(fanfic) Greater Love

https://i2.wp.com/continuetvxq.com/wp-content/uploads/2011/03/yh.jpg

Cast:

–          Kim Jaejoong

–          Jung Yunho

Length: Drabble (yeah, this is first I’ve made haha)

Genre: Non-yaoi tapi ini fanfic yunjae jadiiiii bagaimana mengatakannya ya -_-

Disclaimer: Terinspirasi dari berbagai ff yunjae, yang keren-keren non-sex and natural or straight but ada perasaan antara mereka. Walau terinspirasi karena adanya ff yunjae, ff ini murni dari pemikiran aku. Entahlah, seiring berjalannya jaman, pikiran aku berubah and thats no simple to tell readers, karena aku aalah orang yang juga too hard to describe.

 

 

Yunho diam dan termenung. Matanya berkutat pada layar laptop. Di layar tersebut terpampang foto seorang gadis yang sedang tersenyum riang.

“apa gadis itu yang mengambil hati seorang Jung Yunho?”

Yunho sontak sadar, ia menghembuskan nafasnya. Tapi matanya tidak sama sekali berpindah dari apa yang dilihatnya, toh ia sudah hafal dengan suara itu.

“Yunho aku.. aku tau.”

 

“aku tau kau hampir gila karena hidup setengah sadar seperti ini. Aku tau kau seperti sedang tidak hidup.” Lanjutnya.

Yunho menoleh, matanya menyipit dan alisnya saling tertaut satu sama lain.

“apa yang aku katakan salah?”

“Jae, kau membuat aku malas berdiam diri di sini. Padahal aku sudah melakukannya dari beberapa jam yang lalu.” Suaranya terdengar lembut.

“tepatnya tiga jam yang lalu.” Jaejoong tersenyum puas. Ia lihat Yunho mulai beranjak dan mungkin, ia akan membenci dirinya sendiri karena membuat Yunho merasa tidak nyaman dengan kehadirannya.

Tapi ternyata Yunho tidak pergi, ia berdiri membelakangi Jaejoong. Jaejoong sadar sekali Yunho ada di sana. Kehadirannya sangat terasa meskipun ia tidak mencoba untuk merasakannya.

 

“apa menurutmu yang aku lakukan salah?”

Jaejoong melirik ke arah Yunho. Di lihatnya senyum di bibir laki-laki itu yang tak bisa ia artikan; meskipun bertahun-tahun lamanya mereka menjadi teman. Yang Jaejoong tau, senyum itu di lakukannya di saat-saat seperti ini.

“kalau aku jujur, ya.” Ia kini menatap punggung Yunho, “tapi ada kalanya hidup memang harus sadar akan masa lalu.” Jaejoong menggigit bibir bawahnya, melihat betapa kokoh punggung milik Yunho yang rasanya ingin ia peluk. Tapi jaejoong harus mengerti suasananya.

“Jae, aku mencintainya..”

 

“……aku mencintainya dan ingin dia kembali bahkan jika aku harus merelakan apa yang aku miliki seluruhnya.”

“….”

“aku tau bahkan aku rela menyebut diri sendiri gila. Karena aku memang merasa seperti itu. Aku baru benar-benar merasakan hal ini pertama kalinya. Rasa yang mungkin hanya aku yang memiliki; yang mungkin tidak dimengerti orang lain. Bahkan kau, yang setiap saat ada di sisiku. Maka aku mohon.. jangan pernah menghalangi aku untuk mencintainya.”

“Yun—“

“Jae, tolong jangan katakan apapun lagi. Jangan buat aku menjadi merasa serba salah dengan memiliki perasaan semacam ini. Aku cukup bahagia! Jangan ganggu dan buat aku membenci diri sendiri lagi!”

“Yun, tapi dia sudah mati!”

 

 

 

“aku tau.. aku tau. Aku sudah bilang, kau tidak mengerti. Bahkan ahli pakar tak akan mengerti. Semua tidak mengerti! Mereka tidak akan mengerti kecuali—alasan-hidup-mereka—menghilang seperti yang aku rasakan! Mereka tidak akan tau seindah apa, sebesar aku mencintainya.”

“Yun..”

“jangan peduli tentangku lagi, kumohon..”

“Yun..”

“tinggalkan aku. Jauhi aku, Jae. Untuk kebaikan kita.”

“Yun tapi..”

“kumohon Jae kau—“

“YUNHO DENGARKAN AKU DULU!!”

 

 

 

“jangan kau pikir aku tidak mengerti perasaanmu. Aku mengerti, sangat mengerti. Walaupun berbeda kisah, tapi aku merasakan sakit yang sama. Cinta yang sama besarnya dengan cinta yang kau rasa. Perasaan yang tidak mungkin dihilangkan, begitu sakit tapi tidak mau di tinggalkan. Rasa sayang yang tidak dapat diungkapkan karena tidak ada yang membandinginya di dunia ini. Seperti itu kan? Aku merasakannya Yun, kau harus tau.”

Yunho terdiam. Tubuhnya membalik ke arah Jaejoong dan di lihatnya laki-laki itu menunduk dengan raut wajah yang sangat sedih.

“s-siapa orang yang kau cintai itu?”

Jaejoong menatap Yunho. Dalam detik itu Yunho merasakan aliran darahnya berhenti seketika. “Jung Yunho. Ya, aku merasa seperti itu karenanya.”

FIN

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on February 12, 2012, in fanfic and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: