[Fanfic] Reverie

Cast:

–          Jessica Jung

–          Ok Taecyeon

–          Lee Donghae

–          Tiffany Hwang

–          Victoria Song

Length: Drabble/Ficlet

Genre: Love, Friendship

Rate: G

Disclaimer: Asli dari pemikiranku, yang membuatnya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Cast bukan milik aku tapi jalan cerita milik ku! Happy reading :*

 

 

Angan-angan itu… seperti apa?

 

 

 

Malam lalu sepertinya rasanya sangat dingin, tapi jika dibandingkan dengan malam ini benar-benar tak ada tandingannya.

Tidak ada hujan, tapi aku kedinginan. Tidak ada salju, tapi aku kedinginan. Tidak ada badai juga atau yang lainnya, tapi aku kedinginan. Bukan karena musim panas berlalu dan sebentar lagi akan musim dingin, tapi aku bahkan dapat bersumpah aku benar-benar kedinginan.

 

Langit sepi sekali, mana bintang-bintang bertaburan seperti di tahun lalu?

 

Aku mulai menyesali apa yang dilakukan belakangan terakhir. Kelihatannya seperti baik-baik saja, bolehkan seperti itu? Namun jika mereka tau… ah jika Taecyeon tau, mungkin ia akan menimpaku dengan tawaan kasarnya.

Kalau saja kemarin malam aku tidak ke rumah Tiffany dan memilih hang out bersama Victoria, mungkin kata-kata Tiffany tak akan pernah terpikir olehku. Jadi aku tak akan berulang kali bertanya, angan-angan itu apa?

Tapi gadis itu ada benarnya juga. Jika aku tidak ke rumahnya, aku tak akan pernah berfikir kalau-kalau kemampuanku hanyalah sebatas angan-angan. Tapi gila, pikiran tentang itu menyeruak sampai saat aku bicara pada Taecyeon. Untung saja tidak dengan bodohnya aku bertanya padanya apakah usahaku hanya angan-angan atau tidak.

 

 

Lee Donghae.

Apa aku salah jika mencintainya? Apa dia hanya seperti yang Tiffany katakan—hanya angan-angan saja maksudku—kemarin malam? Oh, aku sangat tau kedudukan aku dengan kakak populer itu sangat jauh. Tapi biarlah, aku senang kok mencintainya dalam hati.

Tapi Taecyeon tak menyenanginya. Aku tidak mengerti dengan pikiran laki-laki bodoh yang anehnya aku rela berteman dengannya selama bertahun-tahun itu.  Ia bilang padaku Lee Donghae jauh lebih baik dibanding Kim Jaejoong, tapi setelah aku menyukai Donghae ia memaki-maki aku dengan tampang jeleknya.

Lalu ketika dipikir lagi, aku memang sekarang benar-benar menyesali menyukai laki-laki yang bahkan benar-benar jauh dari jangkauanku. Aku ingin bercerita tapi, aku tau Taecyeon akhirnya akan mengataiku dan membanggakan dirinya lagi. Hah.

 

 

 

Hentakan kaki kemudian membuat aku sadar dari kebodohan ini, dia dengan wajah bodohnya mendekatiku.

“aku punya cerita baru tentang Lee Donghae, mungkin kau akan menyukainya.”

Aku hanya menaikan sebelah alisku, lalu menggoyangkan ayunan-ku. Ku lihat dari sudut mata ia duduk di ayunan sebelah.

“kau tak tertarik?” suaranya lebih mirip suara setan dibanding suara laki-laki yang dapat menge-rapp dan bernyanyi. Maunya aku berbohong dan dengan semangat memintanya atau memaksanya menceritakan itu. Tapi kenapa atau bagaimana aku hanya ingin bicara jujur padanya.

 

“Taec……”

“apa? Serius sekali?”

Aku menatapnya dan mengangkat ujung bibirku. Dia benar-benar kekanakan ya? “apa aku hanya berangan-angan?”

Taecyeon terlihat kaget mendengar aku mengucapkan kata-kata serius. Kupikir kegiatan selanjutnya yang dilakukannya adalah tertawa terbahak-bahak menatap tampang bodohku, tapi siapa sangka raut wajahnya mejadi melembut dan terlihat serius juga. “ini tentang apa?”

 

Lalu setelah itu aku bingung. Aku sudah memulai, ia pasti akan sangat-sangat ingin tau apa masalahku. Tapi jika dipikir-pikir, aku sama sekali tak pernah menceritakan sesuatu dengan detail padanya tentang apapun. Bukan karena apa, tapi aku tau dia akan mengetahui dengan sendirinya. Namun masalah ini, sampai kapanpun mungkin ia tak akan tau.

 

“Jessica Jung,“

Tadinya hening, setelah pertanyaannya aku acuhkan. Tapi aku bahkan tak tau jika ia mampu memanggil namaku seperti itu. Aku menoleh dan benar-benar aneh melihatnya berwajah seperti itu. Dia…

“kenapa harus menyukai Lee Donghae?”

Nada bicaranya mungkin biasa saja. Tapi raut wajahnya itu benar-benar baru ku lihat pertama kali. Apa karena aku terlalu cuek?

Tidak niat dengan memberi jawaban aku mengalihkan pandangan. Menatap rumput-rumput dilapangan yang ternyata bergoyang mengikuti arah angin.

Angan-angan ya, mungkin dia tak sadar kata itu aku tujukan untuk Donghae, makanya ia bertanya padaku tak jelas.

“aku tau ia katanya sangat keren, tapi…. keren apanya.”

Aku menahan senyum dan menatapnya geli, “kau juga, katanya keren, keren apanya.”

“jadi kau tidak berpikir aku keren?”

Aku menggeleng cepat, secepat angin menerbangkan ilalang-ilalang kecil tak bersalah. Aku menatapnya dengan tersenyum. Sumpah, baru kali ini aku berbicara tentang hal yang kedengarannya begitu canggung seperti ini, biasanya aku dan ia bercanda layaknya orang bodoh dan ngakak hingga guling-guling. Malam aneh.

 

“padahal aku berpikir kamu cantik,” aku melotot kaget namun sebelum aku merespon ia cepat-cepat melanjutkan ucapannya, “tentu saja jika ngambek-mu, cuek-mu, tampang bodoh-mu, dan segala hal buruk di dirimu menghilang.”

Bodoh. Jangan heran jika sampai saat ini ia belum punya kekasih cantik yang ia khayalkan itu. Tapi baguslah, berarti ia masih normal dengan mengataiku seperti biasanya.

 

Hei, kenapa aku merasa canggung?

 

 

 

“Jess, aku menyukaimu.”

Kali ini aku tau pikiranku benar-benar sangat kacau jadi kata-kata aneh terngiang. Ini semua karena Donghae bodoh!

 

“Jess, aku mencintaimu.”

Sebuah tangan di kepalaku membuat aku menoleh dan menatap wajahnya yang nyengir menunjukan giginya. Aku yang terkaget menatapnya dengan heran dan mengedipkan mata berkali-kali. Hanya ada dia dan aku disini. Jadi, ia benar-benar bilang padaku bahwa ia mencintaiku?

“aneh ya?” katanya kemudian melepaskan tangannya dari kepalaku, “awalnya aku tidak mau bilang hingga waktu yang sangat lama, tapi rasanya itu tidak mudah jika aku menyembunyikannya. Aku tak mungkin menutupi rasa ini karena waktu yang kita habiskan begitu banyak.”

Taecyeon yang seperti ini…. Aku benar-benar tak kenal. Aku menatapnya bingung, masih mengira ini hanyalah sebuah percakapan canda.

“bodohnya, aku mengatakannya ketika sudah tau kau menyukai seorang laki-laki yang jelas-jelas lebih keren dari aku.”

Bodoh..

“maafkan aku, tapi jika kamu mau, lupakan saja hari ini.”

Ia beranjak dari ayunannya dengan memegang dada. Aku tau rasanya sakit, tapi dia kan belum mendengar kata apapun dari aku. Bodoh!

 

“hei bodoh!” aku meneriakinya kesal. Rahangku mengeras saat melihat ia tetap berjalan tanpa mempedulikan panggilanku. Lalu aku menendangnya dengan sepatu boots kesayanganku yang sedang dipakai. “dengarkan aku dulu, bodoh!!”

Ia menoleh sedikit dan takut melihat ekspresi-ku yang begitu marah, “k-kau kenapa?”

“aku berhenti menyukai Donghae..”

“apa?!”

Aku tau suaraku benar-benar kecil tadi. Tapi entah setan apa yang merasukiku, aku benar-benar teriak sekarang, “AKU BILANG, AKU BERHENTI MENYUKAI DONGHAE, BODOH!!!”

Yang ku lihat ia tertawa kecil lalu berlari menghampiriku. Sialan, jadi aku terlihat memalukannya ya tadi?

Ia memelukku dengan sangat erat sampai aku tak dapat bernafas. Anehnya, aku tidak menolak dan melepaskannya meski aku nyaris mati kehilangan oksigen. Melihatnya menatapku dengan wajah yang sangat riang, aku tau ternyata ia benar-benar menyukaiku.

“kenapa kalau begitu?” ia berkata setelah berhenti memelukku.

“apanya?”

“kenapa berhenti menyukai dia?”

Aku menatap lapangan yang penuh rumput, lalu beralih ke wajahnya, “tadi aku bilang ‘kan? Apa aku hanya berangan-angan?

“oh itu untuknya.” Ia terlihat cuek tentang hal itu, aku tau. “jadi mau berpacaran denganku?”

Mungkin aku yang belum terbiasa atau karena ia sudah mengatakannya, tapi entah kenapa hari ini ia tidak menuntut suatu hal padaku. Ia tidak bicara banyak, dan aku baru saja sadar percakapan yang ia lontarkan dari awal kami bertemu memang hanya menyinggung bagian akhir dari kisah ini. Mengapa aku baru saja sadar?

 

 

 

“…..iya.”

Entah kenapa aku mengatakannya, tapi Taecyeon tersenyum, mungkin itu senyum terbaiknya yang pernah aku lihat, dan aku bahagia melihatnya. Oh, kalau-kalau menyukai Donghae adalah perbuatan yang aku sesali, Tuhan janganlah buat aku menyesali telah menerima laki-laki ini di hidupku.

Aku akan mudah menyukainya bahkan mencintainya kok.

 

FIN

About Han

My world and days. People beside me. Precious family. You. That's I loved. JYH's ♥

Posted on April 26, 2012, in fanfic and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. hmmm….jd kebawa suasana Unn..🙂
    majuuuu terus Unn…ditunggu kisah yg lain…
    difotonya Jessica Eonni cantiiikkk….uwaaa….😀

    #lebay

  2. wah makasi banyak ya😀 oke doakan aku untuk meneruskan karyaku🙂

  3. siaap Unn…🙂

    pasti itu….😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: