sedang mereka lihat.

“kau lihat, senyumnya itu.” Senyumnya yang merekah bersamaan dengan senyum gadis itu terpancar begitu indah. Membuat siapa saja yang melihatnya tau Changmin terpesona begitu banyak.

Yunho hanya menghembuskan nafas sembari menggelengkan kepalanya. Ia pikir Changmin tidak normal; tak pernah sekalipun memikirkan atau jatuh cinta pada perempuan. Tapi setelah ia tau Changmin tergila-gila pada seorang gadis, bahkan kata tidak normal pun tidak hilang dari pendapatnya. Lebih baik Changmin tak menyukai seseorang, pikirnya. Changmin begitu gila.

Gadis itu berambut panjang pirang, sesekali di rias dengan jepit rambut dan kadang di ikat agar memperlihatkan lehernya yang jenjang. Kadang rambutnya di keriting bergelombang, kadang lurus panjang. Sepertinya banyak sekali laki-laki yang menyukainya karena kecantikannya, tapi Changmin tidak mau mengatakan alasan dia menyukai gadis itu karena hal tersebut. Meski saat di tanya lalu alasannya apa, ia mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan mencoba berfikir namun hasilnya ia tidak tau. Aneh memang. Maka sekali lagi Yunho lebih memilih Changmin tidak menyukai seseorang.

“aku tau dia cantik, tapi aku bukan tertarik karena itu juga. banyak gadis-gadis cantik tapi aku tidak terpikat, termasuk Yuri-mu itu. Dia berbeda, kau tau?” Pernah Changmin berkata demikian. Dan Yunho sudah lelah, terserah apa yang ingin di katakannya.

Changmin kini tertawa pelan, melihat gadis-nya itu tersandung batu karena tidak menatap jalan. Di lihatnya wajah kaget dan kesakitan dari gadis itu yang katanya terlihat sangat manis.

“Changmin-ah.” Yunho berusaha menyadarkan dari kegilaan sahabatnya. Berulang kali seperti ini; Changmin tertawa, senyum-senyum hanya karena melihatnya. Dan itu membuat Yunho geram karena saat ia menyarankan Changmin untuk mendekatinya, laki-laki itu hanya menggeleng dan berkata itu bukan waktu yang tepat.

“Changmin-ah.” Sekali lagi, kalau Changmin tidak menyahut, ia akan benar-benar pergi.

Saat Yunho akan benar-benar pergi, Changmin menatap Yunho dengan wajah di tekuk, “dia hilang. Sudah waktunya jam kuliah pertama.” Katanya. Rupanya Changmin memanggilnya bukan karena takut di tinggal, tapi karena sang pujaan hatinya telah pergi.

Yunho menatap dengan kesal, “kau gila! Aku muak. Kalau kau menyukainya, kau hanya perlu mendekatinya lalu menjadikannya kekasihmu. Semua orang pun akan menerima cinta Shim Changmin, tau?” nada bicaranya meninggi, tapi Yunho tidak benar-benar marah.

Changmin mengedipkan matanya dua kali, “apa kau tidak pernah jatuh cinta?”

“wae?” Yunho bingung. Menurutnya perkataan Changmin tidaklah tepat dengan pernyataannya sebelumnya. Changmin semakin tidak waras saat ini.

Changmin menyentuh pundak Yunho dengan erat, “apa kau serius dengan gadis yang sekarang kau cintai?”

Yunho hanya memiringkan kepalanya sedikit. Ia benar-benar tidak mengerti, sejak kapan laki-laki di hadapannya berkembang begitu pesat? Sejak kapan Changmin menjadi begitu dewasa dan berani seperti ini. Padahal yang ia sadar, dia selalu di samping Changmin untuk merasakan kesusahan dan kesenangan bersama-sama. Tapi sungguh, ia tidak ingat kapan tepatnya Changmin berubah pesat menjadi dewasa.

“kalau laki-laki serius dengan seorang yang di cintainya, dia akan menunggu waktu yang tepat. Mempersiapkan segalanya dengan baik, memperhatikan dengan begitu banyak agar laki-laki bisa menerima segala yang ada pada orang yang di cintainya.” Changmin mengeratkan tangannya di pundak Yunho, seperti sedang berusaha meyakinkannya. “aku, adalah laki-laki seperti itu.”

Yunho mengedikkan bahunya, melepaskan dari tangan Changmin. Ia berjalan dengan langkah besar-besar hingga meninggalkan Changmin di belakangnya. Sebenarnya Yunho benci dengan perkataan Changmin, karena secara tidak langsung laki-laki itu menuduh dia tidak serius dalam hubungannya saat ini. Tapi setelah mengutar otaknya kembali, ia tau perkataan Changmin adalah benar.

“Yunho-ah, tunggu aku!”

oOo

Changmin berdiri di depan kelas jurusan fashion and design, tapi ketika orang-orang sudah keluar dari kelas tersebut ia menyembunyikan tubuhnya di koridor dekat tangga. Menyandarkan tubuhnya rapat-rapat ke tembok.

Suara gadis-gadis terdengar banyak sekali, maklum jurusan tersebut memang lebih di sukai para gadis ketimbang laki-laki. Tapi dari sebanyak suara tersebut, ada satu yang ia belum dengar. Suara yang katanya begitu lucu dan mempesona. Ya, gadis yang tadi pagi. Bahkan Changmin belum tau namanya –atau bisa dikatakan tidak ingin tau jika tidak mengetahui langsung dari gadis itu.

“ah, Changmin-oppa!”

Changmin hampir mati jantungan saat mendengar sebuah suara tepat di depan telinganya. Buku-buku yang tadi di pegangnya sampai terjatuh ke lantai. Ia menatap gadis itu dan tersenyum, “ah, annyeong.”

“sedang apa di sini? Mau menemuiku ya?” wajahnya berseri menatap Changmin, kemudian menunduk mengambil buku-buku laki-laki itu yang terjatuh. “Yunho-oppa mana? Biasanya bareng.”

“em ya, aku hanya ingin jalan-jalan sekalian bertemu kamu, Sooyoung-ah. Yunho ada kelas lagi sore ini, jadi aku pulang terlebih dahulu.”

“oh.” Sooyoung tersenyum manis, di berikannya buku-buku yang baru saja ia ambil tadi. “oppa, apa kamu mau menemaniku—“

Perkataan Sooyoung begitu banyak, tapi pendengaran Changmin beralih ketika ia mendengar suara gadis-nya. Langkah kaki gadis itu yang selalu berjalan bersama sahabatnya terasa mendekat. Jantung Changmin berdegup begitu kencang walaupun hanya hal sepele seperti itu.

Hingga gadis-nya memperlihatkan batang hidungnya lewat di depan Changmin. Bahkan saat di sampingnya ada gadis secantik Sooyoung, ia tetap menatap gadis-nya dengan senyum. Sungguh ini kali pertama Changmin melihatnya dengan begitu dekat. Ia.. ah, rasanya terlalu sulit menggambarkan perasaan seperti apa yang di rasakan.

“oppa, kau tidak mendengarkan ku?” perkataan Sooyoung kali ini menyadarkan Changmin. Karena gadis-nya benar-benar menghilang lagi di belokan pertama koridor. Changmin menatap Sooyoung bingung, “apa?”

Gadis itu tertawa hambar. Pipinya yang biasanya terangkat dengan manis kali ini tidak terlihat manis. Senyumnya merekah terpaksa, “aku bilang, kalau kamu di sini akan jadi bahaya. Gadis-gadis semuanya menyukaimu.” Bohongnya.

Changmin tadi sempat mendengar Sooyoung memintanya menemani gadis itu, tapi dia tidak tau lanjutannya. Dan sekarang perkataan Sooyoung berbeda dari apa yang di dengarnya. Tapi ia tidak peduli, karena hatinya sudah tenang dan bahagia.

“oh. Aku tidak masalah tentang itu,” Changmin melepas kacamatanya, “aku pergi dulu ya.” Mungkin, kalau sekarang keluar dari ruangan, ia masih dapat melihat gadis itu.

Dengan terburu-buru laki-laki itu pergi tanpa mendengar jawaban dari Sooyoung. Gadis itu menghembuskan nafasnya kencang-kencang. Ia menyentuh dadanya yang terasa sangat sakit tanpa mengalihkan pandangannya dari punggung Changmin hingga hilang di belokan pertama koridor.

oOo

Hari ini, pagi-pagi sekali Changmin di wajibkan mengikuti jam kuliah. Kira-kira saat itu pukul 05:00am, yang harusnya masih di isi dengan kegiatan tidurnya. Tapi karena ini kuliah, dan ia tidak suka membolos, maka Changmin memutuskan ia harus benar-benar datang.

Lagi-lagi kali ini, karena Yunho tidak ada kelas sepagi ini, ia mesti berangkat sendiri. Yang biasa menumpang di mobil Yunho, kali ini Changmin membawa mobil sendiri. Alasan biasanya ia menumpang di mobil Yunho hanyalah karena ia terlalu malas membawa mobil.

Kalau saja tadi Changmin menuruti nafsu makannya, mungkin saat ini dia akan telat. Tapi konsekuensi nya, mau tak mau Changmin tidak sarapan demi mengejar waktu.

Di perjalanan matanya masih sesekali terpejam, tapi tetap membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata. Hingga sampai pada kampus, waktunya masih kurang lima belas menit lagi dan ia memutuskan untuk sarapan di kantin.

Kantin begitu sepi karena masih pagi, Changmin tersenyum begitu puas. Ini yang dinginkannya, kantin serasa miliknya dan ia dapat memilih makanan sebanyak mungkin.

“ahjumma, aku pesan Ddeokbokgi, Kamaboko, dan Sobulgogi Donburi ya.”

Setelah memesan dan saat ia baru saja memilih tempat duduk, matanya tertuju pada gadis-nya yang terlihat terburu-buru. Memakai kaus merah oblong dan celana jeans panjang, juga sebagai pemanis lehernya di jejalkan syal putih tipis. Sesaat Changmin diam menatapnya. Hingga langkah gadis itu ke tempat yang sama di mana laki-laki itu berada.

Tangan gadis itu penuh buku-buku yang di dalamnya terselip begitu banyak lembar kertas. Tas jinjingnya yang berwarna senada dengan kaus nya, di taruh di meja tak jauh dari meja di mana Changmin duduk. Lalu ia datang untuk memesan makanan mywongran, yaitu semacam onigiri roll. Jangan tanya kenapa Changmin tau, karena sedari tadi matanya tak pernah lepas dari gadis itu.

Makanan Changmin sudah datang, tapi bahkan tiga piring makanannya itu menjadi tidak begitu berharga. Seperti apa yang Yunho katakan, Changmin pun merasa ia gila. Ia bahkan tidak pernah berfikir ada yang lebih menarik dari makanan-makanannya.

Gadis itu, sembari makan tangannya membuka lembar-perlembar buku di tangan kirinya. Tapi mulutnya melahap mywongran dengan nafsu yang menurut Changmin, terlalu berlebihan untuk seorang gadis cantik. Tapi anehnya, Changmin tidak sekalipun merasa aneh atau kehilangan rasa terhadapnya.

Jantung Changmin berdegup begitu keras.

Hot chocolate yang di pesan gadis itu sebagai teman makan mywongran nya, bagi Changmin itu terasa sangat enak jika ia di beri seteguk. Ah, kenapa ia begitu gila? Sampai membayangkan seberapa enaknya minuman sisa gadis itu.

Gadis itu menoleh ke arah Changmin. Menatapnya dengan heran. Kalau di tanya mengapa gadis itu menatap Changmin, jelas karena laki-laki itu dengan frontal menatapnya seolah pemandangan itu milik Changmin seorang.

“kenapa?”

Oh bahkan sekarang ia baru pertama kali mendengar suara gadis-nya bicara untuknya.

“ani.” Terlalu sulit berkata, yah. Changmin akan benar-benar menyesal seumur hidup kalau-kalau setelah ini pembicaraan mereka akan berakhir.

Tapi siapa sangka, gadis itu tertawa begitu keras. Changmin merasa tersipu. Seolah tidak mengenal siapa yang di hadapannya, gadis itu menunjukan sisi dalamnya. Asal semua tau, Changmin dan Yunho idola di mana saja.

“w-wae?” Changmin bertanya takut-takut. Ia tidak pernah tau segitu gugupnya ia berbicara pada gadis yang di kaguminya. Bahkan sekarang ia berfikir, Yunho lebih mengenal dirinya ketimbang Changmin sendiri.

Gadis itu meneguk Hot Chocolate nya sebentar, lalu kembali menatap Changmin. “harusnya aku yang bertanya. Kenapa kamu menatapku seperti itu?”

Changmin mengusap tengkuknya. Tingkah bodohnya tadi benar-benar di perhatikan. Ia baru saja ingat cara pandang perempuan yang luas di bandingkan laki-laki.

“aku pikir Dasom berbohong padaku.”

“apa?” Changmin kini menggaruk rambutnya yang tidak gatal sama sekali karena merasa bingung.

Gadis itu memutar kursinya hingga berhadapan dengan Changmin. Lalu tangannya menunjuk ke arah laki-laki itu. Changmin diam tak mengerti. Asal gadis itu tau, jantungnya benar-benar hampir meledak saat ini.

“dia bilang padaku kalau kamu selalu memperhatikanku. Tapi aku tidak tau kamu.”

Eh? Wajah Changmin bersemu merah. Mungkin kalau Yunho ada di sini, ia akan tertawa terbahak-bahak menatap wajah tolol sahabatnya. Tapi untung saja, di sini hanya ada mereka berdua.

“Shim Changmin..” tidak tau apa yang harus di katakan lagi, Changmin hanya bisa berkata seperti itu. Ia rasa pulang dari kejadian ini ia akan masuk rumah sakit jiwa.

“em maksudku,” gadis itu membenarkan duduknya, “aku tau nama kamu. Tapi aku tidak tau kalau kamu –seorang Shim Changmin, memperhatikan aku. Aku pikir saat-saat seperti itu hanya ada saat kiamat nanti.”

Laki-laki itu menghembuskan nafasnya lega. Ia pikir, gadis-nya benar-benar tak mengenal dirinya yang bahkan, selalu meluangkan waktu untuk melihatnya.

Sekarang gadis itu merasakan kecanggungan yang sama. Tanpa sadar sedari tadi Changmin juga memutar kursinya untuk berhadapan dengan gadis itu. Hingga dalam posisi saling menatap satu sama lain, mereka hanya diam tak berkutik.

‘jadi benar?” gadis itu bertanya lagi untuk mengisi kekosongan.

“a-apa?” Changmin sadar kok, kata itu terus yang di katakannya.

“tentang perkataan Dasom itu..”

Changmin menatap mata gadis-nya yang begitu indah. Dan tanpa ragu ia mengangguk sambil menyunggingkan senyumnya. Mungkin semua gadis akan iri, karena belum ada yang pernah melihat senyum Changmin yang semanis itu. “lebih dari itu, mungkin.”

“maksudnya?”

“eng.. lebih dari memperhatikan.”

Gadis itu menunduk menahan senyum. Kenapa dunia mendadak seindah surga? Surga yang di definikan orang-orang tapinya, bukan surga dalam arti sesungguhnya.

“tapi..”Changmin berkata ragu-ragu. Hatinya di penuhi bunga-bunga yang sangat indah saat ini. “aku tidak tau nama kamu..”

“eh?” gadis itu mengangkat wajahnya. Ia tertawa lagi, sembari menutup wajahnya yang memerah tak karuan. Di sela-sela tawanya ia berkata, “aku tidak tau idola semua orang semanis ini.”

Lagi-lagi ini seperti surga. Bahkan, kalau mau masuk ke surga harus mati terlebih dahulu, Changmin lebih memilih menikmati surga yang ada di depannya saat ini.

“aku Im Jin Ah, atau sering di panggil Nana.” Gadis bernama Nana itu berdiri. Melangkahkan kakinya tepat di depan Changmin. Dan ia mengulurkan tangannya.

Changmin menerima tangan itu. Mungkin niat Nana berjabat tangan dengannya, tapi dengan tidak mau tau Changmin mengecup halus tangan Nana. Sontak gadis itu kaget tapi tidak menolak perlakuan Changmin.

Selesai melakukannya laki-laki itu tersenyum, menatap Nana yang juga tersenyum manis sama sepertinya. Changmin berdiri dan ia menggandeng lengan Nana.

Sepertinya Changmin selalu saja tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Ini sudah pukul 06:11am, dan itu tandanya ia telat pada kuliah paginya. Dan tentang dirinya yang tidak suka membolos, sepertinya pun Changmin salah mengerti. Karena entah bagaimana, ia dan Nana memutuskan pergi ke taman pagi itu. Naik Audi A6 milik Changmin. Mungkin, setelah ini ia tidak akan menumpang lagi di mobil Yunho. Ya, dan mungkin setelah ini yang selalu ada di sisinya Nana, bukan Yunho.

FIN

Aku tau aneh kok -_- dan itu tuhhhh my bias tuh *nunjuk soo-unnie* nasibnya kesian amat ya. Tenang ada kyuhyun ahaha. Dan yang aku susah tentuin dari ff ini tuh, temennya Changmin. Mau kyu, tapi Yunho udah melekat semenjak mereka berdua *menurut pemikiran aku* dannn aku suka Yunho! Jadi seneng kalo dia di bawa-bawa di ff Changmin keke. Yang udah baca komen! Yang ngaku Changna shipper komen! Yang suka Soo juga komen! Yang suka Kyuyoung, Changsoo juga komen! Pokoknya komennnnnn! *maksa*

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on January 9, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. annyeong author, aku reader baru.. nemu ff author di google pas nyari ff Nana.
    keren thor, tapi kesannya terlalu cepet, moment changnanya juga kurang banyak. tapi bagus kok thor, bikin ff changna yang lain juga thor.. aku changna shipper😀

  2. rosaliatatiana

    lanjut dong Unn…nanggung nih klo cm smpai situ ajj..

    sampai ke hipnotis aku yg bc..hahaha…
    ditunggu kelanjutannya y Unn..oh iya KyuYoung couple jg..haha..
    Semangat Unn…

    #RosaZekay

  3. Aku ChangSoo shipper
    Kasian banget Soo eonni ku T_T
    Tapi makasih udh nge.hadirin pairing yunho-yuri disini, aku suka pairing itu.🙂
    Sebnernya jalan ceritanya umum. Tapi karena pemilihan kata dan penggambaran dekskripsi yang cemerlang FF ini jadi lebih menarik untuk dibaca ketimbang FF2 lain yg serupa.
    Daebak! Keep writing🙂

  4. ff Changna-nya keren thor’-‘)b d0h mendadak jadi changna shipper’-‘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: