[Fanfic] Wishful

Cast:

–          Choi Sulli

–          Lee Taemin

Length: Drabble

Genre: Love, Hope, Friendship

Rate: G

Summary: Merasakan namun menutupi. Janji tetaplah janji, bagaimanapun meski mengetahui tentang fakta yang seharusnya menjadi milikinya. Mungkin, pengorbanan besar pertama mendatangkan kebahagian suatu saat nanti.

 

 

Dalam gerutunya ia menarik nafas. Emosi itu memuncak dan kadang kala tak dapat lagi di tahan. Ia tak tau mengapa dengan semangatnya ia menceritakan pada seseorang yang bukan seharusnya.

…karena orang itulah yang ia maksud.

 

“sudah, lupakan saja..” Taemin menenangkan seusai gadis itu bercerita banyak.

Harus bagaimana menahan jika ia terus-menerus merasakannya? Tangan kanannya di cengkram dengan kuat dan bergesekan dengan pakaian seadanya itu.

Hidup itu sulit. Berbagai masalah sering kali datang di saat yang tidak di inginkan. Hinggap dalam kehidupan yang awalnya baik-baik saja, yang awalnya manis-manis saja. karena pada dasarnya tak ada seseorang yang selamanya hidup dalam kebahagiaan.

 

“Sulli, ini mau hujan. Aku butuh tempat berteduh beberapa saat lagi.”

Meski kadang di luar sisi dari hati masih ada yang mengingatkan, masih ada yang membahagiakan, masih ada yang mencintai dengan berpura-pura tidak tau-menahu.. Sulli tau.

Meski kadang setiap kata yang diucapkan tidak sesuai dengan yang ada di hati, Sulli tau kebenarannya.

Gadis itu cemberut seolah baru sadar dari perkataan laki-laki itu, ia bertampang seolah kesal lagi. “kau membenci aku menumpahkan segala kekesalanku?” kekesalan apa? Toh kekesalanku hilang mendengar dan merasakanmu.

“t-tidak begitu… tapi sungguhan kan ini mau hujan?”

Gugup itu, senyum tertahan karena melihat senyum miliknya itu ah, apa hal yang tidak akan diketahuinya kalau seperti ini? Mereka kan selalu bersama. Dan siapapun akan saling memahami jika terlalu sering bersama, bahkan jika saat menumpahkan kekesalan bersama orang itu.

“aku lebih suka mati kehujanan dibanding melihat Park Leeteuk dengan istri-istrian palsunya itu!!” Sulli menyembunyikan senyum. Ia berteriak kuat di atas tebing dan ia tau, Taemin sedih menatapnya seperti itu. Tapi ia terus melakukannya untuk kebaikannya, bukan kebahagiannya. Kebahagian seperti itu adalah untuk sahabatnya.

“Sulli, tapi..”

“TIDAK!!!”

Dalam ego gadis itu ia menanamkan sesuatu. Mempertahankan perasaannya untuk sesuatu yang akan membahagiakan seseorang yang ia sayang. Itu penting dalam hidup, jika kau ingin suatu hari nanti seseorang merelakan orang yang di cintainya untukmu. Lagipula, kalau jodoh tak akan kemana kan?

Taemin diam. Seketika ia meninggalkan Sulli sendirian di bawah pohon dekat dasar tebing itu.

 

 

Gadis itu kembali cemberut. Kali ini mungkin benar-benar cemberut. Harus sampai kapan ia seperti ini ia tidak tau. Harus sampai kapan ia berpura-pura sedih karena orang lain sedang yang membuatnya sedih adalah laki-laki itu? Harus sampai kapan ia menutupi ketahu-annya tentang laki-laki itu yang juga mencintainya sedang ia berjanji memberikan laki-laki itu untuk sahabatnya?

Tak sadar air matanya mengalir deras. Bukan, bukan hanya air mata. Hujan yang diperkirakan Taemin akan datang benar-benar turun membasahinya. Menemani air matanya dalam kesendirian. Hujan.. aku lelah.

“mengapa bisa aku berbohong begitu banyak?”

“mengapa bisa aku membiarkan sesuatu yang harusnya aku miliki terbang bebas jauh ke angkasa?”

“mengapa bisa aku membiarkan sekarang menangis, nanti tertawa, nanti menangis lagi, nanti tertawa lagi, dan begitu seterusnya hanya untuk seorang Taemin?”

“mengapa aku sebodoh ini Tuhan…..”

Sisi cerah Sulli lebih cocok di bilang topeng. Kekesalan, amarah, merengut, cengkraman yang kuat, perkataan yang kasar itu……. Tidak taukah itu hanya sebuah alasan untuk menutupi? Karena ia hanya menangis, menangis, menangis, menangis, menangis, dan menangis. Tak ada kekesalan, tak ada amarah, tak ada rengutan, tak ada cengkraman kuat, tak ada perkataan kasar…

Sulli rela kok di sebut gadis penuh emosi dan ego di banding di sebut gadis penuh tangisan.

Hanya demi itu. Hanya demi dinding tak kasat mata itu tampak tak terlihat; tak terasa—meski dari awal sudah tak terlihat—dapat tertutupi dengan sesuatu yang berbanding terbalik dari apa seharusnya.

“……aku lebih suka mati kehujanan dibanding mencintai seseorang yang memiliki pembatas kasat mata denganku..”

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on April 15, 2012, in fanfic and tagged , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. /sigh
    ini indah sekali unnie~❤ maksudnya kena, gampang dimengerti dan…. dalem /krik

    aku suka!~~ :'D

  2. ya ampun bahasanya dalem banget!keren!

  3. fanficnya keren banget, bahasanya dalem, aku suka!
    DAEBAK!

  4. Saya mulai suka nonton film korea di KBS, atau ANTV, atau Indosiar TV….bagus..bagus..ya !!, Korea drama apa lagi yg sedang jadi favorit di Korea, siapa pemain/artisnya..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: