[fanfic] Faith (1)

Cast:

–          Choi Sooyoung

–          Shim Changmin

Length: Chaptered

Genre: Love, Faith, Religion

Rated: PG-15

A/N: Mungkin fanfic ini aneh, karena ini pertama kalinya aku buat yang kaya gini. Dan lagi cast cowonya bingung mau siapa, tapi di pas-in aja ya, soalnya kalo Kyu dia kan agamanya sama kaya Sooyoung -_- jadi si unyu Changmin deh.

Summary: “Sampai kapanpun, jika tidak ada yang mau mengalah, kau hanya hidup dalam lingkaran yang tak berujung.”

*awal pembicaraan dimulai dari Changmin, berlanjut bergantian dan begitu seterusnya.

oOo

Part 1

“aku tidak mengerti mengapa kamu masih bersikukuh atas pendapatmu.”

“kamu berfikir jalan pikiran kita berbeda?”

“sepertinya, karena walaupun aku mencoba untuk menyamakan jalan pikiran kita, akhirnya tetap sama. Apa kamu tidak mau mengalah pada agamamu?”

“aku mengalah lalu pindah pada pihakmu?”

“ya. Sooyoung, pikirkanlah baik-baik pada hubungan kita ke depannya.”

“kau menyuruhku mengkhianati agamaku?”

“aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi, untuk kebaikan kita.”

“kau harus tau kalau aku mengkhianati agamaku, aku juga mengkhianati keluargaku. Untuk apa mereka membesarkanku susah-susah kalau untuk mengekang agama yang dianut dari kecil?”

“tapi sampai kapan kita seperti ini..”

“bukankah kamu terbiasa dengan teman-temanmu yang berbeda anutan denganmu? Seperti member-mu?”

“kalau untuk teman aku bisa. Karena mereka tidak dibawa mati. Kamu harus mengerti, perasaan apa yang aku miliki. Aku hanya mau yang terbaik untukmu.”

“jadi kalau aku bilang aku mau kau masuk Kristen, tapi kau tidak mau, dan aku berkata lagi kalau itu untuk kebaikanmu, apa yang akan kau jawab?”

“percayalah agamaku benar.”

“lalu kau pikir agamaku salah? Lalu untuk apa aku bertahun-tahun belajar dan beriman pada Tuhan-ku?”

“bukan seperti itu, Sooyoung.”

“kau pikirkan lagi baik-baik tentang ini. Bagaimanapun keluargaku dan agamaku lah yang membawa aku pada kebahagian yang di dapat selama ini.”

“kau ingin ini berakhir?”

“aku tidak tau. Memikirkan ini membuat kepalaku pusing..”

“maaf, aku yang memulai.”

“tentu saja. Kau selalu yang memulai dan kau juga yang selalu minta maaf setelahnya karena telah memulai.”

“jadi kau sadar ini sudah terjadi secara terus-menerus?”

“dan berlanjut.”

“aku hanya ingin sebuah kepastian, supaya aku tidak sedih melihatmu menangis karena hal ini.”

“aku capek memikirkannya. Setiap kali mengingatnya aku pusing, semakin di ingat perasaan semakin sakit.”

“aku mencintaimu.”

“tanpa kamu katakan pun aku tau. Sakit.”

“bagaimana kalau kita mempertahankan hubungan ini?”

“tanpa ada yang menyerah?”

“ya.”

“tapi keluargaku akan kecewa. Kenapa tidak kau saja yang pindah ke agamaku?”

“kalau aku berani mengekang Tuhan, apalagi mengekang kamu sebagai manusia.”

“alasanmu sama saja kan denganku? Lalu, jangan pernah kau ajak lagi aku ke dalam agama-mu.”

“secinta apapun kamu ke aku?”

“secinta apapun aku padamu. Aku lebih mencintai Tuhan-ku yang memberikan kehidupan ini.”

“lalu aku pun akan beralasan sama.”

“ya.. Shim Changmin dan Choi Sooyoung yang tidak akan pernah bersatu.”

 

 

 

“apa permintaanmu malam ini?”

“seperti malam sebelumnya.”

“aku tidak pernah tau, kau tidak pernah memberitahukannya padaku.”

“beritahu padaku dulu apa permintaanmu pada Tuhan-mu?”

“hal yang sama setiap harinya.”

“apa?”

“tentang Choi Sooyoung dan kebahagiannya.”

“kenapa selalu mendoakanku?”

“kalau aku tidak bisa memilikimu dan menjagamu secara langsung untuk selamanya dalam dunia ini, aku hanya akan berdoa untuk kebahagianmu. Masihkah Tuhan tidak menerima doaku bukan untuk umatnya?”

“Tuhan baik, Tuhan tau yang mana saja yang baik sepertimu. Terimakasih untuk cintamu.”

“terimakasih kembali untuk cintamu.”

 

“aku pikir.. awalnya tidak ada yang tidak mungkin tidak dapat dimiliki di dunia ini..”

“kalau hukumnya seperti itu, aku akan benar-benar bersyukur.”

“jadi selama ini kamu tidak pernah bersyukur?”

“kau pikir dengan melihatmu tersenyum saja aku tidak bersyukur?”

“benarkah?”

“yah setidaknya, hanya satu itu yang dapat kunikmati syukurnya hingga sampai detik ini.”

“jadi Tuhan masih baik? Masih mempertemukan kita yang tidak sejalan?”

“sepertinya, Tuhan masih ingin melihat senyummu.”

“dan senyum kamu. Tentu saja, saat nanti kita dipisahkan, akan ada kisah bahagia lagi ‘kan yang akan kau miliki? Lebih dari ini?”

“ya! Kenapa kau berbicara seolah membiarkan aku berbahagia dengan orang lain?”

“kalau aku tidak bisa membahagiakanmu, apa yang bisa ku harapkan lagi selain hal itu?”

“setidaknya kau membiarkan malam ini habis oleh kita.”

“sudah sering…”

“tapi bagiku tidak cukup.”

“apa kamu tidak pernah berfikir semakin kita sering bersama semakin kita menyakiti satu sama lain?”

“aku selalu berfikir seperti itu.”

“lalu kenapa kau terus melanjutkan ini dan membiarkan kita semakin sakit?”

“memangnya kalau kita mencoba menjauh dari masing-masing pihak kebahagiaan kita akan terjamin? Apa kau bisa menjaminnya?”

“eng.. aku…”

“Sooyoung-ah, berjuta kali aku ingin menjauhi, berjuta kali juga aku akan menyesal nantinya karena membiarkan waktu terbuang hanya untuk merasakan penderitaan sendirian. Tahukah kamu meski setelah ini akan sangat menyedihkan tapi sekarang aku merasa sangat nyaman dan bahagia?”

“Tapi Changmin-ah..”

“jangan melihat begitu jauh, jalani saja apa yang ada. Untuk masa yang nanti, aku janji aku akan benar-benar menyerah pada hubungan ini kalau tidak ada yang mau mengalah.”

“lalu jika sudah pada waktunya kamu menikahi seorang wanita, apa bisa kamu mencintainya dengan tulus?”

“bagaimana denganmu?”

“aku bertanya lebih dulu…”

“aku membenci menjawab pertanyaan mudah yang sangat sulit di jawab.”

“aku pikir kau harus melupakan aku dari sekarang, lalu setelahnya kamu akan mudah untuk mencari siapapun yang seiman denganmu.”

“sampai kapanpun pemikiranmu dan aku berbeda.”

“bukan hanya tentang agama kan? tentang musik, tentang cinta, tentang pelajaran, bahkan semuanya. Yang aku ingat pemikiran sama kita adalah tentang makanan.”

“jadi kau menyimpulkan kita bukan jodoh?”

“bukan di dunia ini. Dunia-ku, yang tidak memandang agama, kita bersatu.”

“sampai kapan kau mau hidup sendirian dalam dunia bodoh-mu?”

“kenapa jahat sekali?”

“aku membencinya karena khayalan hanyalah keinginan semata, dan jika diingat kenyataannya, menyebalkan sekali.”

“tapi setidaknya masih ada dunia yang menerima kita..”

“kalau yang menerima hanyalah dunia khayalan, aku lebih baik tidak diterima dimanapun.”

“kau benar-benar membuatku sakit.”

“dari awal hubungan ini aku pun tau aku telah membuatmu sakit.”

“tapi kalau saja kamu tau, kamu selalu menyeimbangi rasa sakit itu dengan kasih sayang.”

“jangan berbohong Sooyoung.. aku tau, sakitnya melebihi apapun.”

“kenapa tidak mempercayaiku?”

“aku tidak bisa mempercayai orang yang berbohong.”

“aku jujur!”

“aku tau dari matamu. Aku tau kamu mencoba menyimpulkan kamu bahagia di sisi aku, kamu senang dan nyaman dalam hubungan seperti ini, tapi kenyataannya berbeda. Dan kamu buang jauh-jauh itu.”

“Changmin-ah.. semakin kau tau tentang aku, semakin aku ingin menangis.”

“aku mencintaimu, mencoba ditutupi seperti apapun hal itu, tetap saja terlihat, kan?”

“aku ingin mati saja..”

“tidak mau menunggu akhir dari kisah kita?”

“kalau akhirnya menyakitkan, buat apa di tunggu?”

“hanya untuk melihat kamu. Dan kamu melihat aku nantinya, tidak mau?”

“aku tidak yakin apakah aku kuat melihatmu saat kita terlepas.”

“begitupun aku. Tapi, harus kau tau, betapa aku ingin sekali saja melihatmu bahagia tanpa beban sama sekali. Meski bukan bersamaku.”

“tapi kau pasti tidak kuat..”

“aku tau, aku tau. Tapi ini sudah jalannya.”

“bagaimana kalau kita hancurkan saja pemikiran tentang itu, dan mulai dengan pemikiran yang baru? Tentang kita dengan akhir yang bahagia, seperti kisah dongeng yang selalu berakhir indah.”

“kita kan bukan di dunia dongeng.”

“tapi aku mau jadi Cinderella, meski awal kisahnya pahit, akhirnya bahagia.”

“bukan tentang kisah awal yang bahagia dan berakhir menyedihkan ya?”

“ya.. harusnya aku Cinderella, yang belum pernah bertemu dengan pangeran Changmin sebelumnya. Lalu setelahnya bertemu, menjalin cinta selama-lamanya. Bukan bertemu di awal dan membuat kisah indah, tapi di pisahkan akhirnya..”

“aku buat pilihan baru, bagaimana kalau kau dan pangeran Changmin tidak pernah dipertemukan dari awal sama sekali, tapi tetap merasakan bahagia. Mana yang kau pilih?”

“ng? aku yakin, kalau dari awal aku tidak dipertemukan dengan pangeran Changmin hidupku tidak akan seindah saat bertemu dengannya. Meski bahagia, tak ada yang mengalahkan kebahagiaan berdiri di sisi pangeran itu. Jadi, jawabanku tetap pada bertemu dengannya di awal kisah.”

“kau yakin bertemu denganku sangat membahagiakan?”

“iya, babo. Kalau aku setiap hari saja selalu di sisimu, apa itu tidak mencerminkan aku bahagia di sampingmu?”

“aku hanya meyakinkanmu. Kau berkata seperti itu, sadar tidak melukai aku lagi?”

“aku sadar.. ah, sudahlah, kau yang bilang sendiri kita harus jalani apa saja yang ada.”

“baiklah.”

 

 

 

 

 

“hm, tapi Changmin-ah.”

“ya?”

“kalau aku ubah perkataanku menjadi, ‘bagaimana kalau kita mati bersama?’ apa yang akan kau jawab?”

“mati bersama?”

“iya..”

“apa menurutmu tak ada cara lain selain itu untuk menghilangkan sakitnya?”

“benar. Pikirkan lagi, apa yang bisa menghilangkan keadaan seperti ini kalau kita tidak mati?”

“tapi kenapa harus mati? Aku masih ingin melihat senyummu.”

“aku juga sih..”

“lagipula, kalau kita mati, apa di surga kita akan bahagia berdua?”

“tentu. Kita akan masuk surga, karena Tuhan mencintai umat-nya yang baik-baik. Kamu orang baik kan?”

“apa bisa kita bertemu nanti? Bagaimanapun, di agama-ku bunuh diri tidak boleh.”

“aku juga, Shim Changmin. Jadi bagaimana kalau kita saling bunuh satu sama lain?”

“aku tidak bisa, aku tidak tega.”

“kenapa? Setelahnya aku akan berpesan lewat sepucuk surat, upacara pemakaman kita di laksanakan bersamaan. Kau dengan adat agama-mu, aku dengan adat agama-ku. Lalu kau di bakar oleh dupa dan abunya di masukan di dalam peti-ku. Bagus tidak?”

“Sooyoung..”

“kenapa?”

“jangan terlalu menyedihkan.. aku membenci melihat kenyataan seperti ini. Aku mohon, jangan seperti ini..”

“lalu aku harus seperti apa?”

“menikmati hidup dan jangan mereka-reka masa depan. Jangan pikirkan lagi jalan keluarnya, jangan pikirkan lagi harus apa, jangan berfikir terlalu keras tentang hubungan ini.”

“tapi aku tidak yakin aku mampu.”

“aku yakin kau mampu. Aku akan memberikanmu kekuatan yang aku miliki.”

“gomawo..”

“sekarang, tidur. Ucapkan selamat malam pada langit dan bintang.”

“selamat tinggal langit malam dan bintang..”

“selamat tinggal?”

“oh, aku salah. Selamat malam.”

“selamat malam Choi Sooyoung, mimpi indah..”

“ne, malam Changmin. Aku rasa, aku tidak akan bermimpi indah karena aku memimpikanmu hehe.”

“begitu? Kalau gitu aku juga, selamat memimpikan Sooyoung untuk diriku sendiri!”

“hahaha, babo! Selamat malam…….selamat tinggal.”

 

TBC

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on March 18, 2012, in fanfic and tagged , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. annyeoung…
    Aku dpt crta baru lg..
    Aku bru pertama kali bca ff yg storynya kaya gini,,
    aku penasaran bgt sama klnjutan hbngan mereka..

  2. hehehe…bagus Unnie….
    tp kdng aku bingung yg ngomong itu Changmin oppa apa Soo unnie.. hehe..
    mklum Unn bru prtm bc ky gini..
    tp ttp bgus kok Unn..sukses terus yaaa…dtunggu kisah selanjutnya….😀

    • kekeke, sebelumnya maaf ya Kyuyoung nya belum selesai aku buat hehe, jadi ini dulu ya ^^
      susah ya? inget aja, mereka selalu berurutan kok ngomongnya. tapi buat next part, ga kaya gini tipenya. jadi ga cuma percakapan tapi ada narasinya juga. lagi dalam proses, tunggu ya🙂
      makasi banyak chingu😀

      • hehehe…gak papa Unn gak usah buru-buru..santai aja..malah aku yg jd ngrepotin Unnie.🙂

        kalo diurutin pelan2 jd enak jg kok di bcnya..hehe

        oke Unn..aku tunggu…
        sama2 Unn..makasih kmbali..😀

  3. anyeong aku readers baru salam kenal *tebar bulu ketek*

    aaaaa nice story author tapi aku rada bingung pas percakapan , sooyoung yg ngomong atau changmin , tapi over all ceritanya bagus , ini ada squelnya ? semoga ada *sungguh mati aku jadi penasaran*

    pokoknya author cEumUgeuDH Ea *alay parah -_-

  4. ngebayangin mereka ngobrol sepanjang ini dengan tema berat dan mengaduk emosi, rasanya aku jadi lemes sendiri -,-
    Bukan lemes karna bosen, tapi karna emosi nya juga ikut teraduk2.
    Disaat aku ngerasa pndapat changmin benar, seketika runtuh dengan pndapat sooyoung yg sama benarnya. Dan aku kembali dibikin galau.
    Tapi meski berbeda mereka mencintai satu sama lain dengan tulus.
    FF ini hebat. dialog yg cemerlang serta gak umum, menambah antusias pembaca untuk membaca dialog demi dialog.

    Ditunggu yaa lanjutannya. Meski aku rasa agak sulit, tapi aku berharap akhir ceriita yang bahagia untuk kisah mereka🙂
    Oya, makasih ya udh pairing changsoo. Aku pnggemar pairing ini🙂

  5. yunho biased

    complicated! ya ampun rumit banget ceritanya. emang ya agama itu emang hal paling sakral dan mutlak di dunia ini, kita gak akan bisa ngelawan bagaimanapun caranya.
    ingin menyalahkan agamapun gak mungkin, karna agama apapun selalu benar bagi para pengikutnya. tapi setidaknya karna agama lah kita mempunyai tujuan hidup.

    aku penggemar berat pairing ini. dan baru kali ini baca ff mereka yang mengangkat cerita tentang perbedaan agama yang mereka anut. aku udah lama tau agama mereka berbeda, tapi aku sama sekali gak pernah mikirin itu. dan setelah aku baca ff ini, aku jadi speechless, kok bisa jadi serumit ini?

    seribu jempol untuk author yang mempunyai pemikiran berbeda dalam membuat cerita.🙂

    aku lihat ff ini di post udah lama, gimana dengan kelanjutannya?
    aku penasaran bagaimana imajinasi author dalam memecahkan masalah serumit ini loh ^^
    ayo cepet dilanjut yaaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: